Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertama Kali, Tesla Tetapkan Target Bebas Emisi pada 2040

Kompas.com, 28 Juli 2026, 09:05 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber trellis

KOMPAS.com -Tesla komitmen mencapai bebas emisi (net zero) pada tahun 2040. Komitmen ini menjadi kali pertama bagi produsen mobil paling bernilai di dunia tersebut menetapkan tenggat waktu resmi untuk komitmen pemangkasan emisi di seluruh lini perusahaannya.

Melansir Trellis, Rabu (22/7/2026) target ini menandai perubahan strategi iklim Tesla secara bertahap.

Perusahaan yang juga menjual panel surya dan baterai ini dulunya lebih sering memamerkan berapa banyak emisi yang berhasil dihemat oleh produk-produknya, ketimbang membeberkan upayanya sendiri dalam memotong emisi internal.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, Tesla mulai lebih terbuka mengungkap data emisinya dan mulai membahas rencana pengurangannya.

Baca juga: Studi: Perusahaan Sulit Terapkan Strategi Iklim secara Menyeluruh

Komitmen net zero ini disampaikan dalam Impact Report tahunan Tesla. Langkah ini melengkapi dua janji yang sudah ada sebelumnya yakni menggunakan 100 persen listrik ramah lingkungan untuk operasionalnya jauh sebelum emisi benar-benar nol, serta terus memadukan kebutuhan energi jaringan pengisi daya mereka dengan sumber energi terbarukan.

Sebelumnya, Tesla memang pernah menyatakan berencana mencapai net zero, tetapi belum pernah menetapkan batas waktunya secara pasti.

Tesla belum memberikan rincian lengkap mengenai cara mereka mengurangi emisi, ataupun menetapkan target jangka pendek—hal yang dianggap sangat penting oleh banyak ahli dalam strategi bebas emisi.

Emisi Scope 1 Tesla sendiri melonjak 43 persen sejak 2023, sementara emisi Scope 2 naik 80 persen. Sementara emisi Scope 3 yang mencakup bahan baku yang dibeli dan menjadi penyumbang terbesar sebesar 56 juta metrik ton karbon juga naik 14 persen.

Meskipun demikian, janji target tahun 2040 ini, beserta komitmen baru untuk menyesuaikan pelaporannya dengan standar internasional (IFRS), merupakan langkah penting mengingat Tesla sebelumnya kerap mengkritik aksi iklim korporasi.

Pendiri Tesla, Elon Musk, bahkan pernah menyebut konsep ESG korporasi sebagai "Iblis Reinkarnasi", dan perusahaan ini dulu selalu menolak kerangka penetapan target yang dinilai lebih menguntungkan pencemar lingkungan lama.

Tesla baru memasukkan emisi Scope 3 dalam laporan tahunannya pada tahun 2022 dan masih enggan membagikan datanya ke CDP, sebuah platform keterbukaan data iklim terkemuka.

Klaim manfaat lingkungan tak lagi memadai

Tesla justru berargumen bahwa manfaat lingkungan yang mereka berikan terletak pada produk-produk buatan mereka.

Produsen mobil ini memperkirakan bahwa setiap satu unit mobilnya dapat mencegah sekitar 32 ton emisi karbon selama masa pemakaiannya.

Selain itu, seluruh gabungan produk Tesla diperkirakan berhasil mencegah hampir 37 juta ton emisi karbon pada tahun 2025, jumlah yang melebihi separuh dari total emisi tahunan perusahaan itu sendiri.

Dalam penilaian yang memperhitungkan manfaat produk sekaligus emisinya, kinerja Tesla memang sangat baik. Contohnya, Tesla menduduki peringkat teratas dalam penilaian produsen mobil tahun 2025 dari International Council on Clean Transportation.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
Geomembrane Tutup Gunungan Sampah Bantargebang Dinilai Bukan Solusi Akhir
LSM/Figur
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Edukasi di Kebun Binatang Perkuat Hubungan Masyarakat dengan Alam
Pemerintah
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Studi Ungkap Emisi Metana dari TPA Jauh Lebih Tinggi dari Perkiraan
Pemerintah
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total 'Great Barrier Reef' Akibat El Nino
Ahli Ingatkan Ancaman Kerusakan Total "Great Barrier Reef" Akibat El Nino
Pemerintah
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Dari Ibu Hamil hingga Remaja, Program PASTI Bangun Ekosistem Pencegahan Stunting di Kubu Raya
Swasta
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
PLTS Atap Dinilai Bisa Perkuat Keandalan Listrik, Kebijakan Kuota Diminta Direvisi
LSM/Figur
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
Area Berisiko Banjir di Kota Semarang Diproyeksikan Bertambah 2.162 Hektare pada 2039
LSM/Figur
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
ITS Kembangkan Teknologi PLTS Terintegrasi, Efisiensi Daya Bisa Naik 750 Persen
LSM/Figur
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
Kupu-Kupu Berpindah Habitat, Ahli Ingatkan Ancaman Krisis Ekosistem
LSM/Figur
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
Eksploitasi Air Tanah Persulit Mangrove Bantu Selamatkan Kawasan Pesisir
LSM/Figur
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Antisipasi Ancaman Mikroplastik, Pelaku Bisnis Didesak Segera Bertindak
Pemerintah
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
ICEL: Pengawasan Tambang Rentan Lumpuh Tanpa Transparansi Dokumen Lingkungan
LSM/Figur
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
Demi Kepastian Investasi, ClientEarth dan CPI Dorong Reformasi Regulasi Energi Terbarukan
LSM/Figur
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Bezos & DiCaprio Kucurkan Rp3,58 Triliun Selamatkan 100 Spesies Langka
Pemerintah
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikasi Green Terminal
BUMN
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau