Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UMKM Perlu Mulai Perhatikan Aspek Keberlanjutan

Kompas.com, 27 Juni 2026, 09:59 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Aspek keberlanjutan (sustainability) dinilai semakin penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain mengejar keuntungan, pelaku usaha didorong mulai memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan bisnisnya.

Director of Communications DANA Indonesia, Olavina Harahap, mengatakan aspek keberlanjutan menjadi salah satu indikator yang dipertimbangkan dalam penilaian proposal bisnis pada program pemberdayaan UMKM perempuan SisBerdaya 2026.

"Aspek sustainability ada di dalam kriteria juri, salah satu metrik penilaian," ujar Olavina usai kegiatan SisBerdaya & DisBerdaya 2026 Journalist Immersion Workshop di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Lestari Summit 2026, Hadirkan Isu Keberlanjutan yang Dekat dengan Masyarakat

Menurut dia, dalam dua tahun terakhir semakin banyak pelaku UMKM yang mengembangkan produk dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku. Salah satu penerima penghargaan pada SisBerdaya tahun lalu, misalnya, memproduksi boneka dari kain perca bekas. Ada pula pelaku usaha yang membuat suvenir berbahan kulit dengan pewarna alami dari ampas kopi.

"Dia menggunakan sampah sebagai bahan utamanya. Ada juga yang membuat merchandise berbahan kulit yang diwarnai menggunakan ampas kopi dari limbah industri kopi," kata Olavina.

Ia menjelaskan, pemanfaatan limbah tersebut memang bukan bentuk pengelolaan sampah secara konvensional. Namun, pendekatan tersebut menjadi nilai tambah bagi produk sekaligus menunjukkan kepedulian pelaku usaha terhadap lingkungan.

Menurut Olavina, pelaku UMKM dapat mulai menerapkan prinsip keberlanjutan melalui langkah sederhana, seperti mengurangi limbah produksi atau merancang proses usaha yang menghasilkan lebih sedikit sampah.

"Mau bisnis brand baju yang minim waste, minim sisa jadi lebih baik untuk lingkungan. Atau produk saya sampahnya sedikit ketika produksi dan setiap tahun berkurang sampahnya. Itu sudah dampak lingkungan yang luar biasa," ujarnya.

Ia menambahkan, konsumen saat ini, khususnya generasi muda, mulai mempertimbangkan nilai dan tujuan sebuah merek, termasuk komitmennya terhadap isu sosial maupun lingkungan.

Baca juga: Lestari Kompas Gramedia Beri Edukasi Keberlanjutan di Sekolah Binaan Pertamina

Selain dampak lingkungan, Olavina menilai sebagian besar pelaku UMKM perempuan sebenarnya telah memberikan kontribusi sosial melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Ia mencontohkan salah satu peserta SisBerdaya 2025 di Solok, Sumatera Barat, yang mengembangkan usaha rendang dengan memberdayakan perempuan lanjut usia di sekitar tempat tinggalnya sebagai tenaga produksi.

Tantangan besar

Meski demikian, menjaga keberlangsungan usaha masih menjadi tantangan terbesar bagi banyak pelaku UMKM perempuan.

"Biasanya mereka menjalankan banyak peran sekaligus, mengurus usaha, rumah tangga, bahkan ada yang masih memiliki pekerjaan formal. Tantangan terbesarnya adalah menjaga keberlangsungan usaha agar tetap berkembang dan mampu bersaing," kata Olavina.

Pada penyelenggaraan SisBerdaya 2026, lebih dari 6.800 pelaku UMKM mendaftar. Mayoritas peserta berasal dari sektor makanan dan minuman, disusul usaha fesyen, kerajinan tangan, serta kecantikan dan jasa.

Baca juga: Saat Keberlanjutan Memberi Dampak pada Bisnis...

Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 peserta terpilih mengikuti tahap pendampingan untuk memperkuat model bisnis, strategi pengembangan usaha, hingga kemampuan mempresentasikan proposal di hadapan dewan juri. Program ini juga memberikan dukungan pendanaan bagi finalis terpilih untuk mengembangkan usahanya.

Program SisBerdaya diselenggarakan DANA Indonesia bersama Ant International Foundation sejak 2023 sebagai upaya memperkuat kapasitas UMKM perempuan melalui pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan teknologi. Sejak 2024, program ini diperluas melalui DisBerdaya yang menyasar perempuan penyandang disabilitas sebagai pelaku UMKM.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Pemerintah
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Pemerintah
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
Pemerintah
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Pemerintah
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
LSM/Figur
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Pemerintah
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Pemerintah
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
LSM/Figur
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Mobil Listrik Murah Bermunculan, Penjualan EV di Eropa Tembus 1,6 Juta Unit
Pemerintah
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
92 Persen Sampah di Sungai Berakhir di Pantai, Tertinggi Jakarta dan Bali
LSM/Figur
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Dorong Hilirisasi, Bappenas Luncurkan Peta Jalan Pembangunan Rumput Laut Terintegrasi 2026–2030
Pemerintah
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Asap Karhutla Indonesia Bikin Singapura Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Perdagangan Global Tembus Rp 560 Kuadriliun di Tengah Berbagai Konflik
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau