KOMPAS.com - Microsoft mengumumkan keberhasilan penting dalam menjaga kelestarian air, termasuk pencapaian status “water positive” pada tahun 2025.
Itu berarti perusahaan berhasil mengembalikan lebih banyak air bersih ke alam daripada yang mereka gunakan di seluruh operasional global mereka tahun lalu.
Melansir ESG Today, Kamis (25/6/2026) pencapaian ini diraih beberapa tahun lebih cepat dari target awal mereka, yaitu tahun 2030, yang sempat ditetapkan pada 2020 lalu.
Pengumuman ini muncul di tengah besarnya tekanan bagi perusahaan teknologi untuk mengurangi kekhawatiran masyarakat terkait dampak pusat data mereka yang terus meluas terhadap ketersediaan air dan energi lokal.
Sebelumnya, Google dan Amazon juga telah mengumumkan komitmen serta pencapaian mereka untuk menuju target water positive masing-masing.
Baca juga: Amazon Capai 75 Persen Target Penghematan Air Pusat Data
“Seiring dengan terus meningkatnya permintaan akan layanan komputasi awan dan AI, pusat data menjadi semakin penting dari sebelumnya. Di sisi lain, masyarakat juga ingin lebih memahami bagaimana infrastruktur ini memengaruhi sumber daya lokal, khususnya air,” ungkap Judy Priest, CVP dan CTO Cloud Operations & Innovation Microsoft.
Selain berhasil mencapai status water positive, Microsoft juga mengungkapkan bahwa mereka telah melewati separuh jalan menuju target efisiensi air mereka.
Targetnya adalah meningkatkan efisiensi penggunaan air pusat data sebesar 40 persen pada tahun 2030 dibandingkan data tahun 2022. Hingga tahun 2025, Microsoft sudah berhasil menghemat penggunaan air tersebut sebesar 25 persen.
Microsoft menjelaskan beberapa upaya yang telah dilakukan untuk mencapai target hemat air ini.
Baca juga: PBB Desak Raksasa Teknologi Transparan Soal Dampak Lingkungan dari AI
Fokus utamanya adalah inovasi pada teknologi pendingin, yang menurut perusahaan telah berhasil menghemat penggunaan air hingga hampir 90 persen dibandingkan generasi pertama pusat data mereka pada awal tahun 2000-an.
Salah satu inovasi pentingnya adalah desain baru pusat data yang diumumkan pada tahun 2024. Desain ini sama sekali tidak menggunakan air tambahan untuk mendinginkan mesin selama beroperasi.
Caranya adalah dengan menggunakan teknologi pendingin cair berbasis sistem tertutup. Air hanya dimasukkan sekali saat pusat data sedang dibangun. Lalu air tersebut akan terus diputar di antara server dan mesin pendingin untuk membuang panas tanpa perlu pasokan air bersih yang baru.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya