JAKARTA, KOMPAS.com – PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menargetkan pengurangan emisi karbon sebesar 1.455 ton karbon dioksida (CO2) per tahun melalui pemanfaatan energi surya di fasilitas operasional perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi sekaligus upaya memperkuat daya saing bisnis di tengah meningkatnya tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Heads of Agreement (HoA) antara PT Lautan Luas Tbk dan Greenvolt Power Indonesia untuk memperluas penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di delapan lokasi operasional perusahaan.
Head of Investor Relations, Corporate Communications & ESG Manager PT Lautan Luas Tbk, Eurike Hadijaya, mengatakan instalasi PLTS akan dibangun di tujuh fasilitas di Pulau Jawa dan satu fasilitas di Sumatera Selatan.
"Kami ingin menegaskan kembali komitmen terhadap transisi energi. Melalui kolaborasi dengan Greenvolt, kami menargetkan pemasangan panel surya di delapan lokasi strategis," ujar Eurike dalam Media Briefing Lautan Luas x Greenvolt Power Indonesia di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Program Listrik Desa Dinilai Jadi Kunci Agar PLTS 100 GW Berdampak ke Ekonomi
Secara keseluruhan, instalasi PLTS tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas mencapai 1.436 kilowatt peak (kWp) dengan produksi listrik sekitar 1.800 megawatt hour (MWh) per tahun.
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, manufaktur, dan jasa pendukung industri kimia, Lautan Luas mengakui aktivitas operasionalnya menghasilkan emisi gas rumah kaca dari Scope 1, Scope 2, maupun Scope 3.
"Memang hal itu normal karena bisnis distribusi dan manufaktur menggunakan energi yang cukup besar dalam proses operasionalnya," kata Eurike.
Sebelumnya, dua anak usaha Lautan Luas, yakni PT Dunia Kimia Jaya dan PT Liku Telaga di Gresik, Jawa Timur, telah memasang PLTS dengan kapasitas lebih dari 500 kWp.
Implementasi tersebut diklaim mampu menurunkan emisi sekitar 600 ton CO2 atau setara dengan penanaman sekitar 14.000 pohon.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya