"Pembangunan regeneratif mengajukan satu pertanyaan mendalam: apakah setiap generasi mampu mewariskan fondasi yang lebih kuat daripada yang mereka terima dari generasi sebelumnya?" kata Febrian.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan tidak lagi hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan memperbaiki kualitas lingkungan dan memperkuat ketahanan sumber daya alam.
Untuk mewujudkan transformasi tersebut, pemerintah juga menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Transisi menuju ekonomi hijau dan digital diperkirakan akan mengubah kebutuhan tenaga kerja. Karena itu, investasi pada pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengembangan talenta dinilai menjadi syarat agar Indonesia mampu bersaing.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI), data geospasial, dan sistem data nasional yang terintegrasi untuk mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya