KOMPAS.com-Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena Super El Nino bisa membuat hasil pertanian dunia merugi hingga 342 miliar dolar AS. Hal ini menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi 500 juta petani kecil di seluruh dunia.
Angka kerugian pertanian yang sangat besar ini dihitung oleh perusahaan riset Risilience. Angka tersebut menunjukkan perkiraan nilai kerugian rata-rata dari 11 bahan pangan utama di dunia.
Melansir Independent, Minggu (21/6/2026) fenomena El Nino memengaruhi pola cuaca di seluruh bumi. Semakin kuat energinya, semakin rusak pula dampaknya terhadap kesehatan manusia, pertanian, dan fasilitas infrastruktur.
Para ahli cuaca memperkirakan bahwa menjelang musim dingin nanti, fenomena ini akan berubah menjadi El Nino yang "sangat kuat" atau yang sering disebut sebagai "Super El Niño".
Menurut Andrew William Coburn, seorang ahli penghitung risiko bencana dari Cambridge University sekaligus pimpinan Risilience, penelitian ini menjadi pengingat yang sangat tepat bagi masyarakat di negara-negara berkembang (Global South) yang hidupnya sangat bergantung pada air hujan untuk bertani.
Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Peluang Terjadinya El Nino
"Para petani kecil yang selama ini menyediakan berbagai bahan makanan untuk kita memang bisa melakukan hal-hal kecil untuk bertahan hidup. Namun, jika mereka tinggal di wilayah yang terkena dampak paling parah, mereka akan dihantam bahaya yang sangat besar," kata Dr. Coburn
"Kita harus segera membuat jaring pengaman sosial untuk melindungi mereka," paparnya.
Lebih lanjut, Dr. Coburn menjelaskan bahwa perkiraan kerugian uang dari Risilience didasarkan pada hitungan yang menggabungkan ramalan ilmu iklim, ilmu pertanian, dan teknologi kecerdasan buatan.
Hitungan tersebut fokus pada 11 bahan pangan utama termasuk biji-bijian, minyak, kopi, cokelat, susu, dan hewan ternak yang diperkirakan akan mengalami penurunan hasil panen hingga 14 persen selama cuaca ekstrem terjadi.
Skenario yang diperkirakan oleh Risilience menunjukkan bahwa harga bahan pangan pokok bisa melonjak naik sebesar 50 persen hingga 100 persen.
Selain itu, ada kemungkinan pemerintah India, Vietnam, dan Thailand akan melarang ekspor beras mereka. Aturan ini berpotensi menghilangkan jutaan ton beras dari pasar dunia.
Lembaga-lembaga bantuan memperingatkan bahwa krisis pangan global yang sebelumnya sudah terpukul parah akibat merosotnya bantuan dana dari negara-negara kaya kini bisa menjadi semakin buruk akibat Super El Niño.
Badan pangan PBB pun telah mengajukan permohonan dana darurat sebesar 202 juta dolar AS untuk melindungi 8,8 juta orang dari dampak El Niño. Dana ini akan digunakan untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum bencana iklim terjadi, seperti membuat sistem peringatan dini dan memberikan bantuan uang tunai langsung kepada para petani.
"Dengan El Niño yang sudah di depan mata, kita hanya punya sedikit waktu untuk bertindak agar keluarga-keluarga di luar sana tidak terpaksa menghadapi pilihan yang mustahil di kemudian hari," kata Carl Skau, pelaksana tugas direktur eksekutif Program Pangan Dunia (WFP).
"Kita tidak akan sanggup menanggung dampak buruk dari krisis pangan lainnya," ungkapnya lagi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya