KOMPAS.com - Data terbaru dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA) mengungkapkan jumlah penjualan mobil listrik (EV) di seluruh Uni Eropa melonjak lebih dari 40 persen pada paruh pertama tahun ini.
Melansir Edie, Jumat (24/7/2026) total sebanyak 1.220.890 mobil listrik murni (battery-electric vehicles) terdaftar pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini mencakup 20,7 persen dari total pasar Uni Eropa, naik dari 15,6 persen pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, Prancis, Jerman, dan Denmark menyumbang 63 persen dari seluruh pendaftaran mobil listrik murni di paruh pertama tahun ini, dengan pertumbuhan penjualan di Prancis mencapai 63 persen.
Sementara itu, mobil hibrida (hybrid-electric vehicles) masih menjadi pilihan paling populer bagi konsumen di Eropa, dengan menguasai 37,3 persen pangsa pasar.
Pendaftaran mobil plug-in hybrid (PHEV) juga meningkat, mencapai 577.735 unit pada paruh pertama tahun 2026. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya penjualan di Italia, Spanyol, dan Jerman, di mana mobil PHEV baru kini menyumbang 9,8 persen dari total pendaftaran di Uni Eropa, naik 8,5 persen dari tahun sebelumnya.
“Peralihan ke kendaraan listrik di Eropa kini memasuki tahapan yang lebih besar, dan musim panas ini akan menjadi ujian yang penting," kata Laurent Bataille, Wakil Presiden Eksekutif Operasional Eropa di Schneider Electric.
“Jutaan warga Eropa akan bepergian jarak jauh dan melintasi batas negara menggunakan kendaraan listrik. Hal ini akan menyorot kesiapan infrastruktur pengisian daya sekaligus menjadi tolok ukur seberapa siap Eropa menghadapi masa depan," paparnya lagi.
“Kita tidak boleh cepat puas. Tidak diragukan lagi bahwa mengubah transportasi menjadi berbasis listrik adalah salah satu cara tercepat dan paling mudah bagi Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, sekaligus memperkuat ketahanan dan daya saing energi. Musim libur panas ini akan menjadi ujian kunci untuk melihat apakah pembangunan tempat isi daya di Eropa sudah secepat yang dibutuhkan,” tambah Bataille.
Menurut data ACEA, hingga Juni 2026, pendaftaran mobil bensin turun 17,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya di semua pasar utama. Prancis mengalami penurunan paling drastis sebesar 34,2 persen, disusul oleh Spanyol, Jerman, dan Italia.
Baca juga: Atasi Polusi Udara Akut, New Delhi Umumkan Kebijakan EV Terbaru
Total pangsa pasar untuk mobil bensin pada paruh pertama tahun ini turun menjadi 22,2 persen, dari yang sebelumnya 28,4 persen pada awal tahun 2025.
Penjualan mobil diesel juga merosot 16,5 persen dan kini hanya menyumbang 7,5 persen dari total pendaftaran mobil baru, dibanding 9,4 persen pada tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, porsi gabungan mobil bensin dan diesel di pasar Uni Eropa turun menjadi 29,7 persen, dari yang sebelumnya 37,8 persen pada tahun lalu.
Menurut riset terbaru, jika Uni Eropa berhasil mencapai target penggunaan mobil listrik pada tahun 2030, hal ini dapat membantu mengurangi impor minyak hingga 190 juta barel per tahun dan menghemat biaya minyak sebesar 12 miliar euro setiap tahunnya karena berhasil menyingkirkan kendaraan berbahan bakar fosil dari jalanan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya