Faktor usia juga berpengaruh. Anak-anak yang awalnya kurang dekat dengan alam menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Jenis kelamin juga berdampak, di mana wanita mengalami peningkatan yang sedikit lebih besar dibanding pria.
Baca juga: Alih Fungsi Lahan Tingkatkan Risiko Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia
Hasil penelitian ini, menurut para ahli memberikan petunjuk berharga untuk pengembangan program edukasi kebun binatang di masa depan. Mereka menyarankan agar perhatian lebih diberikan pada pemahaman dan pengalaman awal yang dibawa oleh setiap peserta.
"Apakah seseorang sudah merasa dekat dengan alam atau hampir tidak peduli sama sekali, hal itu sangat memengaruhi seberapa efektif suatu program edukasi. Hal itulah yang harus dipertimbangkan saat menilai program, melakukan penelitian, dan merancang kegiatan edukasi ke depannya," ujar Kleespies.
Penelitian ini berfokus pada dampak langsung setelah mengikuti kegiatan. Apakah rasa dekat dengan alam ini bisa bertahan dalam jangka panjang masih menjadi pertanyaan yang perlu diteliti lebih lanjut. Meski begitu, para penulis melihat hasil studi ini sebagai bukti kuat betapa berharganya program edukasi profesional di kebun binatang.
"Kebun binatang didatangi oleh pengunjung yang sangat banyak dan beragam. Itu membuat kebun binatang berada di posisi yang sangat strategis untuk memperkuat hubungan masyarakat dengan alam di berbagai kalangan," tambah Viktoria Feucht, penulis utama penelitian ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya