Di sisi lain, penetapan tersebut diharapkan dapat memberikan referensi yang lebih kredibel bagi investor serta membuka peluang pengembangan indeks dan produk investasi berbasis keberlanjutan.
Baca juga: Studi Sebut 98 Persen Janji Keberlanjutan Industri Daging dan Susu Hanya Greenwashing
"Kami juga ingin mendorong agar keberlanjutan tidak berhenti pada pelaporan, tetapi menjadi bagian dari strategi pertumbuhan, daya saing, dan penciptaan nilai perusahaan dalam jangka panjang," tutur Jeffrey.
Di sisi lain, Chairman Indonesia ESG Professional Association (IEPA) Herry Ginanjar menilai, kewajiban perusahaan menyampaikan laporan keberlanjutan belum otomatis menjamin kualitas dan kredibilitas informasi yang disampaikan.
Menurut dia, sebagian besar laporan keberlanjutan di Indonesia masih disusun tanpa melalui proses verifikasi pihak ketiga independen atau assurance.
Kondisi tersebut membuat informasi ESG berisiko menjadi klaim sepihak (self-claim) dan membuka peluang terjadinya greenwashing.
"Sayangnya, yang self-claim itu di Indonesia tidak ada konsekuensinya. Di Amerika, kalau self-claim kemudian terbukti salah, itu dikategorikan sebagai greenwashing dan dendanya bisa mencapai paling sedikit 1 juta dollar AS. Di Indonesia, laporan keberlanjutan masih sebatas dikirim tanpa ada proses review yang memadai," ujar Herry dalam Media Briefing Lautan Luas x Greenvolt Power Indonesia di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Tren Sustainability 2026, Perusahaan Fokus pada Regulasi dan Kepatuhan
Herry mengatakan, lembaga assurance diperlukan untuk memeriksa akurasi data, metodologi, dan berbagai klaim keberlanjutan yang disampaikan perusahaan.
Dengan adanya proses verifikasi tersebut, investor dan publik dapat memiliki dasar yang lebih kuat untuk menilai apakah informasi yang disampaikan perusahaan benar-benar mencerminkan kinerja ESG.
Dengan demikian, pengembangan IDX Green Equity Designation tidak hanya berkaitan dengan pemberian label saham hijau, tetapi juga dengan upaya meningkatkan kualitas informasi keberlanjutan yang menjadi dasar pengambilan keputusan investor.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya