Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Me Time" Ramah Lingkungan, Kini Ada Alat yang Ukur Emisi Khusus Spa

Kompas.com, 30 Juli 2026, 11:52 WIB
Monika Novena,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com-Peneliti dari University of Surrey, Inggris dan Therme Group merilis alat baru yang dapat menghitung jejak karbon dari setiap kunjungan spa atau pusat kebugaran secara langsung (real-time).

Melansir Phys, Selasa (28/7/2026) dalam studi yang diterbitkan di jurnal Communications Sustainability, para peneliti menjelaskan cara kerja kalkulator bernama Dynamic Emissions Calculator for Spa and Wellness Centres (SPA-DEC).

Alat ini menggabungkan data penggunaan energi dan air secara langsung dengan perkiraan jumlah sampah serta perjalanan staf. Dengan begitu, total emisi tempat spa bisa dihitung secara akurat untuk setiap satu kali kunjungan tamu, mencakup emisi scope 1, 2, dan 3 sesuai standar Greenhouse Gas Protocol.

Baca juga: Studi Ungkap Perilaku Laki-Laki Cenderung Punya Jejak Karbon Lebih Besar

Kalkulator ini telah diuji coba di dua lokasi berbeda, yaitu Therme Bucharest yang merupakan fasilitas spa besar dan University of Surrey Sports Park yang merupakan fasilitas kecil.

Satu kali kunjungan rata-rata menghasilkan emisi sebesar 5 kilogram karbon dioksida di fasilitas besar, dan sekitar 3,5 kilogram di fasilitas kecil. Penggunaan energi terbarukan di lokasi terbukti mampu memangkas emisi tersebut masing-masing sebesar 33 persen dan 14 persen sepanjang tahun 2024.

Bisa langsung digunakan

Karena dirancang untuk langsung menggunakan data penggunaan energi dan operasional yang sudah ada, para peneliti menyebut kalkulator SPA-DEC bisa langsung dipakai oleh pengelola spa skala kecil maupun besar tanpa perlu pengembangan ulang.

"SPA-DEC adalah inovasi pertama di dunia. Industri kita kini punya kalkulator jejak karbonnya sendiri yang telah ditinjau oleh sesama pakar, bekerja secara real-time, mendalam, dan dinamis jauh melampaui alat apa pun yang ada sebelumnya. Alat ini memberi kemampuan bagi spa, pusat kebugaran, hingga taman hiburan untuk mengelola emisi karbon layaknya aset, serta menyusun strategi ramah lingkungan yang fleksibel dalam operasional sehari-hari," ujar Dr. Robert Hanea, pendiri sekaligus CEO Therme Group.

Profesor Jhuma Sadhukhan, Pakar Teknik Lingkungan, Energi, dan Kimia menambahkan
Penilaian siklus hidup (Life Cycle Assessment) adalah alat utama untuk merancang sistem teknik dan mengambil keputusan.

Baca juga: Jejak Karbon Industri Film Ternyata Besar, 65 Persen Emisi dari Transportasi

Namun, menghitung emisi pada satu kali kunjungan spa tidak bisa menggunakan cara standar dan membutuhkan pemikiran yang tidak biasa. Itu mengapa keunggulan utama dari riset ini adalah caranya membagi emisi dari seluruh bangunan secara adil kepada setiap pengunjung secara real-time.

"Metode ini sangat praktis dan bisa diterapkan pada berbagai tempat di sektor pariwisata untuk mengukur sekaligus mengurangi emisi," kata Sadhukhan.

Kalkulator SPA-DEC merupakan bagian dari pengembangan serangkaian alat pengukur emisi real-time untuk sektor pariwisata. Sebelumnya, para peneliti telah menerbitkan ATP-DEC, yaitu kalkulator emisi untuk penumpang pesawat terbang.

Ke depannya, kalkulator serupa juga sedang dikembangkan untuk sektor penginapan, makanan dan minuman, serta industri acara atau konferensi (MICE), guna menciptakan standar perhitungan karbon berbasis sains yang berlaku secara menyeluruh.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan
BUMN
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
Kasus ISPA Capai 13.449 Selama Juli-Agustus 2026, Ini Kelompok yang Rentan
LSM/Figur
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Aturan Baru Uni Eropa soal Deforestasi Bakal Ubah Pasar Kopi Dunia
Pemerintah
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Tren Belanja Online: Konsumen Makin Pilih Kemasan Ramah Lingkungan
Pemerintah
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Kapasitas PLTS Indonesia Baru 1,5 GW, AESI Soroti Hambatan Capai Target 100 GWp
Swasta
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Studi: Janji Target Iklim Perusahaan Ternyata Minim Realisasi Anggaran Hijau
Pemerintah
BPDLH Siapkan Skema 'Blended Finance' untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
BPDLH Siapkan Skema "Blended Finance" untuk Hadapi Risiko Bencana Iklim
Pemerintah
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
Pesan yang Gugah Emosi Lebih Ampuh Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan
LSM/Figur
United Tractors Gelar Wisuda 'Release Stunting' 2026
United Tractors Gelar Wisuda "Release Stunting" 2026
Swasta
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
PBB Sebut Target Batas Suhu Iklim 1,5 Derajat C Kian Sulit Dicapai
Pemerintah
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana 'Loss and Damage', BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
Indonesia Disebut Belum Resmi Ajukan Dana "Loss and Damage", BPDLH Klaim Sudah Kirim Dua Proposal
LSM/Figur
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Gelombang Panas Laut Ancam Kesehatan Anak-Anak Pesisir
Pemerintah
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Industri Batu Bara di Tengah Transisi Energi, Bappenas Sebut Pekerja Informal Paling Sulit Beralih
Pemerintah
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Emisi Industri Fashion Naik 14 Persen Hanya dalam 2 Tahun
Pemerintah
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Bahaya Pestisida, Hampir 50 Persen Petani Dunia Keracunan Tiap Tahun
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau