KOMPAS.com - Samator Group melanjutkan program revitalisasi Sungai Jagir di Surabaya sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih hijau.
Perusahaan menargetkan revitalisasi sepanjang 775 meter. Setelah menyelesaikan penataan tahap pertama sepanjang 200 meter pada 2025, kini pembangunan tahap kedua sepanjang 575 meter sedang berlangsung.
Direktur Utama Samator Group, Rachmat Harsono, mengatakan revitalisasi Sungai Jagir merupakan salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas ruang publik.
Baca juga: Bukan Beton, Bronjong Dipilih demi Lindungi Bantaran Sungai Aceh
"Melalui tema Run with Purpose, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap langkah kecil dapat memberikan dampak besar, tidak hanya bagi kesehatan diri sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitar. Semangat ini sejalan dengan berbagai inisiatif keberlanjutan yang terus kami jalankan, termasuk revitalisasi Sungai Jagir yang kini memasuki pembangunan tahap kedua," ujar Rachmat dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).
Program revitalisasi tersebut diperkenalkan kembali kepada publik bertepatan dengan penyelenggaraan ajang lari Bank Jakarta Samator EnviRUNment 3.0 yang digelar di kawasan The Samator Superblock, Surabaya, Minggu (19/7/2026).
Mengusung tema Run with Purpose, kegiatan tersebut mengajak masyarakat mengaitkan aktivitas olahraga dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peserta.
Salah satu kategori yang diselenggarakan adalah plogging run, yaitu berlari sambil memungut sampah sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, tersedia pula kategori lari 5,1 kilometer, 11 kilometer, dan family run sejauh 2,5 kilometer.
Rachmat mengatakan penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kawasan The Samator Superblock sebagai ruang publik yang mendukung gaya hidup sehat.
Baca juga: Buaya Muncul di Sungai Jagir Surabaya, Intai Pemancing
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, mengatakan keterlibatan perusahaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap berbagai inisiatif yang mendorong gaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Agus, kegiatan itu juga menjadi sarana untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara sektor swasta, komunitas, dan masyarakat, penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak partisipasi publik dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun budaya hidup sehat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya