KOMPAS.com - Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa Bumi kemungkinan memiliki sekitar 14,2 juta hingga 20,3 juta jenis spesies serangga. Angka ini jauh lebih tinggi daripada perkiraan lama yang selama ini diyakini, yaitu sekitar 6 juta jenis.
Namun, melansir Down to Earth, Senin (6/7/2026) hingga saat ini para ilmuwan baru berhasil mencatat dan menjelaskan sekitar 1,2 juta jenis serangga secara resmi.
Artinya, sebagian besar serangga di Bumi masih menjadi misteri. Studi baru ini menegaskan betapa banyaknya hal yang belum kita ketahui dan menunjukkan betapa pentingnya mendata keanekaragaman serangga sebelum mereka telanjur punah.
Dalam studi ini peneliti melakukan pendataan serangga secara besar-besaran di Area de Conservacion Guanacaste (ACG), sebuah kawasan cagar alam seluas 169.000 hektare di bagian barat laut Kosta Rika, Amerika Tengah.
Kawasan ini memiliki hutan kering, hutan kabut, dan hutan hujan, menjadikannya salah satu laboratorium alam terbaik di dunia untuk mempelajari serangga.
Baca juga: Populasi Serangga Berkurang Sebabkan Gizi Pangan Turun, Kok Bisa?
Peneliti memfokuskan pencarian mereka pada Microgastrinae, sekelompok tawon parasit yang sangat beragam jenisnya. Tawon ini berkembang biak dengan cara menaruh telur-telur mereka di dalam tubuh ulat.
Ketika larva tawon menetas, mereka akan memakan ulat tersebut dari dalam sebelum akhirnya keluar. Karena jenis tawon ini sangat banyak dan hidupnya sangat bergantung pada ulat yang ditumpanginya, mereka menjadi cara yang sangat ampuh bagi peneliti untuk memperkirakan jumlah total seluruh serangga di kawasan tersebut.
Untuk menangkap tawon Microgastrinae, tim peneliti memasang 15 buah perangkap Malaise. Itu merupakan alat penangkap serangga yang bentuknya mirip seperti tenda yang ditempatkan baik di bagian tengah maupun di pinggiran kawasan cagar alam Guanacaste.
Secara keseluruhan, para peneliti berhasil menangkap 1,63 juta serangga tropis.
Dengan menggunakan metode bernama DNA barcoding, para peneliti berhasil menemukan 53.945 jenis serangga baru, hanya dari perangkap yang dipasang di bagian tengah kawasan saja.
Ketika menggabungkan semua serangga yang didapat dari seluruh perangkap baik di bagian tengah maupun pinggiran, dengan tawon yang diambil langsung dari dalam tubuh ulat, tim peneliti berhasil menemukan total 1.414 jenis tawon Microgastrinae.
Dengan menggunakan perhitungan matematika pada jenis serangga yang berhasil ditangkap, para peneliti memperkirakan bahwa jumlah asli seluruh jenis serangga yang ada di kawasan cagar alam Guanacaste sebenarnya adalah sekitar 332.846 jenis.
Baca juga: Peran Serangga dan Laba-Laba di Negara Maju Diabaikan
Untuk memperkirakan jumlah total serangga di seluruh dunia, para peneliti kemudian membandingkan jumlah jenis pohon yang ada di cagar alam yang berjumlah sekitar 1.200 hingga 1.500 jenis pohon dengan total sekitar 73.000 jenis pohon yang ada di seluruh dunia.
Dengan menjadikan jumlah pohon tersebut sebagai patokan untuk menghitung skala perbandingan serangga, mereka akhirnya mendapatkan perkiraan terbaik bahwa ada sekitar 20,3 juta jenis serangga di seluruh dunia.
Temuan ini menunjukkan bahwa keanekaragaman serangga di Bumi ternyata jauh lebih kaya dan banyak daripada yang kita ketahui selama ini.
Di saat aktivitas manusia menyebabkan penurunan jumlah serangga yang sangat parah di seluruh dunia, para peneliti percaya bahwa hasil kerja mereka ini memberikan petunjuk penting untuk menyelamatkan sisa-sisa keanekaragaman serangga yang masih ada.
Temuan ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya