Negara seperti Angola dan Republik Kongo yang juga membakar gas dalam jumlah sangat besar akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar jika mereka mau memanfaatkan gas tersebut dengan baik.
Lebih lanjut, meskipun secara global terjadi peningkatan, beberapa negara berhasil membuktikan bahwa penurunan jumlah pembakaran gas yang besar sangat mungkin dilakukan.
Amerika Serikat mencatat penurunan pembakaran gas terbesar pada tahun 2025, yaitu berkurang sebesar 7 persen setelah mulai beroperasinya jaringan pipa Matterhorn Express di wilayah Permian Basin.
Sementara itu, Kazakhstan sukses memotong pembakaran gas hingga 87 persen sejak tahun 2012 berkat aturan hukum yang lebih ketat, komitmen penuh pemerintah, dan investasi yang tepat sasaran pada fasilitas infrastruktur.
Bank Dunia menyatakan bahwa contoh-contoh sukses ini menunjukkan bahwa dukungan kebijakan yang terus-menerus dan investasi modal bisa mengurangi pembakaran gas secara nyata. Di saat yang sama, langkah ini juga bisa memperkuat pasokan energi negara, menciptakan peluang ekonomi baru, serta menurunkan polusi gas rumah kaca.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya