Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasar EV Eropa Melesat, Penjualan Naik 40,5 Persen di Semester Pertama 2026

Kompas.com, 27 Juli 2026, 08:28 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber Edie

KOMPAS.com - Data terbaru dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) mengungkapkan jumlah penjualan mobil listrik (EV) di seluruh Uni Eropa melonjak lebih dari 40 persen pada paruh pertama tahun ini.

Melansir Edie, Jumat (24/7/2026) total sebanyak 1.220.890 mobil listrik murni (battery-electric vehicles) terdaftar pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini mencakup 20,7 persen dari total pasar Uni Eropa, naik dari 15,6 persen pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, Prancis, Jerman, dan Denmark menyumbang 63 persen dari seluruh pendaftaran mobil listrik murni di paruh pertama tahun ini, dengan pertumbuhan penjualan di Prancis mencapai 63 persen.

Baca juga: Picu Lonjakan Kematian Penambang Kobalt di Kongo, Riset Ungkap Alasan Moral Mempercepat Transisi ke EV

Sementara itu, mobil hibrida (hybrid-electric vehicles) masih menjadi pilihan paling populer bagi konsumen di Eropa, dengan menguasai 37,3 persen pangsa pasar.

Pendaftaran mobil plug-in hybrid (PHEV) juga meningkat, mencapai 577.735 unit pada paruh pertama tahun 2026. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya penjualan di Italia, Spanyol, dan Jerman, di mana mobil PHEV baru kini menyumbang 9,8 persen dari total pendaftaran di Uni Eropa, naik 8,5 persen dari tahun sebelumnya.

“Peralihan ke kendaraan listrik di Eropa kini memasuki tahapan yang lebih besar, dan musim panas ini akan menjadi ujian yang penting," kata Laurent Bataille, Wakil Presiden Eksekutif Operasional Eropa di Schneider Electric.

“Jutaan warga Eropa akan bepergian jarak jauh dan melintasi batas negara menggunakan kendaraan listrik. Hal ini akan menyorot kesiapan infrastruktur pengisian daya sekaligus menjadi tolok ukur seberapa siap Eropa menghadapi masa depan," paparnya lagi.

“Kita tidak boleh cepat puas. Tidak diragukan lagi bahwa mengubah transportasi menjadi berbasis listrik adalah salah satu cara tercepat dan paling mudah bagi Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing energi. Musim libur panas ini akan menjadi ujian kunci untuk melihat apakah pembangunan tempat isi daya di Eropa sudah secepat yang dibutuhkan,” tambah Bataille.

Penurunan jumlah kendaraan berbahan bakar fosil

Menurut data ACEA, hingga Juni 2026, pendaftaran mobil bensin turun 17,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya di semua pasar utama. Prancis mengalami penurunan paling drastis sebesar 34,2 persen, disusul oleh Spanyol, Jerman, dan Italia.

Baca juga: Atasi Polusi Udara Akut, New Delhi Umumkan Kebijakan EV Terbaru

Total pangsa pasar untuk mobil bensin pada paruh pertama tahun ini turun menjadi 22,2 persen, dari yang sebelumnya 28,4 persen pada awal tahun 2025.

Penjualan mobil diesel juga merosot 16,5 persen dan kini hanya menyumbang 7,5 persen dari total pendaftaran mobil baru, dibanding 9,4 persen pada tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, porsi gabungan mobil bensin dan diesel di pasar Uni Eropa turun menjadi 29,7 persen, dari yang sebelumnya 37,8 persen pada tahun lalu.

Menurut riset terbaru, jika Uni Eropa berhasil mencapai target penggunaan mobil listrik pada tahun 2030, hal ini dapat membantu mengurangi impor minyak hingga 190 juta barel per tahun dan menghemat biaya minyak sebesar 12 miliar euro setiap tahunnya karena berhasil menyingkirkan kendaraan berbahan bakar fosil dari jalanan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
LSM/Figur
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Pemerintah
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
LSM/Figur
Kabar Baik, Angka Kerusakan Hutan Amazon Catat Rekor Terendah
Kabar Baik, Angka Kerusakan Hutan Amazon Catat Rekor Terendah
Pemerintah
IPB: Populasi Orang Utan Sumatra Turun dan Masuk Keadaan Darurat Konservasi
IPB: Populasi Orang Utan Sumatra Turun dan Masuk Keadaan Darurat Konservasi
LSM/Figur
Perubahan Iklim Perpanjang Durasi Panas Ekstrem hingga 4 Jam per Hari
Perubahan Iklim Perpanjang Durasi Panas Ekstrem hingga 4 Jam per Hari
Pemerintah
Pangan yang Dikonsumsi di Indonesia Didominasi Tanaman 'Naturalisasi' dari Amerika Latin
Pangan yang Dikonsumsi di Indonesia Didominasi Tanaman 'Naturalisasi' dari Amerika Latin
LSM/Figur
Bank Dunia: 520 Juta Warga Asia Selatan Terancam Panas Ekstrem Mematikan
Bank Dunia: 520 Juta Warga Asia Selatan Terancam Panas Ekstrem Mematikan
Pemerintah
Sempat Reda Pascapandemi, Angka Pengangguran Usia Muda Kini Naik Lagi
Sempat Reda Pascapandemi, Angka Pengangguran Usia Muda Kini Naik Lagi
Pemerintah
Harga Minyak Naik, APBN Tertekan, Saatnya Indonesia Percepat Energi Bersih
Harga Minyak Naik, APBN Tertekan, Saatnya Indonesia Percepat Energi Bersih
LSM/Figur
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau