Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Pertamina Eco RunFest 2026 Hadirkan 7 Inisiatif Keberlanjutan, dari Daur Ulang hingga Pengelolaan Sampah

Kompas.com, 26 Agustus 2026, 20:58 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Eco RunFest 2026, event tahunan yang mengusung tema “Spark the Change, Leave Zero Trace”. 

Tahun ini, Pertamina Eco RunFest mengajak masyarakat terlibat dalam upaya mengurangi dan mengelola sampah plastik melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan keberlanjutan.

Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, semangat keberlanjutan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Pertamina Eco RunFest 2026. 

Memasuki tahun ke-13, Eco RunFest terus berkembang dari ajang olahraga menjadi festival yang mempertemukan olahraga, musik, lifestyle, komunitas sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.

“Bagi Pertamina, olahraga bukan hanya tentang siapa yang paling cepat mencapai garis finis. Olahraga mengajarkan kita tentang semangat, disiplin, ketangguhan, kebersamaan, dan konsistensi untuk terus bergerak maju,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (26/8/2026).

Baca juga: Pemerintah Masih Utang Subsidi dan Kompensasi BBM-LPG Rp 166,84 Triliun ke Pertamina

Hal itu disampaikan Siddik saat memberikan konferensi pers Pertamina Eco RunFest 2026 di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari semangat Pertamina dalam memberikan energi terbaik bagi Indonesia.

“Nilai yang sekaligus menjadi pemantik bagi kami dalam mendorong berbagai inisiatif keberlanjutan, termasuk dalam rangka untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan,” kata Siddik.

7 inisiatif keberlanjutan

Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan, Pertamina Eco RunFest 2026 menghadirkan tujuh inisiatif keberlanjutan.

Ketujuh inisiatif tersebut mencakup eco jersey, eco innovation, eco mission, eco talent, eco production, eco waste management, dan eco education.

Baca juga: Fondasi Jangka Panjang, SM Pertamina Perbarui Kontrak Yudha Saputera Hingga 2030

Baron menjelaskan, Pertamina Eco RunFest 2026 merupakan gerakan yang mengajak masyarakat berpartisipasi langsung untuk menjaga lingkungan. 

“Inisiatif keberlanjutan ini bukan sekadar wacana, melainkan tertuang nyata pada berbagai mata acara, mulai dari penggunaan material produksi, pembuatan jersey lari, hingga pengelolaan sampah,” katanya.

Sebagai perusahaan energi, kata Baron, Pertamina terus berupaya menghadirkan energi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Melalui Eco RunFest, perseroan ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang olahraga dan festival musik, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Nantinya, seluruh keuntungan penjualan tiket Pertamina Eco RunFest 2026 ini didonasikan 100 persen untuk mendukung pelaksanaan eco mission,” terangnya. 

Baca juga: Pertamina Drilling-Weatherford Jajaki Peluang Bisnis Pengeboran Migas

Dengan demikian, kata Baron, pembelian tiket tidak hanya menjadi bentuk keikutsertaan dalam acara, tetapi juga memberikan manfaat bagi berbagai program lingkungan.

Salah satunya melalui inisiatif eco jersey yang memanfaatkan limbah botol plastik dan tekstil sebagai material pembuatan jersey bagi para pelari.

Prinsip ekonomi sirkular juga diterapkan melalui eco production dengan mengoptimalkan penggunaan material hasil daur ulang dan material sewa, serta memanfaatkan kembali sejumlah elemen produksi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Sementara itu, melalui eco waste management, Pertamina menghadirkan pengelolaan sampah di seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari konferensi pers, road to event, hingga pelaksanaan Pertamina Eco RunFest. Pengelolaan tersebut mencakup pengolahan sampah organik melalui maggot corner.

Keterlibatan generasi muda juga memperkuat inisiatif eco innovation lewat ruang bagi pelajar mengembangkan solusi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Baca juga: Keterbatasan Bukan Penghalang, Pertamina Dorong Kemandirian Kelompok Disabilitas lewat DEB

Kemudian, inisiatif eco mission menghubungkan penyelenggaraan kegiatan dengan manfaat yang dapat dirasakan oleh sekolah, masyarakat, dan ruang publik. 

Adapun eco talent melibatkan figur publik untuk mengampanyekan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertamina juga menyediakan sustainability dashboard dan carbon calculator untuk membantu masyarakat memahami jejak lingkungan dari aktivitas yang dilakukan sebagai bagian dari eco education.

“Seluruh inisiatif ini kami harapkan bisa mendorong semangat menjaga lingkungan agar tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari,” jelas Baron.

Diikuti 14.000 pelari

Dukungan terhadap Pertamina Eco RunFest 2026 ditunjukkan dengan hadirnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta Andri Yansyah dan Ketua Komisi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Setyo Haryo Wibisono.

Atlet pemegang rekor nasional Odekta Elvina juga hadir dalam acara jumpa media tersebut untuk memberikan dukungan.

Baca juga: Pertamina Buka Posko Kesehatan Gratis untuk Pengungsi Gempa di Reo, Manggarai

Pertamina Eco RunFest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Istora Senayan, Jakarta.

Sebanyak 14.000 pelari dan 10.000 pengunjung ditargetkan memeriahkan ajang yang akan memasuki tahun ke-13 penyelenggaraan tersebut.

Tiket Pertamina Eco RunFest 2026 dapat dibeli melalui aplikasi MyPertamina pada 27 Agustus 2026 khusus untuk Redemption Points MyPertamina dan 28 Agustus 2026 untuk penjualan publik. 

Informasi lengkap seputar rangkaian acara dapat diakses melalui laman resmi Pertamina Eco RunFest maupun akun Instagram @pertamina.ecorunfest.

Baca juga: Pertamina Kerahkan 33 Mobil Tangki Pulihkan Distribusi BBM di Flores Pascagempa

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Badan Baru: Di Mana Ruang Kelola Masyarakat Gambut?
Pemerintah
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
Dari Biopori hingga Maggot, Warga Surabaya Bangun Ekosistem Kampung Ramah Lingkungan
LSM/Figur
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
Limbah Cairan Perasan Rumput Laut Diolah Jadi Kemasan Pintar Dukung Keamanan Pangan
LSM/Figur
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
AI Masuk Dunia Pendidikan, UNESCO Dorong Penguatan Kompetensi Guru
LSM/Figur
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
Banjir Bandang Berulang di Sumatera, Pakar Minta Tata Ruang Diubah
LSM/Figur
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
Agrinas Palma-IPB University Kembangkan Bioetanol Singkong, Sorgum, dan Jagung Dukung E20
BUMN
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Rasa Makanan Tentukan Keberhasilan Program Makanan Sekolah Ramah Lingkungan
Pemerintah
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
Dari Bambu hingga PLTMH, Peserta Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI Belajar Jaga Lingkungan di Kawasan Ekowisata Boon Pring
LSM/Figur
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
ASEAN Didorong Selaraskan Harga Karbon agar Tak Kehilangan Potensi Pendapatan
Pemerintah
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
UNDP: 160 Juta Orang Terancam Terjebak Krisis Berkepanjangan
Pemerintah
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
WHO: Angka Harapan Hidup Global Mendekati Tingkat Sebelum Pandemi
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau