JAKARTA, KOMPAS.com – Aspek keberlanjutan (sustainability) dinilai semakin penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain mengejar keuntungan, pelaku usaha didorong mulai memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan bisnisnya.
Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, mengatakan aspek keberlanjutan menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan dalam penilaian proposal bisnis pada program pemberdayaan UMKM perempuan SisBerdaya 2026.
"Aspek sustainability ada di dalam kriteria juri, salah satu metrik penilaian," ujar Olavina usai kegiatan SisBerdaya & DisBerdaya 2026 Journalist Immersion Workshop di Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Baca juga: Lestari Summit 2026, Hadirkan Isu Keberlanjutan yang Dekat dengan Masyarakat
Menurut dia, dalam dua tahun terakhir semakin banyak pelaku UMKM yang mengembangkan produk dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku. Salah satu penerima penghargaan pada SisBerdaya tahun lalu, misalnya, memproduksi boneka dari kain perca bekas. Ada pula pelaku usaha yang membuat suvenir berbahan kulit dengan pewarna alami dari ampas kopi.
"Dia menggunakan sampah sebagai bahan utamanya. Ada juga yang membuat merchandise berbahan kulit yang diwarnai menggunakan ampas kopi dari limbah industri kopi," kata Olavina.
Ia menjelaskan, pemanfaatan limbah tersebut memang bukan bentuk pengelolaan sampah secara konvensional. Namun, pendekatan tersebut menjadi nilai tambah bagi produk sekaligus menunjukkan kepedulian pelaku usaha terhadap lingkungan.
Menurut Olavina, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan prinsip keberlanjutan melalui langkah sederhana, seperti mengurangi limbah produksi atau merancang proses usaha yang menghasilkan lebih sedikit sampah.
"Mau bisnis brand baju yang minim waste, minim sisa jadi lebih baik untuk lingkungan. Atau produk saya sampahnya sedikit ketika produksi dan setiap tahun berkurang sampahnya. Itu sudah dampak lingkungan yang luar biasa," ujarnya.
Ia menambahkan, konsumen saat ini, khususnya generasi muda, mulai mempertimbangkan nilai dan tujuan sebuah merek, termasuk komitmennya terhadap isu sosial maupun lingkungan.
Baca juga: Lestari Kompas Gramedia Beri Edukasi Keberlanjutan di Sekolah Binaan Pertamina
Selain dampak lingkungan, Olavina menilai sebagian besar pelaku UMKM perempuan sebenarnya telah memberikan kontribusi sosial melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Ia mencontohkan salah satu peserta SisBerdaya 2025 di Solok, Sumatera Barat, yang mengembangkan usaha rendang dengan memberdayakan perempuan lanjut usia di sekitar tempat tinggalnya sebagai tenaga produksi.
Meski demikian, menjaga keberlangsungan usaha masih menjadi tantangan terbesar bagi banyak pelaku UMKM perempuan.
"Biasanya mereka menjalankan banyak peran sekaligus, mengurus usaha, rumah tangga, bahkan ada yang masih memiliki pekerjaan formal. Tantangan terbesarnya adalah menjaga keberlangsungan usaha agar tetap berkembang dan mampu bersaing," kata Olavina.
Pada penyelenggaraan SisBerdaya 2026, lebih dari 6.800 pelaku UMKM mendaftar. Mayoritas peserta berasal dari sektor makanan dan minuman, disusul usaha fesyen, kerajinan tangan, serta kecantikan dan jasa.
Baca juga: Saat Keberlanjutan Memberi Dampak pada Bisnis...
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 peserta terpilih mengikuti tahap pendampingan untuk memperkuat model bisnis, strategi pengembangan usaha, hingga kemampuan mempresentasikan proposal di hadapan dewan juri. Program ini juga memberikan dukungan pendanaan bagi finalis terpilih untuk mengembangkan usahanya.
Program SisBerdaya diselenggarakan DANA Indonesia bersama Ant International Foundation sejak 2023 sebagai upaya memperkuat kapasitas UMKM perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi. Sejak 2024, program ini diperluas melalui DisBerdaya yang menyasar perempuan penyandang disabilitas sebagai pelaku UMKM.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya