Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Formula 1 Kejar Target Ramah Lingkungan

Kompas.com, 20 Juni 2026, 19:28 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber knowesg

KOMPAS.com - Ajang balap mobil Formula 1 paling terkenal karena kecepatannya, teknologinya yang canggih, dan persaingannya yang sengit. Namun, di balik keseruan di lintasan balap, ajang mobil global ini juga sedang tancap gas untuk menjadi lebih ramah lingkungan.

Melansir Know ESG, Jumat (19/6/2026) ini telah memasang target besar, yaitu mencapai bebas polusi pada tahun 2030. Menurut Formula 1, kemajuan nyata sudah terlihat.

Jumlah emisi mereka telah turun sebesar 35 persen dibandingkan tahun 2018, termasuk penurunan 12 persen yang tercatat pada tahun 2025 kemarin dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Hebatnya lagi, pencapaian ini berhasil diraih justru di saat industri mereka sedang berkembang pesat. Jadwal balapan Formula 1 terus bertambah, dari yang tadinya hanya 21 balapan di tahun 2018 menjadi 24 balapan saat ini. Bertambahnya balapan otomatis membuat perjalanan dan pengiriman logistik keliling dunia menjadi jauh lebih banyak.

Faktor terbesar yang membantu penurunan polusi ini adalah penggunaan sertifikat bahan bakar penerbangan ramah lingkungan (SAF). Sertifikat ini memungkinkan sebuah organisasi untuk mendukung pembuatan serta penggunaan bahan bakar ramah lingkungan tersebut, sekaligus mendapatkan hak klaim atas pengurangan polusi yang dihasilkan.

Sejak tahun 2018, Formula 1 menyatakan telah menghapus lebih dari 80.000 ton polusi karbon berkat penggunaan SAF, peralihan ke tenaga listrik, serta alternatif rendah karbon lainnya.

Baca juga: Krisis Iklim Bisa Pangkas Pendapatan Industri Olahraga

Mengatur ulang pengiriman barang

Mengangkut mobil balap, peralatan tim, alat siaran televisi, hingga seluruh staf keliling benua masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar bagi Formula 1. Untuk mengatasinya, organisasi ini mendesain ulang strategi pengiriman barang mereka.

Formula 1 berencana memindahkan setengah dari peralatan siaran dan barang terkait lainnya menggunakan kapal laut atau lewat pusat logistik wilayah, guna mengurangi ketergantungan pada pesawat terbang.

Formula 1 bersama mitra logistiknya, DHL, juga terus meningkatkan investasi pada bahan bakar kapal laut yang ramah lingkungan serta memperbanyak penggunaan truk yang berbahan bakar nabati.

Ellen Jones, Kepala ESG di Formula 1, mengatakan bahwa kelestarian lingkungan kini menjadi pertimbangan utama dalam operasional balapan maupun pelaksanaan acara.

Ia menyebutkan bahwa peningkatan investasi pada bahan bakar yang lebih bersih dan solusi transportasi sangat membantu Formula 1 mengurangi polusi, sekaligus mendorong masyarakat luas untuk ikut menggunakan teknologi baru yang bermunculan ini.

Penyempurnaan lebih lanjut diharapkan terwujud melalui Program Operasional Balapan Masa Depan milik Formula 1 serta jadwal balapan yang diatur lebih rapi berdasarkan wilayah mulai tahun 2026 ini, yang dirancang untuk memperpendek jarak perjalanan antarnegara.

Formula 1 juga menggunakan acara balapan sebagai tempat uji coba bagi berbagai teknologi baru yang nantinya bisa bermanfaat bagi industri-industri lainnya.

Bekerja sama dengan penyedia solusi energi Aggreko, Formula 1 mulai memperbanyak penggunaan bahan bakar dari minyak nabati, sistem tenaga surya, serta baterai penyimpanan energi di balapan-balapan wilayah Eropa.

Sistem energi sementara ini membantu menurunkan polusi tanpa harus membangun fasilitas permanen yang mahal di sirkuit-sirkuit yang hanya menggelar acara beberapa kali dalam setahun.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
Pemerintah
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Pemerintah
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
LSM/Figur
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Pemerintah
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
LSM/Figur
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Pemerintah
Benarkah 'Remote Working' Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau