Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suku Osing Desa Kemiren Banyuwangi Sulap Budaya Jadi Sumber Cuan

Kompas.com, 30 Juni 2026, 07:57 WIB
Zintan Prihatini,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Masyarakat Suku Osing di Desa Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berhasil mengubah kekayaan budaya menjadi sumber penghasilan.

Pengembangan Desa Wisata Kemiren bermula dari upaya masyarakat mempertahankan budaya Suku Osing agar tidak tergerus modernisasi.

Kendati, mayoritas warga Kemiren masih bekerja sebagai petani padi. 

"Mayoritas petani padi. Masuk di bidang wisata ini sebetulnya salah satu cara yang saat ini relevan dengan keadaan pertanian yang tidak pasti. Pariwisata bisa memberikan cara mendapatkan pendapatan yang lebih mudah dan stabil," ungkap Penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren, Mohammad Edy Saputro, saat ditemui di Desa Kemiren, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Mencairnya Es di Artik Lepas Polusi dan Bisa Hancurkan Warisan Budaya

Dia menambahkan bahwa pengelolaan Desa Wisata Kemiren dilakukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sejak 2022, dengan berbagai aktivitas wisata berbasis budaya melalui paket wisat membatik, mengolah kopi, menikmati tari Gandrung, mencicipi kuliner khas Osing, hingga menginap di rumah warga atau homestay.

"Homestay bukan kami manajemennya, homestay itu milik warga. Kami hanya membantu untuk memasarkan, kami bantu menawarkan," imbuh Edy.

Sepanjang 2025 tercatat sebanyak 3.683 wisatawan domestik dan 114 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Desa Wisata Kemiren. Edy menyampaikan, hingga pertengahan 2026 total reservasi mencapai 3.143 wisatawan domestik dan 135 wisatawan asing.

Penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren, Mohammad Edy Saputro, Jumat (26/6/2026). KOMPAS.com Penggerak Desa Sejahtera Astra (DSA) Kemiren, Mohammad Edy Saputro, Jumat (26/6/2026).

Dalam satu tahun, laba kotor dari desa wisata di timur Pulau Jawa ini bisa menembus Rp 500-Rp 700 juta. Mayoritas pendapatan langsung diberikan kepada pemilik homestay.

"Sisanya (pendapatan) ya untuk tutor-tutor edukasi, pemandu wisata, ini profitnya mungkin enggak sampai 10 persen karena memang kami memaksimalkan warga dapat semuanya, keuntungan. Karena memang ini kami bikin bersama, yang (uang) penting ada, kami enggak rugi," beber Edy.

Keberhasilan Desa Kemiren dalam mengembangkan wisata budaya diperkuat dengan program Desa Sejahtera Astra sejak 2024. Edy menyebut, sejak saat itu pengembangan desa menyentuh bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. 

Baca juga: Uniknya Tradisi Kebo-keboan Banyuwangi, Warga Berubah Jadi Kerbau

Di bidang kesehatan, desa ini menjalankan kegiatan Posyandu bersama kader PKK. Sementara, di sektor pendidikan dibentuk berbagai program pembelajaran dan ruang bermain anak. Di bidang lingkungan, masyarakat mulai memberlakukan pemilahan sampah non organik serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Potensi Desa dari Pelestarian Budaya

Head of Corporate Communications PT Astra International Tbk, Windy Riswantyo menjelaskan Desa Sejahtera Astra Kemiren mengembangkan potensi unggulan berupa Desa Wisata Adat Osing Kemiren yang berkelanjutan dengan mengangkat kekayaan budaya masyarakat Osing sebagai suku asli Banyuwangi.

Warisan budaya tersebut masih terjaga, mulai dari tradisi Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, kuliner khas, musik tradisional, hingga arsitektur rumah adat Osing.

"Desa Sejahtera Astra Kemiren merupakan living museum bagi suku Osing yang secara konsisten melestarikan kebudayaan Osing seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, Kuliner Lokal, Musik Tradisional dan Arsitektur Osing," tutur dia.

Baca juga: Kurangi Macet dan Polusi, Astra Ajak Karyawan Gunakan Transportasi Umum

Pembinaan melalui bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, telah menjangkau sekitar 300 warga. Windy menyebutkan, pertumbuhan sektor wisata juga membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui 50 homestay dengan total 92 kamar, serta 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi.

Sejak 2019, Desa Sejahtera Astra Kemiren pun meraih berbagai apresiasi di bidang pariwisata dan budaya di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Penghargaan Wonderful Indonesia Impact dan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) oleh Kementerian Pariwisata, dan ASEAN Tourism Award 2025.

Program DSA sendiri merupakan bagian dari kontribusi sosial perusahaan yang menjangkau lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Pemerintah
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
LSM/Figur
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
LSM/Figur
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
Pemerintah
Ketika AI 'Haus' Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
Ketika AI "Haus" Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau