"Dibandingkan HVAC, lampu relatif lebih murah. Kalau misalkan HVAC kita ganti satu chiller dibandingkan lampu mungkin enggak. Makanya kita harus tahu dulu nih mana investasi yang relatif low cost, tapi impact-nya bisa besar," ucapnya.
Pengelola juga harus mencermati Intensitas Konsumsi Energi (IKE) per meter persegi per tahun dan membandingkannya dengan standar regulasi, seperti Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 (bukan Nomor 55) tentang Efisiensi Energi dan Udara pada Bangunan Gedung.
Baca juga: Tata Guna Lahan Tumpang Tindih Hambat Investasi Perdagangan Karbon di Indonesia
Hal itu untuk mengetahui apakah sebuah gedung benar-benar efisien atau justru memboroskan sumber daya.
Director - Commercial Leader of Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana mengatakan, transisi dari lampu konvensional (non-LED) ke teknologi LED mampu memberikan penghematan energi instan sebesar 50 hingga 60 persen.
Bahkan, potensi penghematan dapat melonjak hingga 80 persen jika lampu LED menggunakan teknologi Connected Lighting atau pencahayaan yang terkoneksi dengan Internet of Things (IoT).
Urgensi penghematan energi di sektor pencahayaan penting karena profil pembangkit listrik di Indonesia, di mana sekitar 85 persen pasokan listrik PLN masih bergantung pada energi fosil, yang merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK).
Namun, dekarbonisasi melalui penghematan energi melalui lampu LED berteknologi Connected Lighting atau pencahayaan yang terkoneksi dengan Internet of Things (IoT) di Indonesia masih terbatas dilakukan pada sektor industri.
"Pasti yang paling mudah untuk diubah adalah industri. Karena pabrik itu dituntut untuk berhemat terus. Bagaimana caranya biaya operasional turun agar dia bisa produksi harganya lebih murah," ujar Lucas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya