KOMPAS.com - Beberapa produsen AC terkemuka di China kini bekerja siang dan malam demi memenuhi lonjakan besar permintaan AC portable split yang laris manis akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa.
Midea, salah satu produsen AC asal China mengatakan pabrik mereka di Shunde, Provinsi Guangdong saat ini beroperasi 24 jam penuh untuk menggenjot produksi AC.
Melansir Global Times, Sabtu (27/6/2026) perusahaan tersebut menyatakan bahwa unit-unit AC ini dikirim dengan cepat ke Eropa menggunakan kereta barang rute China-Eropa agar bisa mengejar sisa musim panas yang sedang berada di puncaknya.
"Kami melihat pertumbuhan penjualan yang sangat kuat di sebagian wilayah Eropa Barat. Penjualan AC kami di negara-negara yang dulunya jarang menggunakan AC seperti Perancis, Spanyol, Jerman, dan Inggris, semuanya melonjak lebih dari 70 persen dibanding tahun lalu," kata pihak Midea.
Baca juga: Tak Pandang Usia, Gelombang Panas Ancam Kesehatan Orang Muda dan Tua
Selain Midea, merek elektronik besar China lainnya seperti Gree dan TCL juga ikut menggenjot produksi AC portabel serupa.
Popularitas yang melonjak tajam ini terjadi karena Eropa sedang dilanda gelombang panas ekstrem, yang membuat masyarakat berbondong-bondong mencari alat pendingin ruangan yang efisien.
Suhu udara memecahkan rekor tertinggi bulan Juni di Jerman, Belgia, dan Belanda. Sementara itu jumlah korban jiwa akibat gelombang panas ini terus meningkat di Spanyol dan Perancis.
Selama ini, tingkat penggunaan AC di Eropa tergolong sangat rendah. Di kota Paris dan kawasan bersejarah lainnya, banyak bangunan yang dilindungi oleh aturan ketat yang melarang pelubangan dinding luar untuk memasang AC split biasa.
Selain itu, biaya pemasangan oleh teknisi profesional sering kali lebih mahal daripada harga AC-nya sendiri. Menurut laporan media, alasan-alasan inilah yang membuat konsumen di sana selalu ragu untuk membeli AC selama bertahun-tahun.
Ekspor AC China ke Eropa
Di media sosial, ada banyak komentar positif yang memuji alat pendingin buatan China karena harganya yang terjangkau dan praktis. Seorang warganet asal Jerman bahkan membuat situs web khusus agar orang-orang bisa memantau ketersediaan stok AC PortaSplit dari Midea.
Salah satu pembeli bercerita bahwa ia menghabiskan waktu dua hari mencari AC tersebut di seluruh wilayah Uni Eropa. Ia akhirnya rela menyetir sejauh 200 kilometer demi membeli unit terakhir yang tersisa, itu pun dengan harga yang sudah naik 100 euro.
Berdasarkan data OEC, China mengekspor AC senilai 27,2 miliar dolar AS pada tahun 2025, yang mencakup hampir 40 persen dari total ekspor global. Angka ini menegaskan posisi dominan China dalam rantai pasokan alat pendingin dunia.
Selain AC, berbagai produk pendingin buatan China lainnya mulai dari topi surya yang dilengkapi kipas angin, kipas genggam, hingga selimut pendingin juga ikut populer di Eropa.
Baca juga: Rekor Baru, Gelombang Panas Eropa Catat Suhu dan Kelembapan Tertinggi
Liu Dingding, seorang pengamat internet mengungkapkan populernya AC portabel dan produk pendingin asal China ini didorong oleh kebutuhan konsumen serta desain produk inovatif yang memang pas dengan kebutuhan warga lokal.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya