Administrator Divisi Sumber Daya Perairan Hawai'i Brian Neilson mengatakan hasil penelitian tersebut menguatkan pemahaman masyarakat setempat mengenai pentingnya terumbu karang bagi kehidupan sehari-hari.
"Studi ini memberikan gambaran nyata bahwa hilangnya terumbu karang berarti hilangnya kesempatan rekreasi, praktik budaya, dan kualitas hidup masyarakat Hawai'i," ujar Neilson.
Selain menjadi lokasi wisata, terumbu karang juga memiliki peran penting dalam tradisi masyarakat pesisir, termasuk kegiatan menangkap ikan, mencari hasil laut, serta menjaga kawasan pantai.
Penulis senior studi, Kirsten LL Oleson, mengatakan besarnya potensi kerugian tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir.
Baca juga: Perkuat Ekosistem Biru Lautan Indonesia, PIS dan SeaSoldier Tanam 525 Terumbu Karang di Maluku
Menurut dia, berbagai langkah lokal masih dapat dilakukan untuk memperlambat kerusakan terumbu karang, antara lain dengan mengurangi pencemaran dari daratan dan membatasi praktik penangkapan ikan yang berlebihan.
"Masih banyak yang dapat dilakukan melalui tindakan lokal, terutama dengan mengurangi polusi berbasis daratan dan penangkapan ikan berlebihan," ujar Oleson.
Penelitian yang melibatkan Universitas Hawai'i di M?noa, Universitas Ilmu Hayati Norwegia, dan Universitas Trento tersebut menjadi salah satu studi pertama yang menggabungkan pemodelan ekologi terumbu karang dengan analisis ekonomi hingga tingkat komunitas di seluruh wilayah Hawai'i.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya