Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Studi: Karyawan Proaktif Ber-EQ Tinggi Punya Kinerja Lebih Baik

Kompas.com, 30 Juni 2026, 09:34 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Studi terbaru dari Departemen Psikologi di Lingnan University menemukan bahwa karyawan yang aktif mencari peluang, mau belajar, dan punya kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi, terbukti bekerja jauh lebih baik dan lebih bersemangat.

Tim peneliti menjelaskan bahwa kombinasi sifat tersebut membantu karyawan menciptakan peluang yang lebih baik untuk perkembangan karier jangka panjang mereka di dunia kerja yang rumit. Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam Journal of Business and Psychology.

Melansir Phys, Jumat (26/6/2026) penelitian yang dilakukan oleh Prof. Wang Huatian, asisten profesor riset di Departemen Psikologi Lingnan University bersama Eindhoven University of Technology di Belanda ini melakukan studi dari September 2020 hingga Desember 2022 di lingkungan rumah sakit.

Selama empat minggu berturut-turut, penelitian ini melibatkan 368 karyawan medis termasuk dokter, perawat, dan staf administrasi di 42 departemen yang berbeda di tiga rumah sakit umum di Provinsi Shandong, Cina. Para peserta memiliki usia rata-rata 34,9 tahun dan rata-rata masa kerja 9,7 tahun.

Baca juga: 13 Perusahaan Global PHK Karyawan karena Kehadiran AI

Penilaian karyawan

Setiap minggu, mereka diminta mengisi formulir penilaian untuk mencatat kinerja mereka sendiri. Hal yang dicatat meliputi apakah mereka telah bertindak proaktif, semangat mereka dalam bekerja, serta penilaian mandiri terhadap performa kerja mereka.

Tim peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok yakni karyawan jabatan tinggi dan karyawan jabatan rendah.

Mereka kemudian menggunakan indikator nyata, seperti lama masa kerja dan jumlah pendapatan, untuk menganalisis perbedaan status sosial di dalam kelompok kerja tersebut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tim kerja yang memiliki perbedaan masa kerja dan pendapatan yang mencolok, karyawan junior yang aktif mencari bimbingan, saran, dan peluang dari senior atau atasan mereka, menunjukkan kinerja dan semangat kerja yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, efek ini tidak terlalu kuat pada karyawan yang memiliki jabatan lebih tinggi.

Selain itu, karyawan dengan kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi lebih sukses mendapatkan bantuan atau peluang yang mereka cari.

Kemampuan EQ ini contohnya seperti bisa membaca situasi, memahami emosi orang lain, tahu waktu yang tepat untuk berbicara, serta mampu menyampaikan sesuatu dengan cara dan pilihan kata yang pas agar tidak terjadi kesalahpahaman atau konflik.

Tantangan lebih besar bagi staf junior

Wang menjelaskan, dalam kerja sama antar-tim di tempat kerja, karyawan junior memang sering kali berada di posisi yang kurang menguntungkan karena kurangnya pengaruh dan sumber daya.

Namun, mereka bisa membalikkan keadaan ini dengan memanfaatkan EQ yang kuat dan aktif menciptakan peluang sendiri.

Dengan melihat jarak jabatan dengan senior sebagai kesempatan untuk belajar, karyawan junior bisa mempercepat pertumbuhan mereka, mengumpulkan pengalaman kerja lebih cepat, dan memperluas jaringan profesional.

Hal ini bisa meningkatkan nilai dan kehadiran mereka di mata tim, sekaligus membuka jalan yang lebih baik untuk perkembangan karier mereka di masa depan.

"Meskipun penelitian ini dilakukan di lingkungan rumah sakit, hasilnya memberikan masukan berharga yang bisa diterapkan di berbagai jenis tempat kerja," terang Wang.

Baca juga: Gen Z dan Karyawan Senior Berpengalaman Makin Sulit Cari Kerja

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
BRIN: Alih Fungsi Lahan hingga Overtourism Jadi Ancaman Keanekaragaman Hayati di Jawa
Pemerintah
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
Pemerintah
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
LSM/Figur
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Pemerintah
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
Manisnya Gula Aren di Kaki Gede-Pangrango, yang Lahir dari Tradisi Memahami Karakter Pohon
LSM/Figur
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Weda Bay Nickel Reklamasi 223 Hektare Lahan Pascatambang
Swasta
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan
Pemerintah
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Aturan Emisi Diperketat, Truk Berat di Korsel Wajib Pangkas Polusi
Pemerintah
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Daito Class Batch 2 Resmi Dibuka, Unsika dan Mitra Jepang Siapkan Talenta Indonesia Berkarier di Industri Konstruksi Global
Swasta
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Smart-Go, Bank Sampah Digital yang Tumbuh dari Sekolah dan Menjangkau Masyarakat
Swasta
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
Peneliti Kembangkan Cara Ubah Sampah Plastik Campuran Jadi Hidrogen Bersih
LSM/Figur
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
Perdagangan Karbon Berpotensi Jadi Klaster Kejahatan Baru Sektor Kehutanan
LSM/Figur
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
Sebanyak 41,5 Juta Hektar Tutupan Hutan Berisiko Mengalami Deforestasi
LSM/Figur
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
Pemerintah
Benarkah 'Remote Working' Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Benarkah "Remote Working" Bisa Kurangi Emisi Karbon?
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau