Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Perluas Dampak DEB, Pertamina Targetkan 332 Program Berjalan hingga Akhir 2026

Kompas.com, 27 Agustus 2026, 20:55 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) terus memperluas dampak program Desa Energi Berdikari (DEB) melalui pemanfaatan energi terbarukan yang terintegrasi dengan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 269 program DEB telah berjalan di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 332 program hingga akhir 2026.

Penguatan program menjadi salah satu fokus dalam Festival Desa Energi Berdikari Pertamina 2026 yang berlangsung pada 27–28 Agustus 2026 di Grha Pertamina, Jakarta.

Festival tersebut mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, inovator, dan penggerak masyarakat untuk memperluas kolaborasi sekaligus mendorong penerapan teknologi tepat guna di desa.

Baca juga: Pertamina Salurkan Hibah Teknologi Tepat Guna Rp 900 Juta untuk 100 Pelaku UMK

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi implementasi DEB yang dinilai menjadi contoh pemanfaatan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki berbagai hasil riset dan inovasi yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk diterapkan di desa.

“Kami juga akan dengan senang hati mengkoordinasikan teknologi-teknologi apa saja yang sudah berhasil di kampus-kampus itu dan bisa siap diimplementasikan di desa-desa energi berdikari,” ujar Brian dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai, kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat membuka ruang lebih luas bagi hilirisasi riset dan teknologi tepat guna.

“Ini program yang positif,” kata Brian.

Baca juga: Riset DBS: Keberlanjutan Kini Jadi Jurus Jitu Ketahanan Bisnis

Energi terbarukan dorong produktivitas desa

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan, DEB tidak hanya bertujuan mengenalkan energi terbarukan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatannya untuk kegiatan produktif.

“Konsep dasarnya adalah awareness masyarakat untuk bisa mengetahui potensi energi terbarukan. Lalu masyarakat diajak untuk mengenal energi terbarukan dan selanjutnya masyarakat dilatih untuk bisa menggunakan energi tersebut. Pada akhirnya, program ini akan memberikan benefit ekonomi kepada masyarakat,” kata Oki.

Dari 269 program DEB yang telah berjalan, sebanyak 166 program mengusung tema ketahanan pangan, 58 program wisata energi, dan 45 program pesisir modern.

Pemanfaatan energi terbarukan dalam program tersebut ditopang oleh 237 panel surya, 21 instalasi metana dan biogas, 8 mikrohidro, 2 biodiesel, serta 1 sistem hybrid.

Baca juga: Dari Energi Bersih hingga Peluang Usaha, Program DEB Perkuat Ekonomi Masyarakat Desa

Secara keseluruhan, kapasitas energi baru terbarukan (EBT) yang dimanfaatkan telah mencapai sekitar 1,35 megawatt peak (MWp), disertai produksi biogas dan metana sebesar 959.302 meter kubik.

Implementasi DEB telah memberikan manfaat kepada 283.961 jiwa, termasuk 62 penyandang disabilitas, serta menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp 5,65 miliar per tahun.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Ancaman Nyata Perubahan Iklim, Sejumlah Spot Selancar Dunia Terancam Rusak
Pemerintah
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
AHY: Jangan Sampai Talenta dan Pakar Teknologi Kabur dari Indonesia
Pemerintah
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Hilangnya Biodiversitas Tanaman Kurangi Kemampuan Padang Rumput Serap Karbon
Pemerintah
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
Hutan Mangrove di Surabaya Timur Terancam Dikepung Sampah, Aliran Anak Sungai Seperti TPA
LSM/Figur
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Langkah Nyata Industri Fashion, Bentuk Aliansi Demi Kurangi Limbah Tekstil
Pemerintah
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Konflik Bersenjata Hancurkan Lahan Pertanian Global, Ancam Potensi Pangan Dunia
Pemerintah
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Adopsi AI Makin Masif, Bank Fokus Terapkan Responsible AI
Pemerintah
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Kemenhut Pilih Wehea-Kelay sebagai Lokasi Percontohan Multiusaha Kehutanan
Pemerintah
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Ekonomi Biru Indonesia Butuh Pembiayaan Inovatif, Hilirisasi Rumput Laut Jadi Peluang
Pemerintah
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Ilmuwan yang Terlalu Percaya Solusi Teknologi Cenderung Pasif Hadapi Krisis Iklim
Pemerintah
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
AHY Soroti Pencemaran dan Sedimentasi Sungai, Dorong Pengelolaan Air Terpadu
Pemerintah
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
Program FOLU dan PBNU Rintis Pemanfaatan Hutan Selain Tebu di Blitar Jatim
LSM/Figur
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
Pertamina Kembangkan Biogasoline Sawit dan Bioetanol Sorgum
BUMN
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
Pengurangan Emisi Krusial untuk Tekan Penyakit Bawaan Nyamuk
LSM/Figur
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
Kota Rendah Karbon Butuh Tata Kelola Terintegrasi dan Kolaborasi Antardaerah
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau