Pada tahun 2025, pemerintah daerah di berbagai belahan dunia mengajukan dana sebesar 33,51 miliar dolar AS untuk proyek adaptasi iklim, dengan 2,85 miliar dolar AS di antaranya khusus digunakan untuk proyek yang berhubungan dengan alam.
“Perubahan iklim dan kerusakan alam bukanlah dua masalah yang terpisah. Saat dampak iklim makin parah, ekosistem yang rusak membuat masyarakat makin rentan. Kota dan daerah makin sadar bahwa menjaga alam dan melawan perubahan iklim adalah dua hal yang saling berkaitan rapat,“ papar Katie Walsh, direktur global untuk kota dan daerah di CDP.
Baca juga: Kota-Kota di Asia dan Afrika Paling Terancam Cuaca Panas Ekstrem
"Data kami menunjukkan bahwa hal ini bukan lagi sekadar niat, melainkan sudah menjadi aksi nyata. Solusi berbasis alam kini jadi langkah utama, bukan lagi sekadar program pilihan. Saat aksi nyata ini mulai diterapkan secara luas oleh pemerintah daerah, membuka akses pendanaan yang sangat mereka butuhkan menjadi tugas mendesak bagi para investor dan pemerintah,” tambahnya.
Sebagai contoh, Kota London diperkirakan membutuhkan dana sebesar 75 miliar pound sterling demi mencapai target bebas emisi pada tahun 2030.
Kota-kota lain yang langkah pelestarian lingkungannya masih tertinggal tentu akan membutuhkan dana yang jauh lebih besar.
Jaringan kota dunia C40 Cities memperkirakan bahwa kota-kota di negara berkembang saja membutuhkan dana sebesar 147 miliar dolar AS setiap tahunnya hingga tahun 2030 untuk adaptasi iklim, dan angka ini akan naik menjadi 165 miliar dolar AS per tahun setelahnya.
Jumlah dana yang tersedia saat ini masih sangat jauh dari kebutuhan tersebut. Modal dari sektor swasta yang biasanya menopang sebagian besar pembangunan fasilitas umum dunia saat ini masih sangat minim masuk ke sektor ini.
“Data lingkungan yang terbuka dan jujur dapat membantu para mitra melihat wilayah mana saja yang paling membutuhkan investasi, lalu menyalurkan modal tersebut ke proyek-proyek yang mampu melindungi masyarakat dari bencana,” jelas Walsh.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya