Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Bersama Mercy Corps dan DBS Foundation Perkuat Literasi Finansial bagi Perempuan Pemilik UMKM

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 21:06 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - DBS Foundation dan Yayasan Mercy Corps Indonesia menyelenggarakan learning event sebagai bagian dari program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation.

Program ini bertujuan memperkuat kesehatan dan ketahanan keuangan 40.000 perempuan pelaku UMKM di Semarang, Surabaya, dan Medan hingga 30 September 2027.

Untuk mendukung program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation, Yayasan Mercy Corps Indonesia dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).

Baca juga: Apa Itu MDR QRIS Nol Persen? Ini Manfaatnya bagi UMKM dan Konsumen

Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari rangkaian acara Bursa Wirausaha Unggulan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM di Kota Medan, bertempat di Auditorium Universitas Sumatera Utara yang diselenggarakan pada Kamis (20/8/2026).

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Sekretaris Menteri UMKM RI Loto Srinaita Ginting dan Direktur Eksekutif Yayasan Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis, disaksikan oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik, dan perwakilan Bank DBS Indonesia cabang Medan, Herman Law.

Kolaborasi ini mengoptimalkan program pemerintah dan mitra pembangunan untuk mendorong pengembangan usaha perempuan, baik pemilik maupun pengelola UMKM. Upaya ini mencakup pelatihan literasi keuangan dan digital, perluasan akses pembiayaan, business matching, serta pemanfaatan saluran pemasaran digital.

Sejak diluncurkan pada tanggal 15 Oktober 2025, program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation telah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan pemilik atau pengelola UMKM di Semarang, Surabaya, Medan.

Melalui program ini, para pelaku usaha mendapatkan pendampingan terintegrasi untuk memperkuat bisnis hingga terhubung langsung ke layanan finansial.

Melalui program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs powered by DBS Foundation, kami berharap semakin banyak perempuan pelaku UMKM memiliki akses terhadap pengetahuan, layanan, dan produk keuangan yang membantu mereka meningkatkan ketahanan usaha, memenuhi kebutuhan dasar keluarga, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi diri mereka maupun komunitasnya,” ujar Mona Monika, Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia.

MoU Mercy Corps dan Kementerian UMKM

Sementara itu Ade Soekadis, Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia mengatakan kolaborasi dengan Kementerian UMKM RI menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak pembelajaran dan memperkuat upaya bersama dalam mendukung perempuan pemilik dan pengelola usaha mikro dan kecil.

"Melalui kemitraan ini, kami berharap praktik baik dan pembelajaran dari implementasi program dapat menjadi masukan dalam pengembangan strategi yang lebih efektif untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM” ujar Ade.

Baca juga: Perkuat Ekonomi Inklusif Papua, 1.700 Rumah Tangga Dapat Pendampingan Literasi Keuangan

Learning Event mengusung tema “Money Smart Entrepreneur: Cerdas Mengelola Keuangan, Berani Mengembangkan Usaha”. Sesi panel talkshow menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, DBS Foundation, praktisi dan influencer.

Selama Agustus hingga September 2026, DBS Foundation dan Mercy Corps Indonesia akan menyelenggarakan enam learning event di Medan, Semarang, Surabaya, dan Jakarta.

Berbagai masukan dan pembelajaran yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan dihimpun dalam sebuah dokumen pembelajaran (learning document) yang memuat strategi efektif untuk memperkuat kapasitas perempuan pemilik atau pengelola UMKM di wilayah perkotaan. Dokumen ini selanjutnya akan disampaikan kepada Kementerian UMKM sebagai bahan rekomendasi kebijakan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi 'Open Dumping' Belum Efektif
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi "Open Dumping" Belum Efektif
LSM/Figur
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
LSM/Figur
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
Walhi: Berulangnya Kebakaran TPA karena Buruknya Tata Kelola Sampah
LSM/Figur
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
KLH: Potensi Ekonomi Karbon Bantu Industri Nikel Lakukan Dekarbonisasi
Pemerintah
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Thailand Kucurkan Investasi Rp 26,66 Triliun untuk Panel Surya Atap
Pemerintah
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Penegasan Batas Desa, Jadi Fondasi Cegah Perambahan Hutan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat
Pemerintah
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
PBB Peringatkan El Nino Sangat Kuat, Diprediksi Bertahan hingga Februari 2027
Pemerintah
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
OJK Siapkan Aturan Wajibkan TKBI, Aspek HAM Masuk Penilaian Keuangan Berkelanjutan
Pemerintah
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Emisi Kebakaran Indonesia Tertinggi di Dunia, 19,7 Juta Ton Sepekan
Pemerintah
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
Saat Ketan Hitam Sigi Disulap Jadi Skincare Tradisional...
LSM/Figur
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
258 Juta Anak di 87 Negara Terdampak Krisis Pendidikan, 74 Juta Tak Sekolah
Pemerintah
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Bappenas Finalisasi Rencana Aksi Food Loss and Waste, Berharap Sistem Pangan Berdampak ke Krisis Iklim
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau