Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Gelombang Panas Eropa, Pabrik AC di China Beroperasi 24 Jam

Kompas.com, 29 Juni 2026, 16:06 WIB
Monika Novena,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Beberapa produsen AC terkemuka di China kini bekerja siang dan malam demi memenuhi lonjakan besar permintaan AC portable split yang laris manis akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa.

Midea, salah satu produsen AC asal China mengatakan pabrik mereka di Shunde, Provinsi Guangdong saat ini beroperasi 24 jam penuh untuk menggenjot produksi AC.

Melansir Global Times, Sabtu (27/6/2026) perusahaan tersebut menyatakan bahwa unit-unit AC ini dikirim dengan cepat ke Eropa menggunakan kereta barang rute China-Eropa agar bisa mengejar sisa musim panas yang sedang berada di puncaknya.

"Kami melihat pertumbuhan penjualan yang sangat kuat di sebagian wilayah Eropa Barat. Penjualan AC kami di negara-negara yang dulunya jarang menggunakan AC seperti Perancis, Spanyol, Jerman, dan Inggris, semuanya melonjak lebih dari 70 persen dibanding tahun lalu," kata pihak Midea.

Baca juga: Tak Pandang Usia, Gelombang Panas Ancam Kesehatan Orang Muda dan Tua

Selain Midea, merek elektronik besar China lainnya seperti Gree dan TCL juga ikut menggenjot produksi AC portabel serupa.

Gelombang panas di Eropa

Popularitas yang melonjak tajam ini terjadi karena Eropa sedang dilanda gelombang panas ekstrem, yang membuat masyarakat berbondong-bondong mencari alat pendingin ruangan yang efisien.

Suhu udara memecahkan rekor tertinggi bulan Juni di Jerman, Belgia, dan Belanda. Sementara itu jumlah korban jiwa akibat gelombang panas ini terus meningkat di Spanyol dan Perancis.

Selama ini, tingkat penggunaan AC di Eropa tergolong sangat rendah. Di kota Paris dan kawasan bersejarah lainnya, banyak bangunan yang dilindungi oleh aturan ketat yang melarang pelubangan dinding luar untuk memasang AC split biasa.

Selain itu, biaya pemasangan oleh teknisi profesional sering kali lebih mahal daripada harga AC-nya sendiri. Menurut laporan media, alasan-alasan inilah yang membuat konsumen di sana selalu ragu untuk membeli AC selama bertahun-tahun.

Ekspor AC China ke Eropa

Di media sosial, ada banyak komentar positif yang memuji alat pendingin buatan China karena harganya yang terjangkau dan praktis. Seorang warganet asal Jerman bahkan membuat situs web khusus agar orang-orang bisa memantau ketersediaan stok AC PortaSplit dari Midea.

Salah satu pembeli bercerita bahwa ia menghabiskan waktu dua hari mencari AC tersebut di seluruh wilayah Uni Eropa. Ia akhirnya rela menyetir sejauh 200 kilometer demi membeli unit terakhir yang tersisa, itu pun dengan harga yang sudah naik 100 euro.

Berdasarkan data OEC, China mengekspor AC senilai 27,2 miliar dolar AS pada tahun 2025, yang mencakup hampir 40 persen dari total ekspor global. Angka ini menegaskan posisi dominan China dalam rantai pasokan alat pendingin dunia.

Selain AC, berbagai produk pendingin buatan China lainnya mulai dari topi surya yang dilengkapi kipas angin, kipas genggam, hingga selimut pendingin juga ikut populer di Eropa.

Baca juga: Rekor Baru, Gelombang Panas Eropa Catat Suhu dan Kelembapan Tertinggi

Liu Dingding, seorang pengamat internet mengungkapkan populernya AC portabel dan produk pendingin asal China ini didorong oleh kebutuhan konsumen serta desain produk inovatif yang memang pas dengan kebutuhan warga lokal.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta
Program PHINLA Ubah 283 Ton Sampah Jadi Sumber Pendapatan Warga Jakarta
LSM/Figur
BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
BRIN: Papua Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Indonesia, Simpan Ribuan Spesies Endemik
Pemerintah
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
Pemerintah
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Pemerintah
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
LSM/Figur
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Pemerintah
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
LSM/Figur
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau