Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkembangan AI Ancam Target Energi Bersih Perusahaan Raksasa Teknologi

Kompas.com, 18 Juli 2026, 17:05 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber trellis

KOMPAS.com - Ambisi raksasa teknologi seperti Amazon, Google, dan Microsoft untuk cepat mendapatkan sumber listrik demi mendukung kecerdasan buatan (AI) justru merusak target ramah lingkungan mereka.

Hal ini dipicu oleh investasi gabungan mereka yang sangat besar, mencapai sekitar 750 miliar dolar AS hanya pada tahun 2025 dan 2026 untuk memperluas pusat data.

Melansir Trellis, Rabu (15/7/2026) ketiga perusahaan tersebut melaporkan kenaikan emisi gas buang yang sangat tinggi dalam laporan lingkungan terbaru mereka.

Penyebab utamanya adalah konsumsi listrik. Emisi akibat penggunaan listrik melonjak lebih dari sepertiga (33 persen) di Amazon dan Google, serta naik lebih dari 20 persen di Microsoft.

Konsumsi listrik yang sangat boros

Konsumsi listrik Google melonjak sebesar 37 persen menjadi 43,6 juta megawatt-jam. Ini adalah kenaikan tahunan terbesar dalam sejarah Google.

Baca juga: Emisi Karbon Pusat Data Diprediksi Lebih Tinggi dari Perkiraan

"Karena perkembangan AI yang cepat membuat kebutuhan energi kami meningkat, peralihan ke energi bersih menghadapi hambatan besar seperti lamanya proses menyambungkan proyek energi baru ke jaringan listrik, sistem jaringan listrik yang terpecah-pecah, serta kurangnya pasokan energi bersih yang andal dan bisa menyala 24 jam penuh," kata Google dalam laporan lingkungan hidupnya yang dirilis 30 Juni.

Sejak tahun 2019, konsumsi listrik Google telah melonjak sebesar 250 persen. Akibatnya, emisi polusi yang dihasilkan dari penggunaan listrik di lokasi-lokasi mereka juga ikut naik 37 persen dari tahun sebelumnya.

Emisi berbasis lokasi dihitung berdasarkan rata-rata penggunaan listrik di wilayah setempat. Sementara itu, emisi berbasis pasar dihitung dengan memasukkan faktor pendukung seperti kupon energi terbarukan atau tarif khusus energi ramah lingkungan.

Sementara itu, Microsoft melaporkan kenaikan sebesar 21 persen untuk emisi listrik di wilayah operasional mereka, sementara total konsumsi listriknya melonjak 24 persen menjadi 37 juta megawatt-jam.

Sedangkan Amazon tidak memberi tahu total konsumsi listrik mereka dalam laporan lingkungan yang terbit 1 Juli. Perusahaan tersebut melaporkan kenaikan emisi listrik sebesar 34 persen, tetapi tidak menjelaskan secara pasti apakah hitungan itu menggunakan metode berbasis lokasi atau berbasis pasar .

Amazon juga tidak memisahkan data emisi yang khusus berasal dari Amazon Web Services (AWS). Meski begitu, mereka memublikasikan ukuran lain seperti efektivitas penggunaan daya (PUE).

Ukuran ini membandingkan jumlah listrik yang dipakai pusat data untuk sistem pendingin mesin dengan listrik untuk menjalankan komputer itu sendiri. Makin dekat angka tersebut ke angka 1, maka makin bagus dan efisien.

Rata-rata efektivitas penggunaan daya di seluruh pusat data Amazon adalah 1,14. Sementara itu, angka Google berada di 1,09, dan Microsoft di 1,17.

Komitmen menurunkan emisi

Meskipun sangat boros listrik, Amazon, Google, dan Microsoft tetap berkomitmen untuk menurunkan emisi polusi mereka pada tahun 2030 dan seterusnya.

Alasannya adalah selama sepuluh tahun terakhir, ketiga perusahaan ini telah menandatangani kontrak untuk menyalurkan lebih dari 115 gigawatt energi terbarukan yang sebagian besar tenaga surya dan angin ke jaringan listrik dunia.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
LSM/Figur
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Pemerintah
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau