Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Pertamina Eco RunFest 2026 Perkuat Gerakan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan

Kompas.com, 6 September 2026, 20:52 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Ketika dunia terus berubah, manusia tetap menjadi pusat dari setiap perubahan. Semangat inilah yang dibawa Pertamina melalui Pertamina Eco RunFest 2026 dengan mengajak masyarakat hidup lebih sehat sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Project Manager Pertamina Eco RunFest 2026 Didi Andrian Indra Kusuma mengatakan, Eco RunFest tidak lagi ingin dilihat sekadar sebagai ajang lari atau festival musik, tetapi sebagai gerakan yang mendekatkan manusia dengan kesehatan, sesama, dan lingkungan.

“Intinya kami ingin semakin menguatkan aspek eco dan menjadikan human sebagai core dari pergerakan ini,” ujar Didi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (6/9/2026). 

Pernyataan tersebut disampaikan Didi pada hari kedua IdeaFest 2026 di JCC, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Semangat rehumanize yang menjadi tema IdeaFest 2026 tersebut diterjemahkan melalui tujuh inisiatif keberlanjutan.

Bagi Didi, penggunaan nama “Eco” membawa tanggung jawab besar karena pesan keberlanjutan tidak boleh berhenti pada slogan. Setiap elemen acara, mulai dari rangkaian kegiatan, kolaborator, hingga pengalaman peserta, harus merepresentasikan komitmen tersebut.

Baca juga: OJK Siapkan Aturan Larangan Greenwashing, Laporan Keberlanjutan Wajib Diverifikasi

“Eco itu tiga huruf yang punya makna luas, tetapi responsibility-nya juga sangat luas. Kami ingin memastikan promise yang kami sampaikan benar-benar bisa kami deliver,” kata Didi.

Inisiatif pertama adalah Eco Jersey yang membawa prinsip ekonomi sirkular ke dalam pakaian para pelari. Jersei dibuat dengan memanfaatkan material dari limbah botol plastik dan tekstil.

Pada 2026, Pertamina berkolaborasi dengan Manta Liberta dalam pengembangan material tersebut. Inisiatif ini diproyeksikan dapat memanfaatkan sekitar 210.000 botol plastik atau sekitar 2,5 ton sampah plastik.

Berikutnya adalah Eco Innovation yang membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut mencari solusi atas persoalan sampah. Pertamina berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui roadshow ke SMP dan SMA, sekaligus memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan inovasi pengolahan sampah di lingkungan sekolah.

Pesan keberlanjutan juga diperkuat melalui Eco Talent dengan melibatkan tokoh berpengaruh (key opinion leader/KOL), kru, dan para artis sebagai bagian dari penyampaian pesan mengenai kebiasaan ramah lingkungan.

Sementara itu, Eco Production menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam produksi acara, antara lain melalui optimalisasi material daur ulang dan material sewaan, penggunaan kembali elemen produksi tahun sebelumnya, serta pemanfaatan unsur greenery.

Baca juga: TPA Putri Cempo Solo Terbakar: Antrean Truk Sampah Mengular Panjang, DLH Batasi Khusus L-300, Pangkas Jam Pembuangan

Pada sisi pengelolaan sampah, Eco Waste Management diterapkan sejak rangkaian road to event hingga acara utama. Targetnya bukan sekadar mengurangi penggunaan plastik, tetapi memastikan material yang digunakan dapat dikumpulkan dan diolah kembali.

“Goals kami bukan untuk menghilangkan plastik, tetapi mengoptimalkan pengolahannya. Harapannya semua sampah bisa kita olah untuk menjadi sesuatu di kemudian hari,” kata Didi.

Dua inisiatif lainnya melengkapi rangkaian tersebut, yakni Eco Mission dan Eco Education. Melalui Eco Mission, seluruh keuntungan penjualan tiket dialokasikan untuk mendukung program lingkungan yang memberikan manfaat bagi sekolah, masyarakat, dan ruang publik.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of
Baca tentang


Terkini Lainnya
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Coca-Cola Inisiasi Lingkungan Berkelanjutan si Solo lewat Master Meter dan Pilah Sampah
Swasta
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Sektor Transisi Rendah Karbon Justru Paling Rawan Greenwashing
Pemerintah
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
WWF: Populasi Satwa Liar Anjlok 73 Persen Sejak 1970
Pemerintah
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
CBAM Tekan Daya Saing Ekspor RI, Kemenperin Soroti Perbedaan Perhitungan Emisi
Pemerintah
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Rosan: Pengembangan PLTS 100 GW Dimulai dari Penggantian PLTD 13 GW
Pemerintah
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Zulhas: Aturan Turunan Perpres NEK Rampung Tahun Ini, Perdagangan Karbon Sasar Petani-Nelayan
Pemerintah
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Hashim Sebut Pemerintah Tak Akan Alihkan Kawasan Hutan Jadi Sawah, Komitmen Dipertanyakan
Pemerintah
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Utusan PBB Ingatkan Target SDGs soal Air Terancam Meleset
Pemerintah
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
95 Persen UMKM Klaim Ramah Lingkungan, Nyatanya Aksi Kurangi Emisi Lambat
Pemerintah
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Target Bebas Emisi Mundur ke 2090, Suhu Bumi Terancam Naik 2,3 Derajat C
Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Kemenperin Usul Produk Bersertifikat Hijau Diprioritaskan dalam Pengadaan Pemerintah
Pemerintah
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
ITB Olah Ubi Cilembu Rusak Jadi Sirup Gula, Teliti Metabolisme Kopi Premium
LSM/Figur
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Indonesia Bidik 12 Juta Hektare Lahan Terdegradasi untuk Pangan dan Biofuel
Pemerintah
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Retno Marsudi: Target Air dan Sanitasi Aman 2030 Terancam Meleset
Pemerintah
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
Sampah Antariksa Capai Ratusan Juta Fragmen, BRIN Dorong Kolaborasi Pemantauan
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau