KOMPAS.com -Tesla komitmen mencapai bebas emisi (net zero) pada tahun 2040. Komitmen ini menjadi kali pertama bagi produsen mobil paling bernilai di dunia tersebut menetapkan tenggat waktu resmi untuk komitmen pemangkasan emisi di seluruh lini perusahaannya.
Melansir Trellis, Rabu (22/7/2026) target ini menandai perubahan strategi iklim Tesla secara bertahap.
Perusahaan yang juga menjual panel surya dan baterai ini dulunya lebih sering memamerkan berapa banyak emisi yang berhasil dihemat oleh produk-produknya, ketimbang membeberkan upayanya sendiri dalam memotong emisi internal.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Tesla mulai lebih terbuka mengungkap data emisinya dan mulai membahas rencana pengurangannya.
Baca juga: Studi: Perusahaan Sulit Terapkan Strategi Iklim secara Menyeluruh
Komitmen net zero ini disampaikan dalam Impact Report tahunan Tesla. Langkah ini melengkapi dua janji yang sudah ada sebelumnya yakni menggunakan 100 persen listrik ramah lingkungan untuk operasionalnya jauh sebelum emisi benar-benar nol, serta terus memadukan kebutuhan energi jaringan pengisi daya mereka dengan sumber energi terbarukan.
Sebelumnya, Tesla memang pernah menyatakan berencana mencapai net zero, tetapi belum pernah menetapkan batas waktunya secara pasti.
Tesla belum memberikan rincian lengkap mengenai cara mereka mengurangi emisi, ataupun menetapkan target jangka pendek—hal yang dianggap sangat penting oleh banyak ahli dalam strategi bebas emisi.
Emisi Scope 1 Tesla sendiri melonjak 43 persen sejak 2023, sementara emisi Scope 2 naik 80 persen. Sementara emisi Scope 3 yang mencakup bahan baku yang dibeli dan menjadi penyumbang terbesar sebesar 56 juta metrik ton karbon juga naik 14 persen.
Meskipun demikian, janji target tahun 2040 ini, beserta komitmen baru untuk menyesuaikan pelaporannya dengan standar internasional (IFRS), merupakan langkah penting mengingat Tesla sebelumnya kerap mengkritik aksi iklim korporasi.
Pendiri Tesla, Elon Musk, bahkan pernah menyebut konsep ESG korporasi sebagai "Iblis Reinkarnasi", dan perusahaan ini dulu selalu menolak kerangka penetapan target yang dinilai lebih menguntungkan pencemar lingkungan lama.
Tesla baru memasukkan emisi Scope 3 dalam laporan tahunannya pada tahun 2022 dan masih enggan membagikan datanya ke CDP, sebuah platform keterbukaan data iklim terkemuka.
Tesla justru berargumen bahwa manfaat lingkungan yang mereka berikan terletak pada produk-produk buatan mereka.
Produsen mobil ini memperkirakan bahwa setiap satu unit mobilnya dapat mencegah sekitar 32 ton emisi karbon selama masa pemakaiannya.
Selain itu, seluruh gabungan produk Tesla diperkirakan berhasil mencegah hampir 37 juta ton emisi karbon pada tahun 2025, jumlah yang melebihi separuh dari total emisi tahunan perusahaan itu sendiri.
Dalam penilaian yang memperhitungkan manfaat produk sekaligus emisinya, kinerja Tesla memang sangat baik. Contohnya, Tesla menduduki peringkat teratas dalam penilaian produsen mobil tahun 2025 dari International Council on Clean Transportation.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya