Menurut Budi, distribusi residu pestisida pada kulit dan daging buah dapat berbeda. Polanya juga dapat dipengaruhi oleh varietas serta tahap perkembangan buah.
Karena itu, pemanfaatan kulit semangka sebagai pangan perlu mempertimbangkan asal bahan dan praktik budidayanya.
Penanganan setelah panen, pencucian, dan proses pengolahan yang tepat juga diperlukan untuk memastikan potensi nutrisi kulit dapat dimanfaatkan tanpa mengabaikan keamanan pangan.
Budi menilai, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan varietas dan metode pengolahan yang paling sesuai untuk pemanfaatan kulit semangka.
Pemanfaatan kulit semangka juga tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang domestikasi tanaman tersebut.
Proses evolusi, domestikasi, dan pemuliaan semangka telah mengubah sejumlah karakter buah, seperti ukuran, rasa pahit, akumulasi gula, dan warna daging.
Namun, menurut Budi, belum terdapat cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa proses domestikasi secara langsung memengaruhi kandungan nutrisi pada kulit semangka.
"Hal tersebut masih menjadi pertanyaan riset yang terbuka," ujarnya.
Dengan adanya perbedaan karakter antarkultivar, kulit semangka dapat dikembangkan untuk berbagai tujuan pemanfaatan sesuai dengan karakter bahan.
Pendekatan tersebut dinilai dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hayati sekaligus mengurangi bagian buah yang berakhir sebagai limbah.
Budi mengatakan, tantangan pengembangan kulit semangka ke depan bukan sekadar membuat bagian tersebut dapat dimakan. Pengembangannya perlu diarahkan pada produk yang aman, memiliki nilai tambah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Jadi tantangannya ke depan bukan lagi sekadar bagaimana membuat rind dapat dimakan, tetapi bagaimana mengembangkan pemanfaatannya menjadi sesuatu yang aman, bernilai tambah, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," ujar peneliti buah semangka tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya