Risiko bagi sektor ini sangat besar karena banyak teknologi penyerapan karbon yang harganya masih mahal dan durabilitas komersialnya belum matang.
Para ilmuwan iklim berulang kali mengingatkan bahwa pemotongan emisi secara drastis harus diimbangi dengan penyerapan karbon dioksida skala besar. Pada pertengahan abad ini, miliaran ton karbon mungkin perlu diserap dari atmosfer setiap tahunnya.
Teknologi seperti penangkapan udara langsung masih sangat mahal untuk diterapkan secara massal. Oleh karena itu, pembeli dari kalangan perusahaan memegang peran pendanaan yang sangat penting untuk kepastian pendapatan pengembang proyek selagi teknologinya terus berkembang.
Microsoft bukan satu-satunya pembeli carbon removal dari kalangan perusahaan.
Frontier, sebuah koalisi carbon removal yang beranggotakan Stripe, Anthropic, dan Alphabet, berkomitmen mengucurkan dana sebesar 915 juta dolar AS pada bulan Juni untuk mendukung proyek-proyek penyerapan karbon baru.
Pengeluaran tersebut menunjukkan bahwa pasar kini makin bervariasi, meskipun pengaruh Microsoft masih sangat besar.
Baca juga: Ekspansi Pusat Data AI Bikin Emisi Karbon Microsoft Melonjak 25 Persen
“Masyarakat perlu melihat lebih dari sekadar aktivitas Microsoft saat menilai kondisi pasar ini,” kata Lee Bostock, pendiri Vuelta Carbon, sebuah perusahaan perdagangan dan penasihat pasar karbon.
“Saya percaya pasar ini berkembang ke arah yang positif dan menjanjikan, tetapi penjual dan pembeli harus realistis dengan tahap perkembangan pasar saat ini,” paparnya lagi.
Bagi para pemimpin perusahaan dan investor, pergeseran strategi Microsoft memperlihatkan tantangan tata kelola yang lebih besar. Strategi iklim yang dibuat saat anggaran infrastruktur masih kecil kini makin tertekan akibat pesatnya investasi di bidang AI.
Masalah ini tidak hanya dialami oleh Microsoft. Perusahaan penyedia pusat data raksasa kini mengucurkan modal sangat besar untuk infrastruktur komputer, padahal di saat yang sama mereka punya target iklim yang makin tinggi.
Bagi sektor carbon removal, kondisi ini membawa risiko sekaligus peluang. Pasar yang tidak bergantung pada satu pembeli saja akan jauh lebih kuat.
Namun, sebelum permintaan dari perusahaan lain meluas secara signifikan, perubahan strategi pembelian Microsoft akan terus memengaruhi pendanaan proyek, penerapan teknologi, dan kepercayaan pasar di sektor ini.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya