Fokus program ini tidak hanya pada pendanaan semata. FIELD akan memberikan hibah dan pendampingan teknis kepada negara-negara berkembang anggota ADB. Bantuan tersebut mencakup pembuatan kebijakan, pelatihan keterampilan, dan wadah berbagi pengetahuan tingkat regional.
Inisiatif ini akan berjalan sebagai jalur khusus pemulihan lahan dan ketahanan kekeringan di bawah Nature Solutions Finance Hub milik ADB. Wadah yang lebih luas ini mengumpulkan para mitra keuangan dan teknis untuk memperbesar investasi lingkungan hidup di seluruh Asia dan Pasifik.
Program FIELD juga sejalan dengan Rencana Aksi Lingkungan ADB dan komitmen dana senilai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp708 triliun) untuk memperbarui sistem pangan di kawasan ini hingga tahun 2030.
Bagi pemerintah, program ini memberikan jalur mudah untuk menghubungkan kebijakan lahan dengan pembuatan proyek dan pendanaannya. Bagi investor, program ini membuka peluang investasi ramah lingkungan yang lebih terstruktur di wilayah yang sebelumnya sulit mengembangkan proyek skala besar.
Baca juga: Asia-Pasifik Butuh Aksi Bersama Hadapi Krisis Air
Dukungan awal untuk program FIELD datang dari berbagai pihak, termasuk UNCCD, Qatar Fund for Development, dan Middle East Green Initiative.
Para mitra yang sudah bergabung di Nature Solutions Finance Hub juga ikut terlibat. Mereka antara lain Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), Uni Eropa, OPEC Fund, Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman, serta lembaga kerja sama Jerman (GIZ).
Target dana sebesar 2 miliar dolar AS ini menempatkan pemulihan lahan sebagai bagian dari upaya besar untuk menjadikan kelestarian alam sebagai bidang investasi yang menguntungkan.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kemampuan FIELD mengubah cita-cita kebijakan menjadi proyek yang layak didanai bisnis, serta menarik modal dari pihak swasta ke sektor yang selama ini hanya mengandalkan uang pemerintah.
Bagi kawasan Asia dan Pasifik, pendanaan ini tidak hanya penting untuk lingkungan, tetapi juga untuk perekonomian. Lahan yang rusak mengganggu sektor pertanian, pasokan air bersih, dan mata pencaharian warga desa. Oleh karena itu, ketahanan lahan kini menjadi isu yang makin penting bagi pemerintah, perusahaan, dan para investor di seluruh wilayah tersebut.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya