JAKARTA, KOMPAS.com - PT United Tractors Tbk (UT) bersama Klinik Pratama UT dan Pemerintah Kelurahan Cakung menggelar acara “Wisuda Release Stunting 2026” baru-baru ini.
Diketahui, release stunting adalah kondisi ketika seorang anak balita yang sebelumnya terdiagnosis stunting berhasil memperbaiki status gizi dan pertumbuhan panjang atau tinggi badannya.
Acara Wisuda Release Stunting 2026 merupakan puncak dari rangkaian Program Release Stunting, sebuah inisiatif kolaboratif yang bertujuan memantau dan memperbaiki status gizi anak-anak di wilayah operasional perusahaan.
Baca juga: United Tractors Dorong SDM Indonesia Siap Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Selain sebagai bentuk apresiasi bagi orang tua dan anak, wisuda ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menekan angka stunting di tingkat lokal.
Program Release Stunting dijalankan melalui kerja sama yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari Klinik Pratama UT, D’Care UT, Puskesmas Kecamatan Cakung, sampai kader Posyandu dan perangkat Kelurahan Cakung.
Terdapat beberapa fokus utama program ini. Pertama, pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak secara berkala. Kedua, edukasi gizi bagi orang tua untuk memperbaiki pola makan di rumah. Ketiga, konsultasi kesehatan intensif dengan tenaga medis. Keempat, pendampingan pola asuh anak yang tepat.
Lurah Cakung, Yasir Habib mengatakan, upaya penanganan stunting membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan keluarga.
“Penanganan stunting membutuhkan peran bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan keluarga. Kami berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak anak yang mencapai tumbuh kembang optimal dan terbebas dari stunting,” ujar Yasir Habib dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (3/9/2026).
Selama periode pendampingan, kondisi kesehatan dan tumbuh kembang peserta dipantau secara berkala oleh tenaga kesehatan. Hasil pemantauan tersebut kemudian menjadi dasar evaluasi untuk menentukan anak yang telah memenuhi kriteria release stunting maupun anak yang masih memerlukan pendampingan lanjutan.
Baca juga: Profil Iwan Hadiantoro dan Frans Kesuma, Duet Baru di Pucuk Pimpinan United Tractors (UNTR)
Dari 15 anak yang mengikuti Program Release Stunting, sebanyak 7 anak atau 46,7 persen berhasil mencapai status release stunting. Sementara itu, sebanyak 8 anak lainnya masih mendapatkan pendampingan lanjutan untuk mendukung tercapainya tumbuh kembang yang optimal.
Melalui Program Release Stunting, UT bersama para pemangku kepentingan akan terus mendorong upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menciptakan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya