Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jejak 18 Tahun, Ketika Kebiasaan Sehat Menjadi Warisan bagi Generasi Indonesia

Kompas.com, 14 Agustus 2026, 11:43 WIB
Sri Noviyanti,
Aditya Mulyawan

Tim Redaksi

Faktor kedua adalah pembelajaran dari pelaksanaan program selama bertahun-tahun. Japfa kemudian semakin memfokuskan pengukuran pada perubahan status gizi siswa yang mengalami malanutrisi.

Japfa juga terus menguji theory of change sejak satu dekade terakhir untuk memastikan aktivitas yang dilakukan memiliki kaitan dengan perubahan yang ingin dicapai.

“Harapannya, desain yang kami buat menghasilkan dampak terukur dan terverifikasi,” jelasnya.

Hasil pengukuran terlihat dalam pelaksanaan dua tahun terakhir. Pada 2024, dari 1.479 siswa yang teridentifikasi mengalami gizi kurang dan gizi buruk, 762 siswa atau 51,5 persen berhasil meningkat menjadi status gizi baik.

Baca juga: Tetap Jadi Mitra Catur, Japfa Rambah Olahraga Lari

Pada 2025, program menjangkau 123 sekolah di sembilan kabupaten/kota. Dari 1.034 siswa yang menjadi sasaran karena kondisi malnutrisi, sebanyak 646 siswa atau 62,5 persen mengalami peningkatan status gizi menjadi baik.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat hasil intervensi program.

Sebelum program berjalan

Bagi Japfa, intervensi dimulai sebelum telur dibagikan. Artsanti menjelaskan, lokasi program dipilih dengan mempertimbangkan kedekatannya dengan operasional Japfa dan kondisi malnutrisi anak di wilayah tersebut. Sekolah yang terlibat juga dipilih berdasarkan komitmen untuk melakukan penilaian status gizi siswa secara mandiri.

Sebelum program berjalan, kondisi siswa dipetakan melalui pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan bagi siswa yang teridentifikasi mengalami masalah gizi.

Guru dan koordinator sekolah mendapatkan pelatihan mengenai gizi dan pengelolaan program. Orang tua juga dilibatkan, termasuk melalui komitmen untuk menyediakan bekal sehat bagi anak.

Barulah intervensi diberikan. Melalui skema One Day One Egg, siswa dengan kondisi gizi kurang dan gizi buruk mendapatkan telur sebagai sumber protein hewani. Dalam pelaksanaan 2025, telur diberikan selama enam bulan, sementara konsumsi dan perkembangan siswa dipantau secara berkala.

Baca juga: JAPFA Ekspor 23.000 Ayam Hidup ke Singapura

Pemantauan tidak hanya dilakukan oleh tim Japfa. Guru ikut mencatat konsumsi harian melalui aplikasi, sementara pertemuan dengan orang tua dilakukan setiap bulan untuk menjaga keterlibatan keluarga.

Artsanti mengatakan, Japfa tidak memosisikan diri sebagai pihak yang datang sekadar memberikan bantuan.

Pendekatan yang digunakan adalah share contribution dengan melibatkan sekolah, orang tua, puskesmas, dinas kesehatan, dinas pendidikan, serta pihak lain dalam pelaksanaan program.

Siswa dengan kondisi malnutrisi mendapatkan asupan protein hewani, sementara pertumbuhan mereka dipantau melalui pengukuran berat dan tinggi badan.

Di sekolah, Hari Sehat JAPFA menjadi ruang pembiasaan. Seperti yang telah diilakulan SD Negeri 6 Kajarharjo, siswa melakukan senam gizi seimbang, mendapatkan edukasi dari guru, membawa dan memeriksa bekal, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan kuku.

Pengalaman di SD Negeri 1 Kebun Agung yang berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, menunjukkan bagaimana intervensi tersebut bertemu dengan kebiasaan makan siswa.

Guru SD Negeri 1 Kebun Agung Anggi Dwi Wahyuni dan Situ Nur Wahyuni mengatakan, sejumlah siswa yang sebelumnya sama sekali tidak menyukai sayur mulai mau mencicipi beberapa jenis sayuran setelah program berjalan.

"Anak-anak juga jadi lebih bersemangat mengonsumsi telur," lanjut mereka.

Meski demikian, belum berarti seluruh anak langsung menyukai semua jenis sayuran. Namun, bagi guru, kesediaan untuk mencoba makanan yang sebelumnya dihindari menjadi salah satu perubahan yang mulai terlihat.

Sekolah yang harus dicapai dengan perahu

Namun, pengalaman setiap sekolah tidak selalu sama. Di Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, misalnya, JAPFA for Kids pada 2025 menjangkau 13 sekolah dasar negeri dengan 1.201 siswa. Program One Day One Egg dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Ilangata dan Puskesmas Anggrek.

Untuk mencapai sejumlah wilayah di sana, perjalanan harus dilakukan dengan menyeberangi laut menggunakan perahu. Beberapa guru bahkan harus bolak-balik menggunakan perahu untuk menjalankan tugas mengajar.

Perjalanan program JAPFA for Kids sejak 2008. Data diolah dari Sustainability Report 2025 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Perjalanan program JAPFA for Kids sejak 2008. Data diolah dari Sustainability Report 2025 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Makanan Busuk Lepaskan Gas Rumah Kaca 5 Kali Lebih Banyak Dibanding Pesawat
Pemerintah
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
Potensi Pendapatan dari Pengelolaan Sampah Organik di Jabar Capai 64 M Per Tahun
LSM/Figur
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
IPB Sulap Limbah Mata Ikan Tuna Jadi Camilan Fungsional
LSM/Figur
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
PwC: Tingkat Kemahiran AI Memicu Kesenjangan Baru di Dunia Kerja
Pemerintah
Ketika AI 'Haus' Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
Ketika AI "Haus" Air Bersih, Catatan Pengingat dari Data Center Jatiluhur
LSM/Figur
'Long Service Award', Humanisasi di Tengah Era Transaksional
"Long Service Award", Humanisasi di Tengah Era Transaksional
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau