Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPB University Pamerkan Inovasi Hasil Riset untuk Petani dan Nelayan di PENAS XVII Gorontalo

Kompas.com, 26 Juni 2026, 19:27 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - IPB University memamerkan berbagai inovasi hasil riset yang telah memasuki tahap hilirisasi pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, 20–25 Juni 2026.

Beragam teknologi dan produk tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan petani, nelayan, pelaku usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Partisipasi IPB University dalam ajang tersebut menjadi upaya memperlihatkan bahwa hasil penelitian di perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Baca juga: Ekonom IPB: Pembangunan Terlalu Fokus pada Angka, Abaikan Aspek Moral dan Tata Kelola

Produk yang dipamerkan mencakup inovasi di bidang pangan, pertanian, kelautan dan perikanan, kesehatan, hingga produk perawatan diri berbasis sumber daya hayati Indonesia.

Pada sektor pangan, IPB University memperkenalkan sejumlah produk yang dikembangkan untuk mendukung pola konsumsi yang lebih sehat sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Beberapa di antaranya adalah tempe beku higienis yang memiliki daya simpan lebih panjang untuk pasar ekspor, garam berbahan rumput laut dengan kandungan natrium lebih rendah, mi berbahan sagu bebas gluten, hingga beras analog berbahan rumput laut dan sorgum sebagai alternatif pangan yang lebih sehat.

Sementara itu, pada sektor pertanian dan perikanan, berbagai teknologi yang dipamerkan difokuskan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya.

Inovasi tersebut antara lain berupa probiotik dan mikroba untuk memperbaiki kualitas air tambak, teknologi pengendalian penyakit pada budidaya udang, pupuk hayati, biofertilizer yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, hingga perangkat identifikasi cepat spesies hiu dan pari yang dilindungi guna mendukung ketertelusuran produk perikanan.

Berbagai inovasi tersebut dirancang agar dapat diterapkan secara langsung oleh petani dan nelayan sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, serta mengurangi dampak terhadap lingkungan.

Inovasi kesehatan

Selain mendukung sektor produksi pangan, IPB University juga menampilkan sejumlah inovasi di bidang kesehatan, seperti suplemen minyak ikan kaya omega-3 dan produk nutrisi untuk mendukung kesehatan otak dan mata.

Di bidang kosmetik, perguruan tinggi tersebut memperkenalkan berbagai produk berbahan dasar rumput laut, mulai dari masker wajah, losion, krim, hingga serum kolagen hasil pengembangan biomaterial berbasis sumber daya laut.

Baca juga: Mengapa Telur Ayam Ukuran Besar Lebih Murah? Ini Kata Pakar IPB

Keikutsertaan IPB University pada PENAS XVII menegaskan pentingnya hilirisasi riset sebagai jembatan antara hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat.

Melalui pengembangan inovasi yang siap diterapkan, perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, memperkuat daya saing produk nasional, serta mendorong pembangunan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Ajang PENAS Petani Nelayan XVII juga menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk memperkenalkan teknologi yang dapat mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan sekaligus memperluas kolaborasi dengan petani, nelayan, pemerintah, maupun dunia usaha.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
Pemerintah
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Pemerintah
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
LSM/Figur
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Pemerintah
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
LSM/Figur
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Pemerintah
Benarkah 'Remote Working' Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau