KOMPAS.com - Kebun binatang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat hewan secara langsung dan berinteraksi dengan alam. Selain sebagai tempat rekreasi, kebun binatang juga berperan penting dalam perlindungan hewan dan penelitian ilmiah.
Edukasi juga menjadi tugas utama kebun binatang modern, dengan berbagai program yang dirancang untuk mempererat hubungan manusia dengan alam. Namun, seberapa efektifkah program-program ini? Dan pengunjung mana yang paling merasakan manfaatnya dari edukasi di kebun binatang?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh para ahli edukasi biologi di Goethe University Frankfurt.
Melansir Phys, Rabu (5/8/2026) bekerja sama dengan 20 kebun binatang di Jerman, Swiss, Belanda, dan Portugal, tim yang dipimpin oleh Profesor Paul Dierkes meneliti bagaimana kepesertaan dalam program edukasi kebun binatang dapat memengaruhi rasa kepedulian dan hubungan seseorang dengan alam.
Hasil penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal People and Nature.
Baca juga: Kontaminasi Bahan Kimia dari Plastik Bikin Perilaku Hewan Laut Berubah
"Kami ingin mengetahui apakah program edukasi di kebun binatang benar-benar dapat memperkuat hubungan masyarakat dengan alam, serta bagaimana kondisi awal para peserta memengaruhi proses tersebut," ujar Dierkes, pemangku jabatan Opel-Zoo Endowed Professorship di Zoo Animal Biology sekaligus kepala Departemen Edukasi Ilmu Hayati di Goethe University.
Untuk mengukur dampaknya, para peserta mengisi survei tepat sebelum dan sesudah mengikuti program edukasi.
Selain menilai seberapa dekat mereka dengan alam, para peneliti juga memeriksa berbagai faktor lain seperti usia, jenis kelamin, seberapa sering mereka berkunjung ke kebun binatang, durasi program, ada atau tidaknya interaksi langsung dengan hewan, serta apakah topik perlindungan alam dan satwa ikut dibahas.
Tim peneliti kemudian menganalisis bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi hubungan awal peserta dengan alam dan perubahannya setelah mengikuti program.
Secara keseluruhan, mengikuti program edukasi di kebun binatang terbukti meningkatkan rasa dekat masyarakat dengan alam dalam jangka pendek. Efek ini paling terasa pada peserta yang awalnya merasa kurang atau biasa saja hubungannya dengan alam.
"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa program edukasi kebun binatang sangat efektif menyasar orang-orang yang sebelumnya merasa kurang dekat dengan alam," kata Dr. Matthias Kleespies, salah satu penulis penelitian tersebut.
Dampak paling kuat pada peserta yang tadinya kurang atau biasa saja hubungannya dengan alam terlihat ketika program tersebut melibatkan interaksi langsung dengan hewan, membahas topik keanekaragaman hayati dan perlindungan satwa, atau berlangsung dalam durasi yang lebih lama.
Bagi peserta yang dari awal sudah merasa sangat dekat dengan alam, perubahan yang terukur memang lebih kecil. Namun, para peneliti menegaskan bahwa hal ini bukan berarti edukasi kebun binatang kurang bermanfaat bagi kelompok tersebut. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini memiliki batas atas.
"Peserta yang nilainya sudah sangat tinggi sejak awal memang memiliki ruang yang lebih sedikit untuk menunjukkan peningkatan angka. Meskipun begitu, program-program ini tetap dapat memperkuat dan memperdalam kepedulian yang sudah mereka miliki," jelas Dierkes.
Para peneliti juga menemukan perbedaan berdasarkan ciri-ciri peserta lainnya. Pengunjung yang sering datang ke kebun binatang mengalami peningkatan kepedulian pada alam yang lebih besar dibandingkan mereka yang jarang berkunjung.
Faktor usia juga berpengaruh. Anak-anak yang awalnya kurang dekat dengan alam menunjukkan peningkatan yang sangat pesat. Jenis kelamin juga berdampak, di mana wanita mengalami peningkatan yang sedikit lebih besar dibanding pria.
Baca juga: Alih Fungsi Lahan Tingkatkan Risiko Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia
Hasil penelitian ini, menurut para ahli memberikan petunjuk berharga untuk pengembangan program edukasi kebun binatang di masa depan. Mereka menyarankan agar perhatian lebih diberikan pada pemahaman dan pengalaman awal yang dibawa oleh setiap peserta.
"Apakah seseorang sudah merasa dekat dengan alam atau hampir tidak peduli sama sekali, hal itu sangat memengaruhi seberapa efektif suatu program edukasi. Hal itulah yang harus dipertimbangkan saat menilai program, melakukan penelitian, dan merancang kegiatan edukasi ke depannya," ujar Kleespies.
Penelitian ini berfokus pada dampak langsung setelah mengikuti kegiatan. Apakah rasa dekat dengan alam ini bisa bertahan dalam jangka panjang masih menjadi pertanyaan yang perlu diteliti lebih lanjut. Meski begitu, para penulis melihat hasil studi ini sebagai bukti kuat betapa berharganya program edukasi profesional di kebun binatang.
"Kebun binatang didatangi oleh pengunjung yang sangat banyak dan beragam. Itu membuat kebun binatang berada di posisi yang sangat strategis untuk memperkuat hubungan masyarakat dengan alam di berbagai kalangan," tambah Viktoria Feucht, penulis utama penelitian ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya