Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Pelanggan Home Charging PLN Tembus 92.000, Isi Daya EV di Rumah Kian Diminati

Kompas.com, 6 Agustus 2026, 18:26 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Mengisi daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di rumah kini menjadi gaya hidup baru yang semakin diminati masyarakat. Selain lebih praktis, cara ini juga dinilai lebih efisien karena pengguna tidak perlu mengantre di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Hingga Juni 2026, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mencatat lebih dari 92.000 pelanggan telah memanfaatkan layanan Home Charging Services (HCS).

Pada periode Januari-Juni 2026, PLN mencatat penambahan 21.865 pelanggan HCS baru. Jumlah tersebut meningkat 9,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 20.053 pelanggan.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan HCS mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat untuk menjadikan EV sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: Daftar Mobil Rp 300 Jutaan di GIIAS 2026, Opsi EV hingga Hybrid

Menurutnya, tren tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap semakin siapnya infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Oleh karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dengan memperluas infrastruktur pengisian daya yang mudah, praktis, dan andal.

"Salah satunya melalui layanan HCS yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengisi daya kendaraan listrik di rumah," ujar Darmawan dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (6/8/2026).

Direktur Retail dan Niaga PLN M Fahrur Rozy mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan HCS turut mendorong peningkatan konsumsi listrik untuk pengisian daya kendaraan listrik.

Baca juga: Konsumsi Listrik AI Diprediksi Capai 945 TWh pada 2030

Pada semester I-2026, konsumsi listrik untuk layanan HCS mencapai 110,55 gigawatt hour (GWh), naik 93,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 57,12 GWh.

"PLN melihat tren ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat peran kelistrikan dalam mendukung transformasi transportasi nasional. Kami akan terus meningkatkan kesiapan infrastruktur, memperluas akses layanan pengisian daya, dan menghadirkan inovasi agar ekosistem kendaraan listrik dapat tumbuh secara berkelanjutan," jelas Fahrur Rozy.

Untuk mendorong pemanfaatan layanan HCS, PLN juga menghadirkan berbagai program, salah satunya HCS Ultima yang berlaku hingga 31 Desember 2026.

Melalui program tersebut, pelanggan dapat menikmati harga pemasangan HCS mulai Rp 11,7 juta, bonus voucher listrik hingga Rp 1,3 juta, serta diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya EV pada pukul 22.00-05.00 WIB.

Baca juga: HCS Ultima, Layanan Home Charging Baru dari PLN

Pengajuan layanan dapat dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

"Berbagai program yang kami hadirkan merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Ke depan, PLN akan terus menghadirkan layanan pengisian daya yang andal dan inovatif guna mendukung percepatan transisi energi di Indonesia," ucap Fahrur Rozy.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
LSM/Figur
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
Pemerintah
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Pemerintah
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Pemerintah
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
Pemerintah
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
Pemerintah
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Pemerintah
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
LSM/Figur
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
Pemerintah
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Pemerintah
25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim
25 Juta Hektar Hutan Rumput Laut Global Terancam Lenyap akibat Krisis Iklim
Pemerintah
RUU Pangan Belum Cukup Mengatur Persoalan Sisa Pangan
RUU Pangan Belum Cukup Mengatur Persoalan Sisa Pangan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau