Salah satu pendekatan yang tengah dipertimbangkan adalah membuat kampanye yang mendorong masyarakat bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas pengiriman.
Perusahaan mempertimbangkan penggunaan mekanisme insentif atau poin sebagai pemicu agar pelanggan turut berpartisipasi dalam pengurangan sampah.
Selain aspek lingkungan, J&T Express juga menjalankan program keberlanjutan di bidang ekonomi melalui Jawara Lokal J&T Express yang dilaksanakan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca juga: Tak Cuma Soal Polusi, Ekonomi Sirkular Juga Bisa Ciptakan Lapangan Kerja
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem UMKM dan membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
UMKM terpilih mendapatkan dukungan permodalan sebesar Rp 15 juta, subsidi diskon biaya pengiriman J&T Express hingga 30 persen, serta akses promosi untuk memperluas jangkauan pasar.
Berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari arah keberlanjutan J&T Express yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.
Herline mengatakan, perusahaan ingin memastikan pertumbuhan bisnis juga diikuti dengan upaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan.
"Kalau kita bilang secara keseluruhan, 11 tahun ini kita bukan mengukur seberapa besar J&T sudah, tapi lebih ke seberapa lebih baik lagi kita bisa melayani dan memberikan layanan yang lebih baik di Indonesia," ucapnya.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya