Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Transaksi Langkah Membumi Naik Dua Kali Lipat, Minat Produk Ramah Lingkungan Menguat

Kompas.com, 27 Agustus 2026, 22:02 WIB
Manda Firmansyah,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Minat masyarakat terhadap produk ramah lingkungan menunjukkan pertumbuhan. Hal tersebut tercermin dari peningkatan nilai transaksi dalam penyelenggaraan Langkah Membumi Market (LMM) yang digelar Blibli Tiket Action.

Berdasarkan rekam jejak penyelenggaraan LMM, nilai transaksi pada tahun lalu tercatat meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa produk dengan nilai keberlanjutan mulai mendapatkan tempat di pasar, termasuk di kalangan konsumen muda.

Baca juga: Kesadaran Lingkungan Meningkat, Korsel Mulai Tinggalkan Botol Plastik

Pada penyelenggaraan tahun lalu, lebih dari 40 tenant terkurasi berpartisipasi dalam LMM. Sejumlah di antaranya adalah Gaea Home, Organic Culture, Ulur Wiji, Jumbuh, dan Karplanter.

LMM kembali digelar Blibli Tiket Action untuk kelima kalinya pada 2026. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung konsep LMM 2026 sebagai ruang temu antara responsible brands, konsumen, komunitas, media, kreator, dan mitra strategis.

Melalui kegiatan tersebut, konsumen dapat mengenal produk sekaligus melihat cerita dan dampak yang dibawa oleh masing-masing merek.

Kegiatan ini juga menyasar konsumen muda, khususnya generasi Z dan young millennials, dengan menghadirkan berbagai *workshop* dan *talkshow* mengenai gaya hidup berkelanjutan.

CEO dan Co-Founder Ulur Wiji Joko Santoso mengatakan, kehadiran LMM menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.

"Kami happy sekali karena acara Langkah Membumi ini selaras dengan visi kami di Ulur Wiji. Kami berharap masyarakat, terutama anak-anak muda, akan semakin aware terhadap isu-isu lingkungan, global warming, dan sampah," ujar Joko dalam keterangan resmi dikutip Kamis (17/8/2026).

Produk ramah lingkungan semakin beragam

Selain melalui LMM, produk ramah lingkungan juga mulai tersedia melalui ekosistem perdagangan daring Blibli.

Sejumlah merek menawarkan produk dengan pendekatan berbeda terhadap isu keberlanjutan.

Dopper, misalnya, menawarkan tumbler berbahan material daur ulang. Sementara itu, ChopValue memanfaatkan sumpit bekas untuk diolah menjadi perabot dan produk interior rumah.

Ada pula Demibumi yang menyediakan produk hasil kurasi bebas plastik, 180 Degrees dengan lini pakaian berbahan daur ulang, serta Pala Nusantara yang mengembangkan aksesori jam tangan menggunakan bahan alam dan material daur ulang dari sampah plastik.

Keberagaman produk tersebut menunjukkan bahwa konsep keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada satu sektor, tetapi telah merambah berbagai kategori, mulai dari fesyen, kebutuhan rumah tangga, hingga aksesori.

Tahun ini, LMM kembali membuka kesempatan bagi lebih banyak pelaku usaha lokal dan sustainable brands untuk memperluas jangkauan pasar.

Pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti fesyen, kecantikan, makanan dan minuman, produk rumah tangga, kerajinan, hingga inovasi berbasis ekonomi sirkular, dapat berpartisipasi dalam ekosistem tersebut.

Baca juga: Mesin Daur Ulang BCA Kumpulkan 4.400 Sampah Botol Plastik di BCA Expo 2024

Melalui pertemuan langsung dengan konsumen, pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk menjelaskan proses produksi, nilai produk, serta dampak lingkungan dan sosial yang dihasilkan.

Dorong gaya hidup berkelanjutan

Selain mempertemukan konsumen dan pelaku usaha, Blibli Tiket Action juga menggunakan LMM sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Sebelumnya, Blibli Tiket Action menggelar "Langkah Membumi Ecoground 2025" pada awal November 2025.

Berdasarkan impact report kegiatan tersebut, sebanyak 187 kilogram sampah berhasil dikelola dan dipilah selama dua hari penyelenggaraan.

Panitia juga menyediakan 12 water refill station yang menghasilkan 741 liter air minum. Fasilitas tersebut disebut mencegah penggunaan sekitar 1.235 botol plastik sekali pakai.

Dari sisi emisi, pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia, efisiensi energi, serta penggunaan kembali material dalam kegiatan tersebut dilaporkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 94,1 kilogram CO2e.

Program tersebut juga melibatkan kolaborasi lintas pihak untuk mendukung donasi 110.500 pohon mangrove. Pohon-pohon tersebut diproyeksikan berpotensi menyerap hingga 3.635,5 ton CO2 dalam delapan tahun.

Baca juga: Bolehkah Menggunakan Botol Plastik Bekas Minuman Lebih dari Sekali?

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.000 pohon berasal dari konversi pembelian tiket oleh pengunjung selama gelaran Langkah Membumi Ecoground 2025.

COO dan Co-Founder Blibli Lisa Widodo mengatakan, laporan dampak tersebut menunjukkan bahwa upaya keberlanjutan dapat dimulai dari perubahan sederhana dalam penyelenggaraan kegiatan maupun pilihan masyarakat sehari-hari.

“Impact Report ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ketika ruang publik dirancang dengan lebih bertanggung jawab, maka bisa membantu membangun kebiasaan baru dimulai dari pilihan-pilihan sederhana dalam keseharian,” ujar Lisa.

Melalui LMM 2026, Blibli Tiket Action kembali mempertemukan pelaku usaha yang mengembangkan produk berkelanjutan dengan konsumen, sekaligus mendorong agar pilihan terhadap produk yang lebih bertanggung jawab semakin mudah ditemukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Geliat Ekonomi Biru di Pulau Pari, dari Penanaman 1.000 Mangrove hingga Literasi Keuangan Warga
Swasta
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau