Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tempat Kerja Inklusif dan Berkelanjutan semakin Diperhatikan Korporasi

Kompas.com, 18 Juni 2026, 11:51 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya membangun lingkungan kerja yang inklusif, sehat, dan mendukung pengembangan talenta karyawan dinilai semakin penting di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Hal tersebut menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian oleh banyak korporasi, termasuk anak usaha Astra International, PT Federal International Finance (FIFGROUP) hingga mendapatkan penghargaan dari HR Asia Awards 2026 dalam bidang keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (Diversity, Equity & Inclusion/DEI).

Direktur FIFGROUP Esther Sri Harjati mengatakan, pembangunan tempat kerja yang baik tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga memastikan setiap karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Baca juga: Penuhi Permintaan Susu yang Meningkat, Perusahaan Ini Jalankan Bisnis secara Inklusif

"Perseroan ingin semua insan FIFGROUP merasa dilibatkan, didengar, dan diberdayakan," ujar Esther dalam keterangan tertulis, Senin (16/6/2026).

Menurut dia, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen organisasi. Pendekatan tersebut mencakup pemberian ruang yang setara bagi karyawan untuk berkembang, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam organisasi.

Selain penghargaan DEI, perusahaan juga memperoleh penghargaan pada kategori tempat kerja terbaik di Asia, transformasi sumber daya manusia, tempat kerja berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM.

Penghargaan tersebut mencerminkan semakin besarnya perhatian dunia usaha terhadap pengalaman karyawan secara menyeluruh, mulai dari budaya kerja, pengembangan kompetensi, hingga kesejahteraan dan kesehatan kerja.

Isu keberagaman

Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberagaman dan inklusi semakin menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan sumber daya manusia. Perusahaan tidak hanya dituntut menciptakan lingkungan kerja yang produktif, tetapi juga mampu mengakomodasi perbedaan latar belakang, perspektif, dan kebutuhan karyawan.

FIFGROUP menyebut penerapan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi dilakukan melalui berbagai program kesejahteraan karyawan serta pengembangan talenta yang bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pekerja.

Di sisi lain, transformasi pengelolaan SDM juga dilakukan melalui digitalisasi berbagai proses sumber daya manusia, mulai dari rekrutmen hingga pengembangan kompetensi. Langkah tersebut dinilai penting untuk membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Baca juga: Implementasikan Program Keberlanjutan, FIF Group Resmikan DSA Ketiga

Selain aspek inklusi, perusahaan juga menyoroti pentingnya membangun lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga kesejahteraan pekerja dalam jangka panjang.

Esther menegaskan bahwa penghargaan yang diraih bukan menjadi tujuan akhir, melainkan pengingat untuk terus menempatkan manusia sebagai pusat pengembangan organisasi.

"Pencapaian ini bukanlah titik akhir, melainkan pengingat untuk terus menempatkan manusia sebagai pusat perhatian," kata Esther.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
Pemerintah
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Pemerintah
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
LSM/Figur
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Pemerintah
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
LSM/Figur
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Pemerintah
Benarkah 'Remote Working' Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau