Para peneliti menyebut pola ini sebagai peluang untuk memberikan edukasi kesehatan yang lebih tepat sasaran mengenai keamanan panas di dalam ruangan, khususnya bagi warga yang tinggal di hunian yang sulit dijaga suhunya agar tetap aman.
Para peneliti mengingatkan bahwa pola media sosial tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran pasti atas kerentanan warga, namun hasil ini membuka peluang untuk meningkatkan kesadaran dan bantuan penanganan panas yang lebih tepat sasaran.
Para peneliti melihat media sosial bukan sebagai pengganti sistem pemantauan kesehatan resmi yang sudah ada, melainkan sebagai sumber informasi tambahan yang bisa membantu pejabat pemerintah memahami dampak panas ekstrem pada warga saat kejadian sedang berlangsung.
Studi menemukan bahwa jumlah unggahan tentang cuaca panas akan meningkat seiring berjalannya kenaikan suhu bulanan. Karena percakapan online dapat merekam pengalaman langsung mulai dari kerepotan akibat rumah yang terlalu panas, perubahan rute bepergian, hingga acara yang dibatalkan, media sosial bisa mengungkap berbagai dampak panas yang sulit ditangkap hanya melalui data resmi biasa.
Baca juga: Media Sosial Bisa Dipakai untuk Pantau Migrasi Satwa karena Iklim
Menggabungkan informasi dari media sosial ini dengan data tempat tinggal, transportasi, dan kondisi ekonomi warga pada akhirnya dapat membantu lembaga kesehatan masyarakat memetakan wilayah mana saja yang paling membutuhkan imbauan atau bantuan penanganan panas.
Sebagai contoh, kawasan yang memiliki banyak rumah rentan akan sangat terbantu dengan edukasi yang berfokus pada cara menjaga suhu ruangan agar tetap aman.
Sementara itu, wilayah yang padat pengguna jalan kaki, pesepeda, atau penumpang angkutan umum membutuhkan perencanaan transportasi yang ramah cuaca panas serta perlindungan dari paparan panas saat berjalan, bersepeda, atau menunggu bus.
Pada akhirnya, para peneliti menyebut bahwa menggabungkan pemantauan media sosial dengan analisis bahasa otomatis dapat menjadi cara baru untuk menentukan wilayah mana saja yang paling membutuhkan peringatan panas ekstrem, panduan praktis, hingga strategi penanganan jangka panjang.
Di tengah ancaman gelombang panas yang diprediksi makin sering dan parah, temuan ini dapat membantu pejabat kesehatan publik keluar dari pola imbauan yang itu-itu saja, dan beralih ke strategi komunikasi yang dirancang sesuai dengan pengalaman nyata warga di lapangan.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya