"Kita bisa melihat bahwa para pekerja sosial perusahaan kini sudah mulai didengar dan dianggap penting," terangnya.
Baca juga: Studi: Perusahaan Sulit Terapkan Strategi Iklim secara Menyeluruh
Karena posisi mereka makin diperhatikan, lebih dari separuh pekerja CSR mulai mengubah cara menjelaskan pekerjaan mereka, seiring dengan tugas mereka yang terus berubah.
Isu keberagaman (DEI) kini makin dikesampingkan, di mana 10 persen pekerja melaporkan bahwa departemen DEI telah dihapus pada tahun 2026. Sebanyak 10 persen lainnya mengatakan tugas DEI ditunda atau dihentikan, dan 24 persen merasa penerapan DEI makin berkurang.
Sementara pelaporan lingkungan dan sosial (ESG) justru makin diminati oleh 43 persen pekerja, naik dari tahun lalu. Penggunaan teknologi AI juga menjadi tren yang sangat kuat, di mana 93 persen pekerja mengaku sudah memanfaatkan AI dalam pekerjaan mereka, naik drastis dari tahun 2024.
Survei terbaru ini mengumpulkan jawaban dari para karyawan di 120 perusahaan besar yang mengelola dana sosial total senilai 1 miliar dolar AS. Industri yang ikut serta meliputi layanan keuangan, teknologi, manufaktur, energi, farmasi, layanan kesehatan, ritel, asuransi, pariwisata, hingga media dan komunikasi.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya