Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Astra Terima Kunjungan Menteri Pariwisata di Desa Sejahtera Astra Kemiren, Perkuat Wisata Berbasis Budaya

Kompas.com, 18 Agustus 2026, 17:29 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - PT Astra International Tbk (Astra) menerima kunjungan Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia (RI) Widiyanti Putri Wardhana ke Desa Sejahtera Astra Kemiren, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (25/7/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau Desa Sejahtera Astra Kemiren sebagai salah satu desa wisata yang menerapkan pengembangan pariwisata berbasis budaya melalui pelestarian adat, tradisi, seni, dan kearifan lokal masyarakat Osing.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar Widiyanti didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi, Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti, serta Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro.

Rombongan meninjau berbagai aktivitas budaya dan ekonomi kreatif masyarakat Osing, mulai dari kesenian Gejog Lesung, proses menyangrai Kopi Osing, pembuatan kue tradisional kucur dan tas anyaman daun kelapa, hingga berbagai produk lokal di Pojok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Wisata.

Pada kesempatan tersebut, Astra juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Desa Sejahtera Astra Kemiren berupa 20 unit komposter, 50 paket perlengkapan homestay, serta pembangunan amfiteater sebagai dukungan terhadap pengembangan desa wisata berbasis budaya yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Terima kasih kepada Astra yang telah mendukung dan membina Desa Sejahtera Astra Kemiren. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengembangan destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis budaya," ujar Widiyanti dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (18/8/2026).

Baca juga: Kisah Elsa Novia Kenalkan Wisata Budaya Tangerang hingga Diminati Turis Malaysia dan China

Astra dorong pelestarian budaya Osing

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, kunjungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI ke Desa Sejahtera Astra Kemiren merupakan suatu kehormatan bagi Astra.

Menurut Boy, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat masyarakat Kemiren dalam menjaga budaya Osing.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan desa wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Astra berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh sehingga budaya Osing tetap lestari dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ucap Boy.

Masyarakat di Desa Sejahtera Astra Kemiren secara konsisten melestarikan budaya Osing melalui berbagai tradisi, seperti upacara adat Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, tarian adat Tari Gandrung, kuliner lokal, musik tradisional, hingga arsitektur khas Osing yang menjadi bagian dari identitas sekaligus potensi yang menggerakkan kehidupan desa.

Potensi tersebut kemudian diperkuat Astra sejak 2024 melalui program Desa Sejahtera Astra. Bersama masyarakat dan penggerak lokal, Astra mendukung pengembangan desa melalui empat bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

Baca juga: Kepedulian Lingkungan Perusahaan Berdampak Positif pada Performa Finansial

Bentuk pendampingan tersebut antara lain meliputi penguatan Posyandu dan PAUD, pengelolaan sampah dan pengembangan biogas, pemberdayaan UMKM lokal, penguatan kapasitas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta pengembangan homestay dan sarana penunjang desa wisata agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pengembangan tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dan memperkuat peran mereka sebagai pelaku utama desa wisata.

Saat ini, terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Pokdarwis yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata dan pelestarian budaya Osing.

Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga mengalami peningkatan sebesar 33 persen. Perkembangan ini menunjukkan bahwa budaya yang terus dijaga masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

Konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi desanya turut mendapatkan apresiasi di tingkat nasional maupun internasional. Sejak 2019, desa ini telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), dan ASEAN Tourism Award 2025.

Pada tingkat internasional, Desa Sejahtera Astra Kemiren juga terpilih sebagai bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025, yang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Baca juga: MUI Dorong Budaya Hidup Halal di Sekolah: Bentuk Karakter Gen Z

Semangat Astra untuk terus mengembangkan desa melalui kolaborasi dengan masyarakat seperti di Desa Sejahtera Astra Kemiren sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Harita Nickel Turunkan 2.600 Terumbu Buatan di Pesisir Pulau Obi, Datangkan Banyak Jenis Ikan
Harita Nickel Turunkan 2.600 Terumbu Buatan di Pesisir Pulau Obi, Datangkan Banyak Jenis Ikan
Swasta
Sepertiga Sampah Plastik Dunia Tak Terkelola dengan Baik pada 2026
Sepertiga Sampah Plastik Dunia Tak Terkelola dengan Baik pada 2026
Pemerintah
Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Aksi Terpadu Tangani Iklim dan Polusi Udara Berikan Keuntungan 15 Kali Lipat
Pemerintah
Impor Batu Bara Metalurgi Naik, Indonesia Jadi Salah Satu Pendorong Pasar Global
Impor Batu Bara Metalurgi Naik, Indonesia Jadi Salah Satu Pendorong Pasar Global
LSM/Figur
PBB: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Hambat Perbaikan Kualitas Udara Dunia
PBB: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Hambat Perbaikan Kualitas Udara Dunia
Pemerintah
Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Harita Nickel Luncurkan Buku mengenai Pulau Obi dan Keanekaragaman Ikan
Swasta
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Dampak El Nino: Terusan Panama Hadapi Krisis Air dan Penurunan Jalur Pelayaran
Pemerintah
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Keanekaragaman Pohon Jadi Perisai Hutan Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Perkembangan AI di Asia Pasifik Pesat, tapi Masih Ada Kesenjangan
Pemerintah
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
Abu Vulkanik Ganggu Proses Fotosintesis Tanaman, Berisiko Gagal Panen Jika Terpapar Terlalu Lama
LSM/Figur
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
Perempuan Makin Didorong Terlibat dalam Transisi Energi Indonesia
LSM/Figur
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
Cavendish Rentan Penyakit Layu Fusarium, RI Bisa Ubah Pisang Liar Jadi Varietas Unggul Tahan Krisis Iklim
LSM/Figur
Banyak TPA Masih Terbakar Selama El Niño dan Musim Kemarau, Meski Praktik Open Dumping Dilarang
Banyak TPA Masih Terbakar Selama El Niño dan Musim Kemarau, Meski Praktik Open Dumping Dilarang
LSM/Figur
Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026
Penerbitan Obligasi Hijau Global Tembus Rekor Baru di Q2 2026
Pemerintah
Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Ahli Peringatkan Risiko Kesehatan dari Menghirup dan Lingkungan Tercemar
Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke 5 Provinsi, Ahli Peringatkan Risiko Kesehatan dari Menghirup dan Lingkungan Tercemar
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau