KOMPAS.com - Permintaan pasang AC di rumah-rumah Inggris melonjak sangat tinggi dalam dua minggu terakhir.
Jumlahnya naik lebih dari 300 persen dibanding waktu yang sama tahun lalu karena suhu udara mencapai rekor tertinggi yang paling panas sepanjang sejarah.
Data tersebut didapat dari laporan terbaru MyBuilder, situs pasar daring untuk mencari pekerja bangunan bersama perusahaan-perusahaan mitranya.
Melansir Edie, Senin (6/7/2026) badan cuaca Inggris Met Office menyebut suhu udara di beberapa wilayah sempat mencapai 37,7 derajat Celsius. Angka ini merupakan rekor panas baru paling ekstrem untuk bulan Juni.
Sekarang, Inggris sedang bersiap menghadapi gelombang panas yang ketiga di tahun ini, yang diperkirakan akan membuat suhu udara naik lagi hingga mencapai 34-35 derajat Celsius, sedikit lebih rendah dibanding puncak panas di bulan Juni lalu.
Baca juga: Penggunaan AC Dinilai Jadi Kebutuhan di Eropa, sekaligus Dilema Iklim
Kondisi cuaca panas ini telah menunjukkan dengan jelas bahwa fasilitas dan infrastruktur yang ada saat ini masih belum siap menghadapi cuaca ekstrem.
Komite Perubahan Iklim (CCC) telah memperingatkan bahwa untuk membuat Inggris siap menghadapi perubahan iklim, termasuk cuaca panas ekstrem, dibutuhkan dana sekitar 11 miliar poundsterling setiap tahunnya, baik dari uang negara maupun perusahaan swasta.
Namun, jika tindakan ini ditunda-tunda, biaya kerugian yang harus ditanggung negara bisa mencapai 1 persen hingga 5 persen dari total pendapatan ekonomi Inggris (PDB) setiap tahunnya pada pertengahan abad ini.
"Rentetan cuaca sangat panas yang terjadi baru-baru ini menyadarkan banyak orang bahwa mayoritas rumah dan gedung di Inggris memang tidak dirancang atau dilengkapi alat untuk menghadapi suhu tinggi," kata Andy Simms, seorang ahli rumah dari MyBuilder.
"Cuaca panas yang terjadi terus-menerus membuat rumah-rumah berubah menjadi perangkap panas. Rasanya sangat tidak nyaman dan terkadang bahkan berbahaya jika tidak ada tempat untuk berteduh dari rasa gerah tersebut. Jadi, tidak mengherankan jika data kami menunjukkan lonjakan besar pada permintaan pemasangan AC dan alat pendingin rumah lainnya," katanya lagi.
Simms juga mengungkapkan bahwa ia melihat adanya lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pemasangan alat pendingin seiring dengan gelombang panas yang terus berlanjut.
Hal ini menunjukkan masyarakat mulai sadar bahwa AC mungkin sudah menjadi kebutuhan pokok karena suhu udara yang terus meningkat.
Situasi yang terjadi selama beberapa minggu terakhir juga serupa di negara-negara Eropa lainnya, di mana banyak wilayah mencatat suhu udara di atas 40 derajat Celsius.
Menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), benua Eropa memanas jauh lebih cepat dibandingkan dengan benua lainnya di bumi.
Prancis bahkan telah mengeluarkan status peringatan panas tingkat tertinggi di 58 wilayahnya, memperingatkan adanya risiko tinggi kebakaran hutan, dan melaporkan sekitar 1.000 kematian tambahan serta puluhan kasus tenggelam yang fatal akibat cuaca panas tersebut.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya