Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IPB University Tutup SAMI 2026, Kolaborasi untuk Agrifood Berkelanjutan jadi Fokus

Kompas.com, 17 Agustus 2026, 14:33 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - Institut Pertanian Bogor (IPB) University memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong ketahanan iklim dan pengelolaan sektor agrifood yang berkelanjutan melalui The 9th Summer Course on Sustainable Agrifood Management in Indonesia (SAMI) 2026.

Program yang diselenggarakan Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University tersebut mempertemukan 125 peserta dari 37 universitas yang berasal dari 20 negara.

Mengangkat tema "Building Climate Resilience and Sustainable Agrifood Management through ESG", SAMI 2026 berlangsung sejak 27 Juli 2026 melalui rangkaian pembelajaran daring dan luring, penugasan proyek, serta pengalaman lapangan di sejumlah lokasi di Jawa Barat.

Baca juga: IPB Latih Warga Olah Ikan Nila dan Pemasaran Berbasis AI

Program tersebut dirancang untuk memberikan perspektif yang lebih luas mengenai tantangan sistem agrifood, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan tuntutan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Salah satu bagian penting dalam SAMI 2026 adalah rangkaian site visit yang membawa peserta melihat berbagai praktik di lapangan.

Total terdapat sembilan lokasi yang dikunjungi peserta, mulai dari lingkungan IPB University hingga berbagai lokasi di Bogor dan Garut.

Peserta juga mengunjungi Science and Technology Park (STP) IPB University untuk melihat pengembangan inovasi dan teknologi.

Perspektif yang diperoleh selama program kemudian diterapkan peserta melalui proyek kelompok dan Final Essay Presentation.

Ketua Departemen Manajemen FEM IPB University, Eko Ruddy Cahyadi, menyampaikan bahwa program tersebut menghasilkan 20 presentasi esai kelompok. Setiap kelompok dinilai oleh sedikitnya dua reviewer.

"Pembelajaran dalam SAMI 2026 tidak berhenti pada kegiatan pertukaran pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menghasilkan gagasan yang dapat merespons tantangan sistem agrifood," kata Eko Ruddy Cahyadi dalam keterangan resmi dikutip Senin (17/8/2026).

Memperluas jejaring internasional

Direktur Direktorat Pendidikan Internasional IPB University, Raden Dikky Indrawan, mengatakan keberlanjutan dan kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SAMI.

Menurut dia, summer course juga menjadi salah satu sarana untuk memperluas keterlibatan mahasiswa internasional dalam lingkungan akademik IPB University.

"Melalui pertemuan peserta dari berbagai negara, program tersebut membuka ruang pertukaran perspektif mengenai pengelolaan agrifood dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi setiap negara," ujar dia.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan karena ketahanan sistem pangan dan agrifood tidak hanya menghadapi persoalan produksi, tetapi juga perubahan iklim, tuntutan keberlanjutan, serta kebutuhan untuk membangun tata kelola yang lebih bertanggung jawab.

Dengan mempertemukan perspektif dari berbagai negara dan menghubungkannya dengan praktik di Indonesia, SAMI 2026 diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi lanjutan dalam pengembangan agrifood berkelanjutan.

Selain kegiatan pembelajaran dan site visit, SAMI 2026 juga menyelenggarakan SAMI Essay Contest 2026.

Baca juga: Mahasiswa KKNT IPB Bantu Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial di Garut Jawa Barat

Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menuangkan gagasan dan solusi terhadap tantangan ketahanan iklim dan pengelolaan agrifood berkelanjutan melalui perspektif ESG.

Penilaian dilakukan oleh reviewer dari sejumlah institusi nasional dan internasional, antara lain IPB University, Universiti Putra Malaysia, University of Hannover, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), FELCRA College, dan Songkhla Rajabhat University.

Juara pertama diraih oleh Rifki Hilman Fauzi dari IPB University, Compaore Eric Bénéwendé dari Aube Nouvelle University, Raghd Ali Al Nofali dari Sultan Qaboos University, M. Alif Fikri Bin Muhammad Radzidari FELCRA College Malaysia, serta Nisreen Nansen dari Songkhla Rajabhat University.

Juara kedua diraih Danang Hendrajati, Nur Anis Akma Binti Zainal Abidin, Muhammad Suryo Dhito, dan Tanawat Ruttanabunleng.

Baca juga: FEM IPB Dorong Solusi Berbasis Alam dan ESG untuk Perkuat Ketahanan Iklim

Sementara itu, juara ketiga diraih Muhamad Zidan Fahrezi, Rouissi Ala, Nurwunda Yanga, Alyssa Augustya Putri, dan Jhonson Raju Sankati.

Selain tiga pemenang utama, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta dengan performa dan keterlibatan terbaik selama program.

Rangkaian The 9th SAMI Summer Course 2026 kemudian ditutup melalui closing ceremony yang dihadiri pimpinan IPB University.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menyampaikan bahwa IPB University berkomitmen dalam mendorong pendidikan, kolaborasi internasional, dan pengembangan solusi berkelanjutan di sektor agrifood.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau