Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanoto Foundation: "Employability" Mahasiswa Harus Diasah sejak Menempuh Pendidikan Tinggi

Kompas.com, 28 Juli 2026, 14:36 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Lulusan perguruan tinggi di Indonesia rata-rata membutuhkan waktu 19,8 bulan untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan lulusan perguruan tinggi tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Data Labor Market Brief LPEM FEB Universitas Indonesia yang dipublikasikan pada Mei 2026 berdasarkan Sakernas Agustus 2025 menunjukkan lamanya masa transisi lulusan memasuki pasar kerja dipengaruhi berbagai faktor.

Mulai dari ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri (skill mismatch), ekspektasi terhadap jenis pekerjaan dan tingkat upah, hingga belum optimalnya keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha.

Baca juga: Tanoto Foundation Fellowship Dibuka untuk Lulusan S1 dan S2, Cek Syaratnya

Head of Leadership Development and Scholarship Tanoto Foundation Yosea Kurnianto mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan employability sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan.

Menurut dia, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

"Dalam dunia kerja yang terus berubah, penuh ketidakpastian, dan semakin kompleks, keunggulan akademik saja tidak lagi cukup. Mahasiswa perlu dibekali karakter, kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, serta pengalaman nyata agar mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi kontribusi yang bermakna," ujar Yosea dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

Ia mengatakan kesiapan memasuki dunia kerja perlu dibangun melalui pengembangan karakter, kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, pengalaman praktis, hingga kesiapan berkarier sejak masa kuliah.

Pandangan tersebut sejalan dengan hasil penelitian "What Drives Graduate Employability?" yang menunjukkan bahwa kesiapan kerja lulusan tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, komunikasi, kolaborasi, ketangguhan, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.

Studi tersebut juga menemukan bahwa pemberi kerja menilai lulusan yang memperoleh pembinaan kepemimpinan dan pengembangan soft skills cenderung lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja.

Beasiswa TELADAN

Berangkat dari tantangan tersebut, Tanoto Foundation kembali membuka pendaftaran program TELADAN (Transformasi Edukasi untuk Melahirkan Pemimpin Masa Depan) Cohort 2027 bagi mahasiswa semester pertama di perguruan tinggi mitra.

Berbeda dengan program beasiswa yang hanya memberikan dukungan finansial, program TELADAN mengombinasikan bantuan biaya pendidikan dengan pengembangan kepemimpinan, soft skills, pengalaman kolaboratif, serta persiapan karier selama 3,5 tahun.

"Melalui program TELADAN, kami ingin mendampingi mahasiswa agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa dampak positif," kata Yosea.

Baca juga: Fellowship Tanoto Foundation Dibuka, Bisa Dapat Pelatihan hingga Uang Saku

Sejak 2006 hingga 2025, Tanoto Foundation mencatat telah mendukung lebih dari 8.800 penerima beasiswa di 10 perguruan tinggi mitra di Indonesia.

Para penerima beasiswa tersebut juga telah menjalankan lebih dari 800 proyek sosial sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendaftaran TELADAN Cohort 2027 dibuka hingga 7 September 2026.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
Harga Minyak Naik, Indonesia Berisiko Rugi Rp 231 Triliun hingga Akhir 2026
LSM/Figur
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Ilmuwan: Suhu Lautan Dunia Catat Rekor Terpanas sepanjang Bulan Juli
Pemerintah
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
Penghijauan di Bandung Tak Cukup dengan Tanam Pohon, Harus Terhubung Jadi Koridor Hijau
LSM/Figur
Kabar Baik, Angka Kerusakan Hutan Amazon Catat Rekor Terendah
Kabar Baik, Angka Kerusakan Hutan Amazon Catat Rekor Terendah
Pemerintah
IPB: Populasi Orang Utan Sumatra Turun dan Masuk Keadaan Darurat Konservasi
IPB: Populasi Orang Utan Sumatra Turun dan Masuk Keadaan Darurat Konservasi
LSM/Figur
Perubahan Iklim Perpanjang Durasi Panas Ekstrem hingga 4 Jam per Hari
Perubahan Iklim Perpanjang Durasi Panas Ekstrem hingga 4 Jam per Hari
Pemerintah
Pangan yang Dikonsumsi di Indonesia Didominasi Tanaman 'Naturalisasi' dari Amerika Latin
Pangan yang Dikonsumsi di Indonesia Didominasi Tanaman 'Naturalisasi' dari Amerika Latin
LSM/Figur
Bank Dunia: 520 Juta Warga Asia Selatan Terancam Panas Ekstrem Mematikan
Bank Dunia: 520 Juta Warga Asia Selatan Terancam Panas Ekstrem Mematikan
Pemerintah
Sempat Reda Pascapandemi, Angka Pengangguran Usia Muda Kini Naik Lagi
Sempat Reda Pascapandemi, Angka Pengangguran Usia Muda Kini Naik Lagi
Pemerintah
Harga Minyak Naik, APBN Tertekan, Saatnya Indonesia Percepat Energi Bersih
Harga Minyak Naik, APBN Tertekan, Saatnya Indonesia Percepat Energi Bersih
LSM/Figur
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
'Hutan Bukan Mainan': Menanam Harapan Lintas Generasi di Sedekah Hutan 2026
LSM/Figur
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
Hari Gajah Sedunia 2026: Hilangnya Hutan Jadi Ancaman Terbesar Gajah Sumatra
LSM/Figur
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Karbon, Hutan Adat, dan Keadilan Tertunda
Pemerintah
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Berdayakan 50.000 Warga, Armawati Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi
Swasta
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
Reformasi Subsidi Energi, Jalan Menuju Perlindungan yang Lebih Adil
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau