Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cegah Polusi Bau, FIFGROUP Gresik-BUMDes Melirang Hidupkan Kembali Potensi Pupuk Guano

Kompas.com, 13 Juli 2026, 08:29 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

SUKABUMI, KOMPAS.com - Cabang PT Federal International Finance (FIFGROUP) Gresik berkolaborasi dengan BUMDes Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik untuk mengembangkan kotoran kelelawar atau pupuk Guano sejak 2023.

Cabang FIFGROUP Gresik membantu menghidupkan kembali pengelolaan pupuk Guano di gua kelelawar di area kerja mereka yang sempat vakum atau tidak ada aktivitas ekonomi masyarakat untuk sementara.

Berdasarkan survei Cabang FIFGROUP Gresik, sudah lebih dari dua tahun masyarakat Desa Melirang, Kecamatan Bungah, berhenti memanen pupuk Guano, yang sebenarnya selama ini secara konsisten mereka lakukan.

Baca juga: Kampung Tajur Purwakarta, Desa Wisata dengan 43 Rumah Panggung yang Dijaga agar Tetap Autentik

"Sebelumnya itu sudah pernah lama ya, cuma dibiarkan begitu saja karena tidak ada permintaan. Jadi, marketnya agak stagnan. (Dalam) Setahun setidaknya minimal satu kali (panen untuk dikelola) supaya enggak menumpuk (kotoran kelelawarnya)," ujar Kepala Cabang FIFGroup Gresik, Ira Oktafia Damayanti di Sukabumi, Sabtu (11/7/2026).

Pupuk Guano yang tidak dipanen akan mengganggu ekosistem di sekitar gua. Kotoran kelelawar menguarkan bau tidak sedap sebagai polusi udara yang membahayakan penduduk setempat. 

"Karena kalau enggak diambil semakin bau, menyebar. Apalagi, guanya itu tempatnya (ada) kafe dan pemandian anak-anak buat rekreasi gitu. Kan karena dikembangkan BUMDes ya. Jadi, sangat terbantu sekali kalau misalnya kotoran Guano tadi itu diambil, itu sangat terbantu untuk diolah ya," tutur Ira.

Padahal, jika pemasaran pupuk Guano dilakukan dengan baik, pemanenan kotoran kelelawar dapat menjadi potensi ekonomi bagi BUMDes Desa Melirang. Pada akhir Oktober 2023, BUMDes Desa Melirang memanen kotoran kelelawar dan Cabang FIFGROUP Gresik membantu menjual pupuk Guano. 

Pertama, Cabang FIFGROUP Gresik mengajarkan pengemasan pasca pengeringan kotoran kelelawar. Kedua, Cabang FIFGROUP Gresik memberikan pendampingan pemasaran pupuk Guano melalui marketplace secara online.

Ketiga, Cabang FIFGROUP Gresik menitipkan produk pupuk Guano ke berbagai usaha mikro kecil menengah (UMKM), seperti toko bunga atau tanaman, yang menjadi bagian dari jaringan mereka. 

Keempat, Cabang FIFGROUP Gresik membantu memperkenalkan pupuk Guano melalui lini bisnis (line of business/LOB), seperti Finantra, Danastra, dan Amitra. Di sisi lain, Cabang FIFGROUP Gresik juga mempromosikan produk-produk lini bisnis lewat barcode kemasan pupuk Guano.

"Di situ, tiap bulan akan diperbarui, promo pembelian motor atau pembiayaan haji umrah, dan bahkan lowongan kerja untuk masyarakat sekitar, hasilnya ada pelamar yang akhirnya bergabung menjadi karyawan," ucapnya.

Selain itu, Cabang FIFGROUP Gresik menyalurkan berbagai bantuan untuk mendorong pemanfaatan kotoran kelelawar. Misalnya, alat pelindung diri (APD) berupa masker respirator dan baju hazmat agar keamanan masyarakat selama memanen kotoran kelelawar di dalam gua bisa terjaga. Lalu, speaker untuk sosialisasi pemanfaatan kotoran kelelawar kepada kelompok tani atau petambak.

Sementara itu, pengembangan produk dari pupuk Guano murni berasal dari inisiatif masyarakat, seperti mengolahnya menjadi pupuk organik cair (POC).

Pupuk Guano umumnya dijual dalam kemasan 1 kg, 20 kg, atau bahkan pembelian partai besar hingga 1 ton. Harga pupuk Guano untuk curah sekitar Rp 3.000-4.000 per kilo. Sedangkan harga untuk kemasan sebesar Rp 10.000 per kg.

Baca juga: Kejar SDGs Desa, Desa Wisata dan Tanggap Bencana Masuk Program Kunci

"Yang kami undang di situ ada kelompok tani-kelompok tani, kemudian perikanan ya, dari perikanan, petambak. Ternyata, pupuk Guano itu selain untuk pertanian juga untuk petambak perikanan. Jadi, ditabur di kolamnya itu sebelum diberi tanah. Jadi sebelum ikannya masuk gitu dikasih Guano dulu. Nanti efeknya itu bandengnya enggak bau tanah, enggak berlendir juga. Rasanya lebih gurih kata mereka," ujar Ira.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Studi Ungkap Polusi Kapal Laut Lebih Bahaya dari Kendaraan Bermotor
Pemerintah
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Kepedulian Iklim Pekerja Untungkan Karier Jika Sejalan Tujuan Perusahaan
Swasta
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Studi Ungkap Hewan Laut Respons Perubahan Iklim dengan Cara Berbeda-beda
Pemerintah
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
Urine Pendaki Percepat Pencairan Gletser di Gunung Everest
LSM/Figur
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
ESDM Siapkan Aturan Kredit Karbon Sektor Energi, Potensi Transaksi Rp 2,2 Triliun per Tahun
Pemerintah
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Tak Sampai 25 Persen Perusahaan yang Sukses Adopsi AI
Pemerintah
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
UNICEF: 1 dari 5 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual Online
Pemerintah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
Peringati Hari Ozon Sedunia, Belantara Foundation-Resona Bank Ltd. Tanam Pohon Langka di Tahura SSH Riau yang Terdegradasi
LSM/Figur
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
Karhutla di Gambut Bisa Ganggu Regenerasi Alami, Pakar UGM Jelaskan Sebabnya
LSM/Figur
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Kejar Target PLTS 100 GW, ESDM : Bauran EBT Semester II-2026 Capai 17,3 Persen, Kontribusi Energi Surya Hanya 0,51 Persen
Pemerintah
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Efek Krisis Iklim, Nyamuk Tropis Invasif Ditemukan di London
Pemerintah
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau