Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Super El Nino Ancam Nasib 500 Juta Petani Global

Kompas.com, 22 Juni 2026, 19:03 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com-Penelitian terbaru menunjukkan bahwa fenomena Super El Nino bisa membuat hasil pertanian dunia merugi hingga 342 miliar dolar AS. Hal ini menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi 500 juta petani kecil di seluruh dunia.

Angka kerugian pertanian yang sangat besar ini dihitung oleh perusahaan riset Risilience. Angka tersebut menunjukkan perkiraan nilai kerugian rata-rata dari 11 bahan pangan utama di dunia.

Melansir Independent, Minggu (21/6/2026) fenomena El Nino memengaruhi pola cuaca di seluruh bumi. Semakin kuat energinya, semakin rusak pula dampaknya terhadap kesehatan manusia, pertanian, dan fasilitas infrastruktur.

Para ahli cuaca memperkirakan bahwa menjelang musim dingin nanti, fenomena ini akan berubah menjadi El Nino yang "sangat kuat" atau yang sering disebut sebagai "Super El Niño".

Lonjakan harga pangan

Menurut Andrew William Coburn, seorang ahli penghitung risiko bencana dari Cambridge University sekaligus pimpinan Risilience, penelitian ini menjadi pengingat yang sangat tepat bagi masyarakat di negara-negara berkembang (Global South) yang hidupnya sangat bergantung pada air hujan untuk bertani.

Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Bersiap Hadapi Peluang Terjadinya El Nino

"Para petani kecil yang selama ini menyediakan berbagai bahan makanan untuk kita memang bisa melakukan hal-hal kecil untuk bertahan hidup. Namun, jika mereka tinggal di wilayah yang terkena dampak paling parah, mereka akan dihantam bahaya yang sangat besar," kata Dr. Coburn

"Kita harus segera membuat jaring pengaman sosial untuk melindungi mereka," paparnya.

Lebih lanjut, Dr. Coburn menjelaskan bahwa perkiraan kerugian uang dari Risilience didasarkan pada hitungan yang menggabungkan ramalan ilmu iklim, ilmu pertanian, dan teknologi kecerdasan buatan.

Hitungan tersebut fokus pada 11 bahan pangan utama termasuk biji-bijian, minyak, kopi, cokelat, susu, dan hewan ternak yang diperkirakan akan mengalami penurunan hasil panen hingga 14 persen selama cuaca ekstrem terjadi.

Skenario yang diperkirakan oleh Risilience menunjukkan bahwa harga bahan pangan pokok bisa melonjak naik sebesar 50 persen hingga 100 persen.

Selain itu, ada kemungkinan pemerintah India, Vietnam, dan Thailand akan melarang ekspor beras mereka. Aturan ini berpotensi menghilangkan jutaan ton beras dari pasar dunia.

Lembaga-lembaga bantuan memperingatkan bahwa krisis pangan global yang sebelumnya sudah terpukul parah akibat merosotnya bantuan dana dari negara-negara kaya kini bisa menjadi semakin buruk akibat Super El Niño.

Bantuan untuk petani

Badan pangan PBB pun telah mengajukan permohonan dana darurat sebesar 202 juta dolar AS untuk melindungi 8,8 juta orang dari dampak El Niño. Dana ini akan digunakan untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum bencana iklim terjadi, seperti membuat sistem peringatan dini dan memberikan bantuan uang tunai langsung kepada para petani.

"Dengan El Niño yang sudah di depan mata, kita hanya punya sedikit waktu untuk bertindak agar keluarga-keluarga di luar sana tidak terpaksa menghadapi pilihan yang mustahil di kemudian hari," kata Carl Skau, pelaksana tugas direktur eksekutif Program Pangan Dunia (WFP).

"Kita tidak akan sanggup menanggung dampak buruk dari krisis pangan lainnya," ungkapnya lagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta
Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta
LSM/Figur
BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
Pemerintah
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
Pemerintah
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Pemerintah
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
LSM/Figur
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Pemerintah
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
LSM/Figur
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau