JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan banjir, gempa, hinga kekeringn melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kekeringan terjadi sejak Minggu (21/6/2026) imbas hari tanpa hujan (HTH) di musim kemarau.
"Dampaknya sekitar 350 kepala keluarga (KK) di Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, kekurangan air bersih. Sebagai upaya penanganan, pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).
Kondisi serupa terjadi di Klaen, Jawa Tengah, yang berdampak pada 1.986 KK atau 6.146 jiwa sulit mengakses air bersih.
Pada 22 Juni 2026, pemerintah daerah (pemda) menyalurkan sembilan tangki air bersih dengan total volume 45.000 liter kepada 207 KK atau 716 jiwa di Kecamatan Kemalang. Abdul menyebut, selama periode 15-22 Juni 2026 telah didistribusikan 97 tangki air bersih atau setara 485.000 liter kepada 6.862 orang.
BNPB juga melaporkan kebakaran hutan dan lahan Riau, dengan total luas lahan terbakar sejak 1 Januari-22 Juni 2026 mencapai 15.220 hektare.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Masih Guyur Sejumlah Daerah Sepekan ke Depan
"Di Sumatera Selatan, total luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 20 Juni 2026 mencapai sekitar 305 hektare dan tidak mengalami penambahan. Sementara itu, di Kalimantan Tengah luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 22 Juni 2026 mencapai sekitar 456 hektare, dengan tambahan luasan terbakar sebesar 0,05 hektare di Kabupaten Kotawaringin Timur dan 1,5 hektare di Kabupaten Sukamara," beber Abdul.
Memasuki musim kemarau di sebagian wilayah, BNPB lantas mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan ataupun karhutla. Pemda di area rawan kekeringan diminta memetakan sumber air alternatif, menyiapkan distribusi air bersih, serta mengoptimalkan upaya konservasi air.
"Terkait potensi karhutla, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta meningkatkan pengawasan pada wilayah-wilayah rawan kebakaran. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan memperkuat patroli darat, deteksi dini titik panas, dan kesiapan sarana pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran," ucap dia.
Di sisi lain, banjir rob sempat melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (20/6), yang berdampak pada 127 KK dan 73 rumah dan kini tela surut.
Banjir juga merendam Desa Muduran Candian, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur akibat hujan lebat pada Minggu sampai Senin, menyebabkan 37 KK terdampak.
Di Sulawesi Tengah, penanganan dampak gempa bumi yang terjadi pada Senin (16/6), masih terus dilakukan. Berdasarkan data terbaru, bencana tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, sekitar 3.262 KK atau 9.501 jiwa terdampak, 81 warga mengalami luka ringan dan 14 warga luka berat.
"Kerusakan permukiman masih dalam proses pendataan dengan rincian sementara mencapai 3.846 unit rumah rusak ringan, 1.120 unit rumah rusak sedang, dan 214 unit rumah rusak berat. Hingga 21 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 1.149 gempa susulan di wilayah terdampak," tutu Abdul.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun menetapkan status tanggap darurat pada 17-23 Juni 2026.
"BNPB mengimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi," imbuh dia.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya