Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkuat Pengelolaan Hutan Desa, Belantara Foundation Salurkan Bantuan untuk KUPS

Kompas.com, 10 Juli 2026, 20:21 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com – Belantara Foundation menyalurkan bantuan berupa peralatan dan modal usaha kepada lima Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sebagai upaya memperkuat pengelolaan hutan desa berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi warga.

Bantuan tersebut diserahkan kepada KUPS di Desa Sungai Bela, Concong Dalam, Concong Tengah, Kampung Baru, dan Panglima Raja pada 6–7 Juli 2026.

Jenis bantuan disesuaikan dengan potensi usaha masing-masing desa berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation Dolly Priatna mengatakan, penguatan usaha masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan hutan desa yang berkelanjutan.

Baca juga: Belantara Foundation Gandeng Perusahaan Jepang Tanam Pohon di Hutan Riau

Menurut dia, pemberdayaan ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan kawasan hutan, pemulihan ekosistem yang terdegradasi, serta pengurangan laju deforestasi.

"Program ini bertujuan membantu pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola hutan desa secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi laju deforestasi, memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi, meningkatkan manfaat jasa ekosistem, serta memperkuat mata pencaharian masyarakat," ujar Dolly dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

Bantuan yang diberikan meliputi pengembangan usaha kerupuk udang di Desa Sungai Bela, kerupuk amplang di Desa Panglima Raja, budi daya kepiting di Desa Concong Dalam dan Concong Tengah, serta pengolahan pucuk dan lidi nipah di Desa Kampung Baru.

Seluruh usaha tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi ekosistem mangrove yang mendominasi kawasan pesisir Indragiri Hilir.

Dukung program perhutanan sosial

Belantara Foundation mulai menjalankan program pengelolaan hutan desa berkelanjutan di Indragiri Hilir sejak 2023 sebagai bentuk dukungan terhadap program perhutanan sosial pemerintah.

Selama pelaksanaannya, organisasi tersebut memfasilitasi pengusulan hingga terbitnya surat keputusan hutan desa di enam desa dengan total luas kawasan mencapai 10.087 hektare.

Keenam desa tersebut meliputi Concong Dalam, Panglima Raja, Kuala Gaung, Kampung Baru, Concong Tengah, dan Sungai Bela. Belantara juga masih mendampingi proses pengusulan kawasan hutan desa baru di Sungai Bela.

Selain mendukung aspek legal, program tersebut juga mencakup pembentukan lembaga pengelola hutan desa, penyusunan rencana pengelolaan, peningkatan kapasitas masyarakat, pembentukan enam KUPS, hingga pengumpulan data dasar biodiversitas, sosial, dan ekonomi sebagai dasar pengelolaan kawasan.

Dolly mengatakan, program tersebut berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya aksi iklim, perlindungan ekosistem daratan, serta penguatan kemitraan.

Karena itu, Belantara mendorong kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan media dalam memperkuat pengelolaan hutan desa.

Penyuluh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Mandah Syamsi Mahdi menilai kolaborasi tersebut dapat memperkuat program perhutanan sosial yang dijalankan pemerintah.

Baca juga: Belantara Foundation: Mangrove Jadi Penyangga Kehidupan dan Atasi Krisis Iklim

Menurut dia, pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan masyarakat, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil, dan sektor usaha.

"Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong sinergi antara pelestarian kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan," kata Syamsi.

Apresiasi serupa disampaikan sejumlah kepala desa penerima manfaat. Mereka menilai pendampingan yang diberikan tidak hanya memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha yang memanfaatkan potensi lokal tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan mangrove.

Ketua KUPS Bina Keluarga di Desa Panglima Raja, Yusnizar, berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan pendapatan anggota kelompok sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

Sementara itu, Ketua KUPS Nipah Pesisir di Desa Kampung Baru, Zuraida, mengatakan pendampingan yang diberikan membuka peluang bagi kelompok perempuan untuk mengembangkan usaha berbasis sumber daya alam secara berkelanjutan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
Dari Keterampilan Menjadi Peluang, Begini Cara Bakti BCA Memberdayakan Talenta dan Komunitas
BrandzView
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Nusa Pulih 2026, Dukung Pemulihan Kesehatan Pascagempa Flores
Swasta
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
Satwa Liar Terjepit Erupsi Gunung, Ancaman Kepunahan dan Risiko Berkonflik dengan Manusia
LSM/Figur
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
Air Hujan Pasca Erupsi Gunung Berapi, Pakar IPB Ingatkan Jernih Belum Tentu Aman
LSM/Figur
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Peta Global Ungkap Dari Mana Asal Emisi Petrokimia Terbesar Dunia
Pemerintah
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Perdagangan Global Menyumbang 35 Persen Emisi Karbon UE pada 2023
Pemerintah
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Belajar dari Prai Ijing, Kala Keterlibatan Komunitas Jadi Kunci Berdayanya Desa Wisata
Swasta
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau