Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catatan APMRC ke-6, Realitas Lokal Menentukan Arah Keberlanjutan Global

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 15:51 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Di tengah percepatan disrupsi teknologi dan desakan krisis iklim global, muncul sebuah kesadaran baru di ranah akademik dan bisnis di mana solusi atas tantangan global tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan formula universal yang seragam.

Strategi tata kelola justru sangat ditentukan oleh dinamika, kesiapan, dan karakteristik di tingkat lokal.

Perspektif mendasar tersebut mengemuka dalam ajang "The 6th Asia Pacific Management Research Conference (APMRC)" yang diselenggarakan PPM School of Management pada 26–28 Agustus 2026 di Menteng, Jakarta.

Mengusung tema “Driving Global Change Through Local Management Practices for a Sustainable Future”, konferensi menghimpun 128 presenter dari 9 negara—termasuk Indonesia, Australia, Malaysia, India, Italia, hingga Uni Emirat Arab guna merumuskan ulang masa depan manajemen kawasan Asia-Pasifik.

Chairwoman The 6th APMRC, Aprihatiningrum Hidayati, M.M., menegaskan pentingnya keberagaman perspektif lokal. "Tantangan global tidak selalu dapat dijawab dengan pendekatan yang seragam," tegasnya.

"Praktik manajemen perlu mempertimbangkan nilai, budaya, kondisi bisnis, serta karakteristik masyarakat di tingkat lokal agar solusi yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan," jelasnya.

Konferensi ini menggarisbawahi bahwa masa depan keberlanjutan tidak lagi berpijak pada teori abstrak, melainkan pada tiga pilar utama: pergeseran fisik infrastruktur digital, rekonstruksi cara kerja manusia, dan reformasi pendidikan manajemen berorientasi sosial.

Dari Algoritma Kembali ke Realitas Fisik

Salah satu pemikiran strategis diangkat Mulya Amri,Chairman Kadin Indonesia Institute. Ia menyoroti fenomena siklus super kecerdasan buatan (AI) yang secara masif mengubah peta investasi global.

Proyeksi belanja modal empat raksasa teknologi dunia (Amazon, Microsoft, Alphabet, Meta) mencapai US$ 725 miliar pada 2026, meningkat 77 persen dari 2025 dan melampaui total investasi global di sektor pasokan minyak dan gas yang sebesar US$ 546 miliar.

Pergeseran modal ini menciptakan benturan keras antara ketersediaan modal digital dan kelangkaan infrastruktur fisik.

"Siklus teknologi sebelumnya memberi penghargaan kepada mereka yang menguasai algoritma. Siklus super saat ini memberi penghargaan kepada mereka yang menguasai tanah, energi, dan perizinan di bawahnya," papar Mulya Amri.

Dalam konteks ini, institusi lokal memainkan peran krusial melalui pendekatan kolaboratif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau dan rantai pasok industri.

Mengelola Kinerja, Bukan Kehadiran

Di sisi lain, keberlanjutan organisasi sangat bergantung pada tata kelola sumber daya manusia. Prof. Ainin Sulaiman dari Universiti Malaya-Wales menepis perdebatan sempit mengenai pilihan antara Work From Home (WFH) atau bekerja dari kantor.

Menurut Prof. Ainin, inovasi manajemen pascapandemi sebetulnya bukan terletak pada platform digital seperti Zoom atau Teams, melainkan pada pergeseran paradigma kepemimpinan.

"Masa depan dunia kerja bukan tentang di mana kita bekerja, melainkan tentang bagaimana kita bekerja. Inovasi yang sesungguhnya adalah pergeseran dari mengelola kehadiran menjadi mengelola kinerja, kepercayaan, dan hasil," tegas Prof. Ainin.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Industri Tambang Indonesia Mulai Adopsi Teknologi Rendah Emisi
Swasta
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Kemendagri Dorong Tata Kelola Wilayah Berkelanjutan lewat Percepatan Batas Desa
Pemerintah
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah Dorong Aset Digital Dukung Pembiayaan Berkelanjutan di Sektor Riil
Pemerintah
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
Project R&P Balongan Edukasi Mahasiswa Pentingnya Jaga Keseimbangan Operasional Kilang dan Kelestarian Alam
BUMN
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Biaya Teknologi AI Diperkirakan Terus Membengkak hingga 2027
Pemerintah
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Dampak El Nino: Agustus 2026 Jadi Bulan Terpanas dalam Sejarah Bumi
Pemerintah
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Vape Sekali Pakai Bakal Jadi Ancaman Bahaya Lingkungan Baru
Pemerintah
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Ancaman 2050: Setengah Penghasilan Keluarga Miskin Habis untuk Makan
Pemerintah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Raih 2 TOP GRC Awards 2026, Ethos Dorong Bisnis Berdampak bagi Ekonomi Wilayah
Swasta
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
Global Ethics Forum 2026, Menguatkan Etika dalam Pertumbuhan Bisnis
LSM/Figur
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi 'Open Dumping' Belum Efektif
Pakar UI: Kebakaran TPA Berulang Tunjukkan Transformasi "Open Dumping" Belum Efektif
LSM/Figur
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
Erupsi Gunung Anak Krakatau Jadi Awal Pembentukan Ekosistem Baru
LSM/Figur
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
Potensi Unik Mikroba Asli Tanah Sulawesi, Bisa Bantu Pulihkan Lahan Bekas Tambang
LSM/Figur
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
SIG Dorong Penggunaan Bahan Bakar Alternatif untuk Tekan Emisi Industri Semen
Pemerintah
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Rantai Dingin Jadi Kunci Kurangi Ikan Terbuang, Energi Bersih Didorong untuk Dimanfaatkan
Swasta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau