Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Cukup Hanya Hemat Energi, Teknologi Cerdas Kini Jadi Kunci Efisiensi Bangunan Berkelanjutan

Kompas.com, 30 Agustus 2026, 19:10 WIB
Aningtias Jatmika,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

“Apakah terjadi perubahan okupansi? Apakah jam operasional berubah? Apakah sistem HVAC bekerja lebih berat? Atau, terdapat peralatan yang performanya mulai menurun?” Ragil mencontohkan.

Dengan kata lain, data konsumsi energi perlu dikaitkan dengan data kondisi aset dan data operasional.

"Data itu hanya alat, yang paling penting tetap decision-making," ujar Ragil.

Pendekatan berbasis data juga memungkinkan perubahan pola pemeliharaan. Jika sebelumnya peralatan diperbaiki setelah mengalami kerusakan, pengelola kemudian dapat beralih ke preventive maintenance berdasarkan jadwal. Tahap berikutnya adalah condition-based maintenance, yakni menentukan tindakan berdasarkan kondisi aktual aset.

Dengan data historis yang cukup, perubahan temperatur, getaran, pola beban, atau parameter kelistrikan tertentu dapat menjadi indikasi awal adanya penurunan kondisi. Dengan begitu, tim dapat melakukan inspeksi sebelum kerusakan benar-benar terjadi.

Tujuan akhirnya bukan membuat sistem pemeliharaan menjadi semakin rumit, melainkan membuat keputusan pemeliharaan menjadi lebih tepat dan sesuai pada waktunya.

Teknologi cerdas untuk keandalan bangunan

Pendekatan berbasis data tersebut pada akhirnya perlu ditopang oleh perangkat yang mampu mengumpulkan, mengukur, dan mengendalikan kondisi sistem secara aktual.

Gambaran mengenai penerapannya dapat dilihat dari pengalaman PT Robust Multilab Solusindo dalam mengelola sistem kelistrikan pada laboratorium dan pabrik.

Baca juga: SIG Gandeng BRIN Kembangkan Material Bangunan Rendah Emisi

Untuk menjawab kebutuhan terhadap sistem yang lebih andal, Robust menggunakan sejumlah perangkat Schneider Electric, antara lain perangkat pengaman listrik, kontaktor, serta perangkat pengukuran daya, seperti PowerLogic Meter. Produk yang digunakan juga mencakup beberapa perangkat pengaman, seperti CVS dan NSX.

Menurut Mustofa, solusi tersebut dipilih karena kebutuhan terhadap sistem pengamanan listrik yang lebih andal sekaligus mudah diperoleh dan didukung dalam proses pemeliharaan.

"Produk Schneider juga membantu mengamankan instalasi dari kebakaran,” kata Mustofa.

Perlindungan tersebut, lanjut dia, memang tidak secara langsung berdampak pada efisiensi. Namun, ketika kebakaran dapat dicegah, potensi kerugian besar akibat kerusakan instalasi, terhentinya operasional, dan biaya pemulihan juga dapat diminimalkan.

Setelah penerapan solusi cerdas tersebut, perubahan yang paling terasa berada pada sisi operasional. Sistem menjadi lebih mudah dioperasikan, gangguan listrik lebih jarang terjadi, dan proses troubleshooting dapat dilakukan lebih cepat.

Baca juga: Pengelolaan Terukur dan Berkelanjutan, UOB Plaza Raih Sertifikat Bangunan Hijau GBCI

Mustofa juga menilai bahwa kemudahan tersebut berdampak pada efisiensi operasional karena sistem tidak membutuhkan pengawasan khusus secara terus-menerus.

Data berujung pada dampak

Hal serupa juga terlihat dalam implementasi Building Management System (BMS) di SMC RS Telogorejo, Semarang, Jawa Tengah.

Rumah sakit tersebut mengimplementasikan BMS melalui platform EcoStruxure Building Operation dari Schneider Electric untuk mengintegrasikan pemantauan sejumlah utilitas kritis, termasuk HVAC, sistem kelistrikan, dan UPS, dalam satu command center terpusat.

Pendekatan itu menggantikan pengelolaan yang sebelumnya lebih manual dengan pemantauan secara real-time, peringatan otomatis, dan pemeliharaan yang lebih proaktif.

Dampaknya terlihat dari sejumlah indikator. Total pengeluaran listrik SMC RS Telogorejo, misalnya, turun 5 persen pada 2025. Capaian tersebut sekaligus membalikkan tren kenaikan biaya listrik yang sebelumnya mencapai sekitar 9 persen per tahun.

Pemantauan real-time dilakukan SMC RS Telogorejo untuk memastikan sistem kelistrikan berjalan optimal. Humas SMC RS Telogorejo Pemantauan real-time dilakukan SMC RS Telogorejo untuk memastikan sistem kelistrikan berjalan optimal.

Di sisi operasional, waktu respons teknis terhadap anomali menjadi 60 persen lebih cepat berkat peringatan otomatis. Rumah sakit juga mencapai 100 persen kepatuhan terhadap standar suhu dan kelembapan di ruang operasi.

Rangkaian capaian tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar menyediakan data.

Baca juga: Studi KPMG: Sistem AI Mampu Pangkas Energi Bangunan Hingga 30 Persen

Di rumah sakit, efisiensi tidak boleh dicapai denganmengorbankan keandalan layanan. Sebaliknya, sistem harus mampu mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus memastikan ruang kritis tetap berada pada kondisi yang dibutuhkan.

Teknologi cerdas pun dapat berperan sebagai penghubung antara efisiensi dan ketahanan operasional.

Membangun ekosistem energi yang terhubung

Kebutuhan tersebut semakin relevan ketika bangunan memasuki era pengelolaan energi berbasis data.

Di Indonesia, arah tersebut juga didukung regulasi. Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 10 Tahun 2023 mengenai Bangunan Gedung Cerdas mendefinisikan bangunan gedung cerdas (BGC) sebagai bangunan gedung hijau yang memiliki sistem manajemen gedung pintar yang terintegrasi dan otomatis.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Menekan Sampah Pascakonsumsi lewat Inovasi Kemasan dan Ekonomi Sirkular
Swasta
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Transformasi Embung Doho Wonogiri, Dari Infrastruktur Irigasi menjadi Destinasi Wisata
Pemerintah
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Biaya Kerusakan Iklim Melonjak 4 Kali Lipat Jika Batas Suhu 1,5 Derajat C Terlampaui
Pemerintah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Coca-Cola Perkuat Tata Kelola Sumber Daya Air di Sejumlah Daerah
Swasta
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Elektrifikasi Dorong Permintaan Listrik, Energi Terbarukan Jadi Kunci
Swasta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
Universitas Pattimura Dorong Digitalisasi Musik Ambon untuk Perkuat Hak Cipta
LSM/Figur
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Lapisan Es Antarktika Terus Meleleh Sepanjang Abad meski Emisi Dipangkas
Pemerintah
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
PBB: Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Ibu Hamil dan Bayi Baru Lahir
Pemerintah
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
OJK : Infrastruktur Pasar Karbon RI Paling Kompleks di Dunia, 2026 - 2027 Jadi Fase Krusial
Pemerintah
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Kisah Suhendra, Bangkit dari Bangkrut Usai Jadi Rantai Pasok IWIP
Swasta
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Studi: Anak-Anak Masyarakat Adat Paling Rentan Terdampak Krisis Iklim
Pemerintah
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
Blackout Iberia Jadi Pelajaran, Indonesia Perlu Perkuat Jaringan Listrik
LSM/Figur
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Raksasa Bisnis Dunia Desak Reformasi Keuangan Demi Hentikan Kerusakan Alam
Pemerintah
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
Momentum Kesepakatan BRICS bagi Ambisi 100 GW PLTS Indonesia
LSM/Figur
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Dari Perca Tenun NTT Jadi Produk Bernilai Tinggi lewat Teknik Sashiko Jepang
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau