Pada tahun 2025, besarnya produksi listrik dari energi terbarukan ini berhasil menekan penggunaan batu bara hingga mengalami penurunan pertama dalam sepuluh tahun. Menurut lembaga think tank Agora Energy, porsi batu bara dalam bauran energi listrik China pun sempat turun menjadi 51,4 persen tahun lalu.
Secara hitung-hitungan, penurunan batu bara tahun lalu juga terbantu oleh pertumbuhan total permintaan listrik China yang melambat menjadi 5 persen pada tahun 2025. Angka ini turun dari tahun 2024 yang mencapai hampir 7 persen akibat lonjakan aktivitas ekonomi setelah pemulihan pandemi.
Baca juga: Studi Ungkap Hambatan Sulitnya Pensiunkan PLTU Batu Bara di Indonesia
Matt Owen, seorang analis sistem energi dari lembaga think tank Ember, menjelaskan agar penggunaan bahan bakar fosil bisa turun tahun ini, pertumbuhan energi bersih harus lebih tinggi daripada pertumbuhan permintaan listrik yang diperkirakan akan naik lagi sebesar 5 persen atau lebih.
Namun, Owen menambahkan bahwa pertumbuhan produksi energi terbarukan justru melambat pada tahun 2026 dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh rendahnya produksi listrik dari angin, kurang optimalnya pemanfaatan tenaga surya di provinsi-provinsi bagian barat China, serta melambatnya pemasangan pembangkit listrik baru jika dibandingkan dengan tahun 2025.
"Selain itu, karena China terus membangun pembangkit listrik batu bara baru setiap tahun, negara ini secara tidak langsung tergantung pada sejumlah produksi listrik dari batu bara, ujar Qi Qin, analis dari Centre for Research on Energy and Clean Air yang berbasis di Helsinki.
"Banyak pembangkit listrik batu bara yang menggunakan kontrak jangka menengah dan panjang untuk menjamin volume produksi yang tinggi setiap tahunnya. Hal inilah yang membuat energi terbarukan semakin sulit untuk menggeser posisi batu bara," kata Qin.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya