KOMPAS.com - Banyak penelitian telah menghubungkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan hasil keuangan perusahaan yang lebih kuat, namun bagaimana tepatnya kepedulian lingkungan dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, masih belum jelas.
Kini, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Sang-Ho Lee dari Departemen Ekonomi di Universitas Nasional Chonnam, Korea Selatan, bekerja sama dengan Profesor Arturo Garcia dari Universitas Otonom Nuevo León di Meksiko, telah menemukan bahwa
keberlanjutan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara tidak langsung dengan cara meningkatkan penjualan.
Penelitian mereka telah diterbitkan dalam jurnal Corporate Social Responsibility and Environmental Management.
Melansir Phys, Kamis (13/8/2026) meningkatnya kekhawatiran tentang perubahan iklim telah mendorong perusahaan di berbagai industri untuk mengurangi emisi, menerapkan teknologi yang lebih ramah lingkungan, dan memperkuat kepedulian lingkungan mereka.
Baca juga: PBB Sebut Perusahaan Masih Acuh Saat Target Lingkungan 2030 Meleset
Di saat yang sama, konsumen menjadi lebih sadar akan dampak lingkungan dari barang yang mereka beli, sehingga tekanan terhadap perusahaan untuk menunjukkan bukti nyata dalam menjaga lingkungan makin besar.
Karena konsumen makin peduli dengan dampak lingkungan dari keputusan belanja mereka, tanggung jawab lingkungan kini menjadi faktor penting yang memengaruhi minat beli masyarakat.
"Seiring meningkatnya tren konsumen ramah lingkungan, melonjaknya kekhawatiran global atas perubahan iklim memaksakan perusahaan di berbagai industri untuk memasukkan praktik ramah lingkungan seperti pengurangan gas rumah kaca dan penggunaan teknologi hijau ke dalam kegiatan utama bisnis mereka," jelas Lee.
Untuk memahami bagaimana tanggung jawab lingkungan memengaruhi kinerja keuangan, para peneliti menganalisis nilai ESG dari Korea Corporate Governance Service dan data keuangan dari basis data KIS Value untuk 579 perusahaan publik di Korea Selatan yang mencakup 2.316 data tahunan antara 2019 hingga 2022.
Menggunakan analisis perantara, mereka meneliti apakah tingkat penjualan menjadi alasan utama di balik hubungan antara tanggung jawab lingkungan dan kinerja keuangan, serta apakah hubungan ini berbeda berdasarkan jenis perusahaan dan periode sebelum atau sesudah pandemi COVID-19.
Hasil analisis menunjukkan bahwa tanggung jawab lingkungan tidak secara langsung meningkatkan kinerja keuangan. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki kepedulian lingkungan lebih kuat berhasil mencatatkan angka penjualan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan atas aset dan ekuitas.
Hubungan tidak langsung ini terlihat nyata pada perusahaan-perusahaan konglomerat besar (Chaebol), namun tidak signifikan pada perusahaan non-Chaebol.
Ini menunjukkan bahwa perusahaan besar lebih mampu mengubah aksi ramah lingkungan menjadi dorongan penjualan nyata berkat popularitas dan reputasi mereka yang lebih tinggi.
Baca juga: 70 persen Perusahaan Global Stop Beli Mobil Dinas Berbahan Bakar Fosil
Dampak yang didorong oleh angka penjualan ini juga menjadi jauh lebih kuat setelah pandemi COVID-19. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepedulian konsumen dan para pemangku kepentingan terhadap isu keberlanjutan.
Temuan ini menegaskan bahwa penjualan adalah jalur utama bagaimana tanggung jawab lingkungan dapat menciptakan nilai ekonomi.
"Pendekatan ini berpotensi diterapkan di negara-negara lain yang memiliki gaya bisnis dan tingkat kesadaran konsumen ramah lingkungan yang berbeda," tambah Lee.
Para peneliti percaya bahwa hasil studi mereka dapat membantu pelaku bisnis, investor, dan pembuat kebijakan untuk lebih memahami manfaat ekonomi dari keberlanjutan, serta mendorong strategi yang memperkuat tanggung jawab lingkungan sekaligus kepercayaan konsumen.
"Penelitian kami menyoroti tidak hanya pentingnya kesadaran konsumen ramah lingkungan untuk menjaga kualitas lingkungan dalam jangka panjang, tetapi juga keberlanjutan strategi bisnis berbasis kinerja keuangan sebagai proyek yang saling menguntungkan bagi bumi dan manusia," tutup Lee.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya