Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Perluas Dampak DEB, Pertamina Targetkan 332 Program Berjalan hingga Akhir 2026

Kompas.com, 27 Agustus 2026, 20:55 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

Program tersebut juga mendukung produksi padi mencapai 21.357 ton per tahun serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon secara kumulatif sekitar 1,09 juta ton CO2e.

Oki menambahkan, dengan jumlah desa di Indonesia yang mencapai sekitar 75.000, masih terdapat ruang besar untuk mengembangkan potensi energi dan ekonomi di tingkat desa.

Baca juga: Potensi Energi Surya Nasional 3.200 GW, Pemanfaatannya Baru 0,016 Persen

Menurut dia, keberadaan penggerak lokal menjadi salah satu faktor penting agar program DEB dapat terus berkembang setelah intervensi awal dilakukan.

“Kita perlu membantu desa-desa tersebut supaya bisa maju seperti desa-desa di negara maju. Untuk itu, dibutuhkan local heroes yang bisa hadir di setiap desa,” ujar Oki.

Saat ini, DEB didukung 223 local hero tersertifikasi yang berperan dalam pengoperasian dan keberlanjutan pemanfaatan energi di masyarakat.

Baca juga: Bangun Kemandirian Energi Desa, Pertamina Perkuat Kapasitas Local Hero

Kolaborasi untuk hilirisasi teknologi

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, Festival DEB menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan inovasi yang dimiliki perguruan tinggi, pemerintah, maupun para inovator.

Dalam Festival DEB 2026, dilakukan penandatanganan komitmen pengembangan 53 lokasi DEB melalui kolaborasi teknologi tepat guna, kerja sama dengan kementerian dan universitas, serta kolaborasi bersama inovator Pertamuda.

Festival tersebut juga diisi dengan penyerahan sertifikat kompetensi EBT kepada para local hero serta dukungan alat pelindung diri.

“Melalui pengembangan DEB, Pertamina tidak hanya mendorong pemanfaatan energi terbarukan di tingkat desa, tetapi juga membangun ekosistem yang menghubungkan teknologi, kapasitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi," ungkap Arya.

Baca juga: Dorong Kemandirian Masyarakat, Pertamina Genjot Program DEB Uma Palak Lestari

Ia berharap, pendekatan tersebut mampu membuat energi terbarukan tidak berhenti sebagai fasilitas, melainkan menjadi penggerak produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Menurut Arya, kolaborasi dengan perguruan tinggi juga penting untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Teknologi yang telah teruji dapat dikembangkan menjadi solusi tepat guna dan direplikasi sesuai karakteristik serta potensi masing-masing desa.

Pengembangan DEB menjadi bagian dari langkah Pertamina untuk terus memperluas manfaat energi terbarukan sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Baca juga: Kiprah Pertamina ke Pelosok Negeri, Dorong Kemandirian Kampung Adat Malasigi lewat Program DEB

Festival DEB Pertamina 2026 turut dihadiri Komisaris Pertamina Nanik S Deyang, Direktur Keuangan Pertamina Mega Satria, Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono, serta jajaran Pertamina Group dan mitra program.

Sebagai informasi, program DEB merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG), serta aspirasi Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui pemberdayaan masyarakat berbasis energi terbarukan.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
Pemerintah
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Pemerintah
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
LSM/Figur
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Pemerintah
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Pemerintah
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Pemerintah
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
AI dan Transisi Energi Buka Peluang Investasi, Indonesia Perlu Siapkan Talenta
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau